Qodari Di-reshuffle Jadi Kepala Bakom: Presiden Melihat Akumulasi Pengalaman
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, M Qodari.(YouTube Sekretariat Presiden)
16:34
30 April 2026

Qodari Di-reshuffle Jadi Kepala Bakom: Presiden Melihat Akumulasi Pengalaman

- Muhammad Qodari menjadi salah satu nama yang terkena reshuffle oleh Presiden Prabowo Subianto.

Qodari yang sebelumnya Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), kini ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Ia menilai, Prabowo menunjuknya sebagai Kepala Bakom RI karena pengalaman dan kapasitasnya selama bertugas di KSP.

Baca juga: Peneliti: Reshuffle Kabinet Perlu Sentuh Akar Masalah untuk Optimalkan Kinerja

"Barangkali Presiden melihat ada akumulasi pengalaman di situ yang semakin relevan untuk posisi-posisi yang kemudian ditugaskan kepada saya," ujar Qodari dalam program Satu Meja; The Forum Kompas TV, dikutip Kamis (30/4/2026).

Qodari menceritakan bahwa sebelum bergabung Kabinet Merah Putih, ia selalu berada di luar pemerintahan.

Dalam momen tersebut, hal tersebut memberinya pengalaman yang menjadi pembelajaran baginya dalam hal komunikasi.

Baca juga: Tak Ada yang Keluar Kabinet Prabowo di Reshuffle Pengujung April...

Atas berbagai pengalamannya itu, ia menilai hal tersebut menjadi pertimbangan Prabowo menunjuknya pertama kali sebagai Wakil Kepala KSP.

"Kalau bicara KSP kan tugasnya satu, mengendalikan program-program prioritas. Kemudian yang kedua mengelola isus-isus strategis," ujar Qodari.

"Nah waktu itu ada tugas dari Bapak Presiden, yaitu membantu proses komunikasi," sambungnya.

Ia meyakini, Prabowo melihat kapasitas dan pengalamannya itu sebelum akhirnya menunjuknya sebagai Kepala Bakom RI menggantikan Angga Raka Prabowo.

"Saya melihat akumulasi dari proses itu yang mungkin membuat Presiden memberikan penugasan baru sebagai Kepala Badan Komunikasi ini," ujar Qodari.

Baca juga: Usai Reshuffle, Nasdem Harap Kinerja Pemerintahan Prabowo Makin Baik

Sebelumnya, Qodari menyoroti soal perbedaan penyampaian komunikasi era 10 tahun lalu dengan sekarang.

Menurut dia, penyampaian komunikasi atau informasi zaman dahulu biasanya disampaikan lewat media massa yang resmi. Di era sekarang, komunikasi dan informasi dapat dilakukan lewat media sosial (medsos).

"Kita ini sekarang hidup di era yang sangat berbeda dengan 10-20 tahun yang lalu ya. Komunikasi di era sekarang ini bukan komunikasi seperti 10-20 tahun yang lalu di mana informasi-informasi, apalagi informasi pembangunan semuanya lewat media massa resmi. Sekarang juga ada yang namanya medsos. Yang namanya berita dan informasi itu hanya sejarak jempol saja," kata Qodari, dalam acara serah terima jabat di Kantor Bakom RI, Jakarta, Selasa (27/4/2026).

Baca juga: Di-reshuffle Jadi Wamenko Pangan, Hanif Faisol: Pertimbangan Presiden Tentu Dalam

Di tengah masifnya informasi saat ini, menurut dia, Bakom RI perlu aktif melakukan komunikasi.

"Memang ya kita harus aktif berkomunikasi karena informasi itu kalau kita diam, dia akan terus datang kepada kita. Jadi kita harus melakukan perimbangan, memberikan perspektif dan pandangan-pandangan," ucap Qodari.

Tag:  #qodari #reshuffle #jadi #kepala #bakom #presiden #melihat #akumulasi #pengalaman

KOMENTAR