Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban Gempa di Jepang
Ilustrasi gempa bumi.(SHUTTERSTOCK/ANDREY VP)
09:56
21 April 2026

Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban Gempa di Jepang

- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan belum ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dari bencana gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Prefektur Aomori, Iwate, Jepang bagian Utara.

“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa,” kata Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl Mulachela, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

Nabyl mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang sedang melakukan komunikasi lebih lanjut dengan sejumlah masyarakat Indonesia khususnya di Prefecture Aomori dan Iwate, Jepang.

Baca juga: Gempa M 7,4 di Jepang Picu Tsunami, BMKG Sebut Tidak Sampai ke Indonesia

Dia mengimbau, WNI yang berada di Prefektur Aomori, Iwate, dan Hokkaido untuk terus memonitor dari dekat Tsunami Warning dan melakukan upaya-upaya sesuai dengan imbauan dari pemerintah setempat.

“Dalam keadaan darurat dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo melalui +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang Jepang utara pada Senin (20/4/2026), berpotensi menimbulkan tsunami.

Baca juga: Hogoshi Jepang Kunjungi Bapas Jakarta Barat, Pelajari Program Pembinaan Mantan Narapidana

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), potensi ketinggian gelombang tsunami mencapai tiga meter.

Dikutip dari AFP, gempa Jepang ini terjadi pada pukul 16.53 waktu setempat di perairan Pasifik, tepatnya di lepas pantai utara Prefektur Iwate.

Getaran dilaporkan cukup kuat hingga terasa sampai Tokyo yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.

JMA memperingatkan, gelombang tsunami pertama berpotensi segera mencapai pesisir utara Jepang.

Baca juga: Apa Saja yang Wapres Gibran Lakukan di Papua?

Otoritas cuaca Jepang langsung mengeluarkan imbauan evakuasi kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan.

"Segera evakuasi dari daerah pesisir dan daerah tepi sungai ke tempat lebih aman seperti dataran tinggi atau gedung evakuasi," kata JMA.

JMA lalu mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang susulan.

"Gelombang tsunami diperkirakan akan menghantam berulang kali. Jangan meninggalkan tempat yang aman sampai peringatan dicabut," imbau JMA.

Tag:  #kemenlu #pastikan #yang #jadi #korban #gempa #jepang

KOMENTAR