Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
Suasana di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). (Suara.com/Dinda)
08:16
7 Mei 2026

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga dan pengurus lingkungan Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan, memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan yang menyebutkan puluhan rumah di kawasan tersebut dijual massal akibat pemilik trauma banjir.

Warga menilai narasi tersebut menyudutkan dan merusak citra lingkungan yang selama ini dianggap nyaman dan rukun.

Ketua RW 06 Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Boy Irvan, menyatakan keberatannya terhadap narasi yang menyebut perumahan mereka ditinggalkan penghuninya.

Ia menegaskan bahwa rumah yang dijual di kawasan tersebut tidak berkaitan langsung dengan intensitas banjir, melainkan faktor demografis sebagai perumahan lama.

Ia menjelaskan bahwa dari total sekitar 780 rumah di wilayahnya, jumlah rumah yang dipasangi papan atau spanduk dijual masih dalam batas wajar dan bukan merupakan fenomena eksodus massal.

“Kalau seandainya ada rumah dijual sekitar 20 itu masih make sense. Karena kan persentasenya jauh kan, kecuali separuh dari rumah dijual, separuh dari rumah dikosongin, nah itu baru tanda tanya,” ujar Boy Irvan, Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren terlihat ramai lalu-lalang kendaraan keluar masuk perumahan. Perumahan terlihat masih banyak berpenghuni.

Faktor Pensiunan

Mayoritas penghuni Perumahan Taman Mangu Indah adalah para pensiunan dari berbagai instansi seperti Pajak, TNI, dan Polri yang telah menetap sejak tahun 1970-an. Hal ini menjadi alasan utama adanya rumah yang kosong atau dijual oleh ahli waris.

“Kalau jual rumah emang udah dari dulu sih. Sebelum banjir juga emang udah... karena orangnya udah pada nggak ada. Kan ini kan kebanyakan kan rumah-rumah para pensiunan. Sudah lama tinggal di sini, tinggal anak-anaknya,” jelas salah satu satpam di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Dias.

"Mereka udah punya rumah di mana, akhirnya rumah ini kan kosong," katanya menambahkan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 06 Boy Irvan juga menambahkan bahwa fenomena rumah dijual tersebut lebih banyak merupakan "jual santai".

“Ada yang masih ditempatin ada tulisan dijual, mereka itu jual-jual santai gitu loh. Ada yang beli syukur, enggak ya udah gitu,” kata dia.

Suasana di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). (Suara.com/Dinda)Suasana di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). (Suara.com/Dinda)

Klarifikasi Riwayat Banjir: Imbas Proyek BXC dan Tanggul Seberang

Terkait isu banjir, Pak RW menjelaskan bahwa meski daerah tersebut memiliki riwayat banjir, namun intensitasnya biasanya dalam siklus panjang, bukan setiap saat.

Ia menunjuk pembangunan tanggul dan masalah teknis di wilayah RW 12, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Perumahan Taman Mangu Indah sebagai pemicu memburuknya situasi belakangan ini.

“Dulu sih tetep banjir, warga banjir cuma kan karena lima tahunan kayak gitu dan saya rasa kita juga paham juga wilayah lain juga sama aja ngalamin juga kan. Beberapa tahun sekali doang gitu nggak yang tiap tahun banjir gitu kan. Ini kan imbasnya itu satu dari Kali BXC, kedua dari pendangkalan akibat sana, kali itu, dua faktor utama yang air suka meluap ke sini gitu,” jelas Ketua RW 06.

Boy juga bercerita terkait fenomena air meluap (luber) yang terjadi baru-baru ini.

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kerusakan infrastruktur di wilayah tetangga.

“Kalau lagi tinggi sama aja. Tapi kalau untuk luber itu, kemarin sempat luber itu belum pernah tadinya. Cuma kan karena ada tanggul jebol di seberang, yang perumahan Ceger itu ya. Nah, karena dia jebol akhirnya kalinya tinggi luber. Tapi waktu dia itu nggak jebol sini nggak luber,” tegas Ketua RW 06.

Alasan Warga Tetap Betah: Harga Masuk Akal dan Lingkungan Rukun

Meskipun diterpa isu miring, warga menyatakan tetap betah tinggal di Taman Mangu Indah. Faktor luas tanah, harga properti yang kompetitif, serta sistem keamanan menjadi alasan utama kawasan ini tetap menjadi pilihan hunian yang ideal.

“Adalah sulit mencari rumah yang harganya make sense dengan luas di sini. Sini sampai yang 300 meter juga ada. Jadi termasuk rumahnya luas-luas, udah gitu juga jalannya kan semuanya udah dicor sampai ke belakang udah dicor," kata dia.

"Pengamanannya satu pintu, kalau ada tamu harus ninggalin KTP. Nah itu ngebantu untuk komplek-komplek sekitar sini banyak jadi percontohan sih sini,” Boy menambahkan.

Selain faktor fisik bangunan, kerukunan antarwarga menjadi nilai tambah yang membuat penghuni enggan pindah. Pengurus lingkungan secara rutin mengadakan kegiatan edukasi dan sosial.

“Komplek ini termasuk rukun ya orangnya. Jadi kayak tadi nih saya sebenernya abis ngumpul dengan warga di Taman Blok B mengedukasi. Kita Taman Blok B itu adalah ada perpustakaannya jadi edukasi. Kalau malem biasanya saya di belakang, Blok H. Jadi kompak warganya sih,” pungkas Pak RW.

Warga menyesalkan adanya pemberitaan yang menyamaratakan kondisi Perumahan Taman Mangu Indah tanpa melihat fakta di lapangan.

“Kedua juga dengan adanya berita (dari media lain) kemarin tentu saja ya kecewa karena kan mempengaruhi sini juga karena sebutnya Taman Manggu Indah aja kan, padahal Taman Manggu Indah itu ada dua kan, sana (Kelurahan Jurang Mangu Barat) sama sini (RW 06),” tutupnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Editor: Dwi Bowo Raharjo

Tag:  #warga #perumahan #taman #mangu #indah #bantah #banyak #rumah #dijual #akibat #banjir

KOMENTAR