Mencegah Dinasti Politik Lewat Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol
Ilustrasi kolase foto ketua umum partai koalisi pemerintahan(Ilustrastor KOMPAS.com/ANDIKA BAYU)
13:30
24 April 2026

Mencegah Dinasti Politik Lewat Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

- Pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik mengemuka, yang dinilai bisa mencegah terjadinya dinasti politik.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai bahwa regenerasi kepemimpinan di partai politik bisa terjadi lewat pembatasan masa jabatan ketua umum maksimal dua periode.

"Pembatasan masa jabatan ketum parpol dinilai dapat mendorong partai menjadi lebih demokratis. Langkah ini dinilai dapat mencegah sentralisasi kekuasaan pada satu tokoh, mempercepat regenerasi kepemimpinan, dan dapat mencegah dinasti politik," ujar Jamiluddin saat dihubungi, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: PKS Sudah Batasi Masa Jabatan Ketum Maksimal 2 Periode, Sejalan Usul KPK

Ia melihat, dinasti politik menjadi salah satu persoalan urgen yang terjadi di Indonesia, baik di partai politik maupun kepemimpinan pusat dan daerah.

Oleh karena itu, ia menilai usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat baik untuk mengikis dinasti politik yang sudah mengakar di Indonesia.

"Pembatasan itu juga dapat memaksa partai untuk mempersiapkan pemimpin baru. Hal ini dapat membuat partai lebih dinamis dan.tidak tergantung pada satu figur saja," tegas Jamiluddin.

Kendati demikian, ia yakin bahwa usulan pembatasan masa jabatan ketua umum akan ditentang oleh partai politik.

Baca juga: PAN Nilai Wacana Pembatasan Masa Jabatan Ketum Partai Pelanggaran Kebebasan Berserikat

Usulan itu akan dinilai sebagai bagian dari intervensi eksternal dan membatasi kedaulatan partai politik untuk menentukan ketumnya.

"Bagi mereka, mekanisme pemilihan ketum dan masa jabatannya sepenuhnya hak internal partai. Hal itu secara tegas diatur dalam AD/ART setiap partai," ujar Jamiluddin.

Ilustrasi kolase foto Ketua Umum partai politik di DPR.Ilustrator KOMPAS.com/ANDIKA BAYU Ilustrasi kolase foto Ketua Umum partai politik di DPR.

Ketum Parpol Maksimal 2 Periode

Sebelumnya, KPK mengusulkan agar ketua umum partai politik paling lama menjabat sebagai pucuk pimpinan selama maksimal dua periode.

Usulan pembatasan masa jabatan ketum partai politik itu disampaikan Direktorat Monitoring KPK dalam kajiannya terkait tata kelola partai politik, yang menemukan bahwa belum ada standar sistem kaderisasi yang terintegrasi.

“Untuk memastikan berjalannya kaderisasi, perlu pengaturan batas kepemimpinan ketua umum partai maksimal 2 kali periode masa kepengurusan,” demikian keterangan Direktorat Monitoring KPK pada Rabu (22/4/2026).

Di Indonesia, setidaknya terdapat lima nama yang paling lama menduduki jabatan ketua umum partai politik. Bahkan salah satunya sudah menjabat 26 tahun sebagai ketua umum partai politik.

Baca juga: Batas Masa Jabatan Ketum Ditolak Parpol, Tak Ideal di Indonesia?

Ketum Parpol Paling Lama Menjabat

Berdasarkan catatan Kompas.com, berikut lima ketua umum partai politik dengan masa jabatan paling lama:

Megawati Soekarnoputri Jadi Ketum PDI-P Selama 26 Tahun

Nama ketua umum partai politik yang paling lama menjabat adalah Megawati Soekarnoputri, yakni selama 26 tahun.

Megawati telah memimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) selama 26 tahun, sejak pertama kali ditetapkan sebagai Ketua Umum pada periode 1999–2003.

Saat itu, PDI-P baru saja resmi berdiri pada 1 Februari 1999 setelah mengalami dualisme dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) era 1993–1999.

Kata "Perjuangan" kemudian ditambahkan oleh Megawati untuk membedakan partai ini dari PDI sebelumnya.

Masa jabatannya sebagai ketua umum akan terus bertambah, setelah PDI-P mengukuhkan Megawati sebagai ketua umum periode 2025-2030 dalam Kongres ke-6 PDI-P yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (1/8/2025).

Baca juga: KPK Ungkap Alasan Usul Masa Jabatan Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat peringatan Konferensi Asia-Afrika, Sabtu (18/4/2026) di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan.Dokumentasi Humas PDI-P. Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat peringatan Konferensi Asia-Afrika, Sabtu (18/4/2026) di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan.

Cak Imin Jadi Ketum PKB Selama 20 Tahun

Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin telah menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejak 2005.

Setelah PKB dideklarasikan pada 23 Juli 1998, Cak Imin turut aktif dan menjabat sebagai Sekjen (2000–2005), sebelum akhirnya menjadi ketua umum.

Sama seperti Megawati, masa jabatannya sebagai Ketua Umum PKB akan bertambah setelah namanya terpilih secara aklamasi sebagai pimpinan tertinggi untuk periode 2024-2029.

Baca juga: KPK Usul Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi, Demokrat: Diatur Internal Parpol

Yusril Ihza Mahendra Jadi Ketum PBB Selama 16 Tahun

Yusril Ihza Mahendra juga merupakan salah satu tokoh nasional yang masuk sebagai ketua umum partai politik terlama.

Namanya pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) selama total 16 tahun, yang dimulai pada periode 1998-2004.

Setelah itu, Yusril kembali ditunjuk sebagai Ketua Umum PBB untuk periode 2014–2019 dan 2019–2024.

Masa kepemimpinannya di PBB berakhir pada 18 Mei 2024, di mana ia digantikan oleh Fahri Bachmid yang ditunjuk sebagai Pj Ketua Umum dalam Sidang Musyawarah PBB di Jakarta.

Baca juga: Indikator: Regenerasi Ketum Partai di Indonesia Alami Kebuntuan

Surya Paloh Jadi Ketum Nasdem Selama 12 Tahun

Surya Paloh merupakan nama keempat yang terlama menjadi ketua umum partai politik. Di Partai Nasdem, ia merupakan ketua umum saat masih berbentuk organisasi kemasyarakatan pada 1 Februari 2011.

Setelah itu, organisasi kemasyarakatan Nasdem resmi menjadi partai politik dan menggelar Kongres pertamanya pada 25–26 Januari 2013.

Forum tersebut sekaligus menetapkan Surya Paloh sebagai ketua umum secara aklamasi dan masih terus memimpin hingga saat ini.

Baca juga: Pakar Sebut Parpol Disubsidi Negara, Rakyat Berhak untuk Koreksi Ketum Dipilih Berkali-kali

(DRG) Kembali Terpilih, Prabowo Subianto Jadi Ketua Umum Partai Gerindra TerlamaDok. Setpres (DRG) Kembali Terpilih, Prabowo Subianto Jadi Ketua Umum Partai Gerindra Terlama

Prabowo Subianto Jadi Ketum Gerindra Selama 11 Tahun

Nama terakhir adalah Prabowo Subianto, yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sejak 2014.

Prabowo pertama kali ditetapkan sebagai ketua umum dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Cibinong, Jawa Barat, pada 20 September 2014.

Ia menggantikan Suhardi, ketua umum Partai Gerindra sebelumnya yang wafat pada 28 Agustus 2014.

Nama Prabowo sendiri merupakan salah satu tokoh penting dari Partai Gerindra yang berdiri pada 6 Februari 2008.

Tag:  #mencegah #dinasti #politik #lewat #pembatasan #masa #jabatan #ketum #parpol

KOMENTAR