Kakorlantas Polri Mengaku Tak Pernah Tidur Saat Jalankan Pengamanan Mudik
- Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengaku nyaris tidak memiliki waktu istirahat selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Beliau (Kapolri -red) baru tahu, kalau Kakorlantas selama operasi itu tidak pernah tidur,” kata Agus saat temu media (media gathering) di GOR Universitas Negari Jakarta, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Operasi Ketupat 2026 Selesai, Kapolri Perpanjang Pengamanan 3-4 Hari ke Depan
Menurut Agus, selama operasi berlangsung tidak ada hari libur maupun waktu istirahat karena pengamanan arus mudik dan balik merupakan tugas negara.
Ia mengatakan Operasi Ketupat 2025 sebelumnya disebut Presiden sebagai “operasi terbaik sepanjang sejarah”.
Penilaian itu, kata Agus, menjadi tantangan bagi Korps Lalu Lintas pada tahun berikutnya.
“Saya ditanya sama Pak Kapolri, ‘Pak Kakor, tahun 2025 itu berhasil dengan baik, bisa enggak dipertahankan?’. ‘Mohon izin Pak Kapolri, saya tidak bisa mempertahankan, yang saya bisa adalah meningkatkan’,” ucap dia.
Baca juga: Polri Catat 1.288 Kasus Kejahatan di Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026
Agus menyebut salah satu faktor yang membuat Operasi Ketupat 2026 berjalan lancar ialah koordinasi antara kepolisian, pemangku kepentingan, dan media.
Arus mudik tertinggi sepanjang sejarah
Menurut Agus, arus mudik kemarin menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Dalam sehari, tercatat 270.315 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju Trans Jawa, Trans Sumatera, dan wilayah Jawa Barat.
Meski volume kendaraan meningkat, Agus menilai arus lalu lintas tetap dapat dikendalikan karena informasi dari kepolisian dan para pemangku kepentingan tersampaikan dengan cepat kepada masyarakat melalui media.
Ia menegaskan indikator keberhasilan operasi bukan semata kecepatan kendaraan, melainkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
“Jadi, Alhamdulillah, di Operasi Ketupat 2026 ini juga kita bisa menurunkan angka fatalitas korban meninggal dunia 31,39%. Ini angka yang luar biasa. Termasuk juga bisa menurunkan angka peristiwa kecelakaan sebesar 5,31%. Ini bagian daripada indikator-indikator,” ungkap dia.
Menurut Agus, pengamanan Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga memastikan rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri berjalan aman, termasuk perayaan Nyepi.
Ia menyebut ada lima klaster pengamanan selama operasi berlangsung, yakni jalan arteri dan nasional, jalan tol, simpul transportasi seperti pelabuhan, bandara, terminal, dan stasiun, tempat ibadah, serta lokasi wisata.
Baca juga: Menag Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Singgung Kedekatan dengan Idul Fitri Bukan Kebetulan
Selain itu, Agus mengatakan Korps Lalu Lintas kini mulai menggunakan teknologi digital melalui predictive traffic policing untuk mengelola pergerakan kendaraan selama musim mudik.
Menurut dia, sekitar 3,5 juta kendaraan keluar dari Jakarta melalui jalan tol selama arus mudik, sedangkan sekitar 3,4 juta kendaraan kembali ke Jakarta saat arus balik.
Jumlah itu belum termasuk kendaraan yang melintas di jalur arteri maupun jalur alternatif.
Tag: #kakorlantas #polri #mengaku #pernah #tidur #saat #jalankan #pengamanan #mudik