Buka-bukaan Kemensos soal Pengadaan Sepatu Rp 27 Miliar yang Disorot KPK
Kementerian Sosial (Kemensos) membongkar pengadaan anggaran sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang disebut mencapai angka fantastis senilai Rp 27 miliar.
Dalam klarifikasinya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa anggaran Rp 27 miliar tersebut hanya perencanaan awal, bukan angka sebenarnya.
Ia juga membongkar pengadaan anggaran sepatu untuk siswa dan guru Sekolah Rakyat yang tidak ada sangkut pautnya dengan foto bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah.
Terkait polemik anggaran sepatu Sekolah Rakyat ini, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Joko Pramono juga ikut merespons ihwal potensi adanya celah korupsi.
Baca juga: Mensos: Setiap Siswa Sekolah Rakyat Dapat 4 Pasang Sepatu
Anggaran Rp 27 miliar baru perencanaan awal
Gus Ipul mengatakan, anggaran Rp 27 miliar untuk sepatu tersebut masih berupa perencanaan awal yang telah ditetapkan.
Selanjutnya, Kemensos baru akan melakukan proses pengadaan yang angkanya lebih turun alias lebih murah dari anggaran perencanaan awal.
"Proses pengadaan ini dilelang secara terbuka dan nanti hasilnya pasti lebih murah dari perencanaannya," kata Gus Ipul saat ditemui di lokasi proyek Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Senin (4/5/2026).
"Kalau sekarang disebut Rp 700.000 (per sepatu), nanti bisa hasilnya jauh di bawah itu. Nanti kan akan ada proses lelang, saya tidak terlalu mengerti detail tentang proses lelang itu," ucapnya.
Oleh karena itu, Gus Ipul telah memperingatkan anggotanya di Kementerian Sosial (Kemensos) untuk tidak memainkan anggaran agar program tersebut berjalan dengan baik.
Baca juga: Gus Ipul Bongkar Anggaran Pengadaan Sepatu Siswa Sekolah Rakyat, Benarkah Rp 27 Miliar?
"Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobi, titipan, rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpan dalam proses pengadaan," jelasnya.
Pemberian Khofifah
Foto Gus Ipul bersama Khofifah dengan cepat menjadi viral di media sosial setelah diketahui harga sepatu yang diberikan ke siswa Sekolah Rakyat hanya Rp 100.000-an.
Gus Ipul menegaskan sepatu tersebut merupakan pemberian dari Khofifah, bukan pengadaan dari Kemensos.
"Jadi bukan itu yang dimaksud sepatu (Sekolah Rakyat), itu diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat oleh Gubernur Jatim, bukan pengadaan dari Kemensos," jelas Gus Ipul.
Gus Ipul memahami kalau foto tersebut menjadi buah bibir masyarakat karena dinarasikan pengadaannya bernilai tinggi.
"Supaya tidak jadi salah paham ya, di media sosial itu kan fotonya apa, programnya apa, jadi orang bingung. Jadi fitnah enggak karu-karuan ini," ucapnya.
Baca juga: Klarifikasi Gus Ipul soal Foto Bareng Khofifah Beri Sepatu Rp 27 Miliar ke Siswa Sekolah Rakyat
Karena sepatu tersebut merupakan pemberian dari Khofifah, Gus Ipul mengaku tidak mengetahui berapa jumlahnya.
Ia menegaskan kembali bahwa sepatu tersebut bukan bersumber dari anggaran Kemensos dan pabrik pembuat sepatu itu juga tidak menjalin kerja sama dengan Kemensos.
"Jadi ini supaya enggak salah paham di media sosial itu kan sampai pabrik sepatunya klarifikasi, 'saya enggak ikut-ikut' katanya, ya memang enggak ikut," tuturnya.
Berikut harga pengadaan sepatu siswa dan guru Sekolah Rakyat:
- Sepatu PDL siswa: Rp 700.000
- Sepatu SMP dan SMA: Rp 700.000
- Sepatu PDH SD: Rp 700.000
- Sepatu olahraga (siswa dan guru): Rp 500.000
- Sepatu PDH guru: Rp 700.000
- Sepatu harian SD: Rp 500.000
- Sepatu SMP dan SMA: Rp 500.000
- Kaos kaki: -
Harga realisasi:
- Sepatu PDL siswa: Rp 640.000
- Sepatu SMP dan SMA: Rp 610.00
- Sepatu PDH SD: Rp 590.000
- Sepatu olahraga (siswa dan guru): Rp 447.000
- Sepatu PDH guru: Rp 625.000
- Sepatu harian SD: Rp 250.000
- Sepatu SMP dan SMA: Rp 300.000
- Kaos kaki: Termasuk dalam pengadaan sepatu
Baca juga: Respons KPK soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar
Bersedia audit
Menurut Gus Ipul, anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat tahun 2025 telah berjalan sesuai prosedur Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Pengadaan sepatu, kata Gus Ipul, juga melalui mekanisme resmi dengan penanggung jawab dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau Pokja, termasuk penetapan pagu anggaran yang telah melalui survei dan mekanisme.
"Penanggung jawabnya adalah tentu PPK atau Pokja. Mereka yang bertanggung jawab untuk itu. Prosesnya dilakukan dengan pagu yang sudah ditetapkan setelah melalui survei atau lebih sederhananya setelah melalui mekanisme yang ada," jelasnya.
Ia mempersilakan BPK melakukan audit anggaran di lingkungan Kemensos jika memang ditemukan adanya pengadaan yang tidak memenuhi standar.
"Boleh diaudit, boleh dicek, selebihnya apakah ini memenuhi standar atau belum, nanti akan ada proses. Supaya enggak salah, supaya enggak keliru," jelasnya.
Baca juga: Ramai Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700.000 Per Pasang, Mensos: Masih Perencanaan
Respons KPK
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Joko Pramono akhirnya merespons perihal pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang mencapai Rp 27 miliar atau Rp 700.000 per pasang itu.
Agus menjelaskan, KPK masih mempelajari persoalan tersebut untuk mencegah adanya potensi korupsi.
"Kalau dalam konteks pencegahan bisa," ujar Agus di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Meski begitu, KPK tidak hanya berfokus pada alas kaki daripada siswa Sekolah Rakyat saja.
"Tetapi kita sedang mempelajari seluruh proses, tidak hanya cakupan kepada kaus kaki atau apa tidak, tapi seluruh proses," imbuhnya.
Tag: #buka #bukaan #kemensos #soal #pengadaan #sepatu #miliar #yang #disorot