3 Warga Tertembak di Puncak Papua, Anggota DPD Minta TNI dan OPM Tahan Diri
- Anggota DPD RI asal Papua Lamek Dowansiba meminta TNI dan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) saling menahan diri, menyusul insiden penembakan terhadap warga sipil di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Dia menekankan pentingnya memprioritaskan penanganan korban dalam situasi yang masih belum kondusif di lapangan.
"Untuk sementara kita berharap masing-masing harus menahan diri sehingga korban ini diurus dulu. Itu tentu menjadi harapan kita semua. Karena sampai dengan sejauh ini situasinya belum kondusif," ujar Lamek dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga: Gubernur Papua Tengah Kecam Penembakan di Puncak, 9 Warga Sipil Tewas
Lamek secara khusus menyoroti adanya anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Oleh karena itu, dia meminta semua pihak mengedepankan kepentingan kemanusiaan.
"Masing-masing bisa menahan diri sehingga warga-warga ini diurus dengan baik dulu. Di situ ada salah satu anak kecil yang memang juga menjadi korban daripada peristiwa ini," ucapnya.
Selain itu, Lamek juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan internasional terkait perlindungan warga sipil dalam keadaan konflik bersenjata.
"Sesuai dengan Konvensi Jenewa Pasal 3 tahun 1949, itu ada beberapa poin tertentu yang mengatur tentang konflik internal yang terjadi dalam negeri. Hari ini kita lihat antara OPM dengan TNI, saya pikir ini harus kemudian juga diperhatikan oleh semua pihak, terutama kelompok OPM dan TNI," tutur dia.
Baca juga: Konflik KKB di Puncak Papua Tengah Tewaskan 9 Warga Sipil, Ratusan Mengungsi
Lebih lanjut, dia turut meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pola pengamanan di Papua. Lamek juga mendorong agar pendekatan yang digunakan lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.
"Nah kita berharap mungkin pengiriman pasukan ke Papua mestinya harus juga dikurangi. Pendekatan humanis yang dibutuhkan di sana, bukan pendekatan militer," pungkasnya.
Baca juga: Gubernur Papua Tengah Jenguk Korban Penembakan di Puncak, Tanggung Penuh Biaya
Diberitakan sebelumnya, kelompok OPM dilaporkan kembali melakukan penembakan di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Sebanyak 3 warga sipil disebut menjadi korban.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan, laporan penembakan diterima dari Kepala Suku Kampung Tirineri, Dianus Enumbi, pada Rabu (15/4/2026) pagi.
Menurut dia, tiga warga yang menjadi korban terdiri dari seorang perempuan dan dua anak-anak. Ketiganya langsung dievakuasi oleh personel Satgas TNI bersama Kodim 1714/Puncak Jaya dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Puncak Jaya ke RSUD Mulia.
“Dari laporan itu, personel Satgas TNI bersama Kodim 1714/Puncak Jaya dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Puncak Jaya langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban ke RSUD Mulia,” kata Tri.
Baca juga: Setelah Setahun Dialog, Masyarakat Adat Serahkan Tanah untuk Kantor Bupati Puncak Papua
Dia menambahkan, kondisi korban saat ini dalam keadaan sadar dan masih menjalani perawatan medis.
“Untuk ketiga korban sudah sampai di RSUD Mulia dan dalam penanganan medis. Kondisinya sadar,” ujarnya.
TNI juga menyayangkan insiden kekerasan terhadap warga sipil tersebut.
“Warga sipil seharusnya dilindungi, bukannya dijadikan sasaran kekerasan,” katanya.
Pasca kejadian, TNI mengimbau masyarakat tetap waspada serta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan informasi atau kejadian serupa.
Tag: #warga #tertembak #puncak #papua #anggota #minta #tahan #diri