Misi Suci Dimulai, Selamat Bertugas Petugas Haji 2026
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak berfoto bersama petugas haji selepas Upacara Pelepasan dan Pembekalan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah atau 2026 Masehi Daker Bandara dan Madinah, di Asrama Haji Jakarta, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
07:28
18 April 2026

Misi Suci Dimulai, Selamat Bertugas Petugas Haji 2026

- Misi suci bagi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 telah dimulai dengan keberangkatan 460 PPIH menuju Madinah, Arab Saudi, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Jumat (17/4/2026).

PPIH yang berangkat pada kloter pertama ini tergabung dari unsur Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI/Polri, petugas peliputan media, hingga elemen dari masyarakat.

Selama musim haji berlangsung, mereka akan tersebar dan ditempatkan di dua daerah kerja utama (Daker) yakni di bandara dan wilayah Madinah.

Para petugas bakal menjalankan fungsi pelayanan yang telah dibagi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan khusus bagi jemaah lansia.

Baca juga: Wamenhaj Ingatkan Petugas Haji Fokus Kerja, Jangan Sibuk Flexing di Medsos

Skema kontingensi

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bahwa pemerintah menyiapkan skema kontingensi atau kedaruratan untuk perlindungan jemaah haji yang berangkat di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah.

Karena itu, kelompok terbang (Kloter) pertama petugas haji yang diberangkatkan didominasi oleh tim perlindungan jemaah atau Linjam yang berisikan petugas haji dari unsur TNI dan Polri.

Selain Linjam, petugas yang diberangkatkan juga mencakup tenaga pendukung seperti wartawan yang akan ditempatkan di bandara.

"Ini kan sebagian besar yang berangkat pertama adalah tim Linjam, dan mereka terdiri dari TNI, Polri, kemudian ada teman-teman wartawan yang juga bertugas, dan teman-teman yang bertugas di bandara," ucapnya.

Dahnil menegaskan, keberadaan Tim Linjam sangat penting untuk mendukung pelaksanaan rencana kontingensi apabila terjadi kondisi darurat karena konflik Timur Tengah.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Skema Kedaruratan, Petugas Haji Kloter Pertama Berisi Tim TNI-Polri

"Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian kedaruratan nanti di sana tim akan dipersiapkan," kata dia.

Misi suci bagi bangsa dan agama

Sebelum keberangkatan, Dahnil menyampaikan pesan agar seluruh petugas haji menguatkan komitmen untuk menjalankan tugas mulia bagi bangsa dan agama di Tanah Suci.

"Ini adalah misi suci buat diri anda semuanya, buat keluarga anda, buat bangsa dan tentu buat agama. Ini adalah kebanggaan yang harus kita tunaikan. Hari ini anda akan berangkat, ada harapan dari banyak orang," ujar Dahnil.

Dia menuturkan, Presiden RI Prabowo Subianto menaruh harapan besar kepada petugas jemaah supaya dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Menurut Dahnil, PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan haji sehingga amanah besar dari negara, jemaah haji, dan masyarakat yang tidak boleh dikhianati.

Baca juga: Sempat Terkendala, Wamenhaj Pastikan Masalah Visa Petugas Haji Rampung

"Banyak harapan dititipkan pada kita. Ujung tombak dari suksesnya haji 2026 ini adalah Anda semuanya," tutur dia.

Keberagaman jemaah

Dahnil mengungkapkan, banyak jemaah yang rela menabung bertahun-tahun, menjual tanah dan sawah demi bisa menunaikan ibadah haji.

Ia meminta petugas haji membalas perjuangan dari jemaah haji Indonesia dengan pelayanan yang maksimal dan penuh empati.

"Sebagian besar jemaah itu menjual tanahnya, jual sawahnya, bahkan mereka menabung selama masa hidupnya untuk bisa naik haji. Jangan mengkhianati harapan mereka untuk bisa menunaikan naik haji dengan baik," ujarnya.

Pada haji tahun ini, terdapat jemaah lanjut usia di atas 65 tahun yang mencapai lebih dari 40.000 orang secara keseluruhan.

Baca juga: Wamenhaj Ungkap Visa Ratusan Petugas Haji Sempat Dibatalkan, Ini Alasannya

"25 persen jemaah kita itu adalah orang-orang yang sepuh, orang-orang yang tua. 177.000 dari total 203.000 jemaah reguler Indonesia itu adalah orang-orang yang dikategorikan risti atau berisiko tinggi, terutama terkait dengan kesehatan," ucapnya.

Dengan kondisi jemaah haji itu, Dahnil menekankan kepada seluruh petugas untuk menjaga amanah besar dari masyarakat dengan sebaik-baiknya.

"Jadi sahabat sekalian para petugas haji, demografi inilah yang nanti Anda layani. Maka tidak ada waktu berleha-leha," ujar dia.

Jangan flexing 

Selain berleha-leha, Dahnil mengingatkan larangan petugas haji untuk flexing atau pamer kegiatan selama di Tanah Suci ke media sosial.

"Saya berharap teman-teman petugas itu fokus pada tugasnya untuk mendampingi dan menjaga jemaah. Jadi tidak perlu tadi flexing segala macem, pamer-pamer apa namanya kegiatan," kata Dahnil.

Baca juga: Wamenhaj ke Petugas Haji: Jemaah Jual Tanah-Sawah untuk Naik Haji, Jangan Khianati mereka

Wamenhaj mendorong para petugas memanfaatkan akun media sosial mereka untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan flexing atau pamer.

Contohnya, kata Dahnil, media sosial dapat dipergunakan petugas haji untuk syiar, edukasi dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi keluarganya di Tanah Air.

"Kalau untuk syiar, saya pikir kami mendorong mereka. Tapi untuk syiar artinya mengabarkan, syiar, mengedukasi, bahkan kami menganjurkan seluruh petugas melakukan edukasi via sosial media," ucapnya.

Menurutnya, informasi positif tentang perjalanan ibadah haji bisa disampaikan para petugas yang berada di lapangan agar memberi kemaslahatan bagi publik.

Tag:  #misi #suci #dimulai #selamat #bertugas #petugas #haji #2026

KOMENTAR