Emmanuel Petit Sebut Rahasia Kesuksesan PSG: Bebas dari Ego
Para pemain Paris Saint-Germain merayakan kemenangan usai babak adu penalti pada laga final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena di Budapest pada 30 Mei 2026.(AFP/INA FASSBENDER)
15:50
31 Mei 2026

Emmanuel Petit Sebut Rahasia Kesuksesan PSG: Bebas dari Ego

KOMPAS.com - Paris Saint-Germain kembali menegaskan dominasi mereka di Eropa setelah menjuarai Liga Champions 2025-2026 usai menundukkan Arsenal melalui drama adu penalti.

Pertandingan final Liga Champions 2026 PSG vs Arsenal berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.

Laga berakhir imbang 1-1 selama 120 menit sebelum PSG menang 4-3 pada babak adu penalti.

Dua penendang Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel, gagal menjalankan tugasnya di babak adu penalti. Dari kubu PSG, hanya Nuno Mendes yang tidak mampu mencetak gol.

Keberhasilan itu membuat PSG menjadi tim kedua sepanjang sejarah Liga Champions yang mampu mengangkat trofi dalam dua musim beruntun setelah Real Madrid yang meraihnya pada periode 2016 hingga 2018.

Baca juga: Arsenal, Haramball dan Jurang Mentalitas Juara di Hadapan Dominasi Elegan PSG

Emmanuel Petit Soroti PSG yang Bebas dari Ego

Mantan gelandang Arsenal dan timnas Perancis, Emmanuel Petit, menilai perubahan besar PSG terjadi setelah klub meninggalkan era penuh ego besar di ruang ganti.

Berbicara dalam program After Foot di RMC, Petit menyebut proyek yang dibangun Luis Enrique membuat PSG tampil lebih kolektif.

“Sepak bola adalah ekspresi kolektif yang diperkuat oleh talenta individu. Kita bisa melihat sejak mereka menyingkirkan semua ego, tim ini menjadi lebih bebas,” ujar Petit.

Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique (tengah), dan anggota skuad PSG merayakan kemenangan  dalam pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. PSG mengalahkan Arsenal 4-3 melalui adu penalti untuk memenangkan gelar Liga Champions kedua berturut-turut setelah bermain imbang 1-1 di final di Budapest pada 30 Mei.AFP/INA FASSBENDER Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique (tengah), dan anggota skuad PSG merayakan kemenangan dalam pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. PSG mengalahkan Arsenal 4-3 melalui adu penalti untuk memenangkan gelar Liga Champions kedua berturut-turut setelah bermain imbang 1-1 di final di Budapest pada 30 Mei.

Sejak kedatangan Luis Enrique pada musim panas 2023, PSG melepas sejumlah nama besar seperti Neymar dan Marco Verratti.

Kylian Mbappe kemudian hengkang pada 2024.

Baca juga: Kata-kata Pertama Luis Enrique Setelah PSG Pertahankan Gelar Liga Champions

Petit menilai atmosfer baru di dalam skuad membuat para pemain tampil lebih percaya diri.

“Cara para pemain mengekspresikan diri berkat Luis Enrique membuat mereka memiliki kepercayaan diri dan kejujuran terhadap diri sendiri. Itu terlihat jelas dalam permainan mereka,” katanya.

“Namun ketika ego yang salah kembali masuk, mesin itu bisa rusak. Itu adalah hal pertama yang berhasil dilakukan Luis Enrique saat datang dan menjadi pembebasan bagi banyak pemain.”

Luis Enrique dan PSG Incar Gelar Ketiga

Pelatih PSG, Luis Enrique, menyebut timnya pantas mempertahankan trofi Liga Champions setelah melalui musim yang sulit.

“Kami jelas pantas memenangkan Liga Champions dua kali berturut-turut karena tim ini mampu melewati musim yang sulit,” ujar Enrique.

Ia juga menegaskan PSG kini menikmati momen mempertahankan gelar Eropa.

“Ini back-to-back dan kami sangat bangga. Sekarang waktunya merayakan,” katanya.

Sementara itu, penyerang muda PSG, Desire Doue, langsung menatap target berikutnya selepas final.

“Saya sangat mencintai klub ini. Ini belum selesai. Gelar kedua sudah ada dan kami akan terus bekerja untuk mengejar gelar ketiga,” ujar pemain berusia 20 tahun tersebut.

Keberhasilan PSG mempertahankan gelar mempertegas proyek baru klub Paris tersebut yang kini bertumpu pada kolektivitas serta regenerasi pemain muda di bawah Luis Enrique.

Tag:  #emmanuel #petit #sebut #rahasia #kesuksesan #bebas #dari

KOMENTAR