Prabowo Tantang Transisi ASEAN ke Energi Terbarukan: Apakah kita Siap?
Presiden RI Prabowo Subianto dalam momen KTT ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026). (Dok. Setpres)
20:42
7 Mei 2026

Prabowo Tantang Transisi ASEAN ke Energi Terbarukan: Apakah kita Siap?

- Presiden Prabowo Subianto menantang kesiapan negara-negara ASEAN untuk beralih dari energi fosil ke energi terbarukan yang lebih bersih.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut? Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Prabowo di forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Prabowo di KTT ASEAN: Energi Jadi Isu Mendesak Saat Timur Tengah Tak Stabil

Menurutnya, tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur belum dimanfaatkan secara optimal di kawasan BIMP-EAGA.

Selanjutnya, Prabowo mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan.

Beberapa langkah yang disoroti antara lain pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

Prabowo pun mencontohkan sejumlah langkah yang tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengembangan energi surya.

“Kecepatan penuh, tenaga surya 100 GW, ajak teman-teman kita, tingkatkan infrastruktur energi kita, kita memiliki potensi,” ucap Prabowo.

Baca juga: Prabowo, Maung, dan Rasa Bangga Diaspora Indonesia di Filipina

Energi jadi isu mendesak kini

Prabowo menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan utama yang mendesak untuk dihadapi bersama di tengah dinamika situasi keamanan Timur Tengah.

“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Prabowo.

Baca juga: Ketahanan Energi ASEAN: Dari Turbulensi Global Hingga Transisi Energi

Prabowo menjelaskan, kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan

Selain pengembangan energi, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi dapat berjalan lebih efisien di kawasan.

Sementara itu, Prabowo menegaskan bahwa selain ketahanan energi, ketahanan pangan juga menjadi isu mendasar yang harus menjadi perhatian bersama negara-negara BIMP-EAGA dalam menjaga kesejahteraan masyarakat kawasan.

Tag:  #prabowo #tantang #transisi #asean #energi #terbarukan #apakah #kita #siap

KOMENTAR