Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
Kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga menyusutnya wilayah kelola masyarakat adat masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Indonesia.
Di banyak wilayah, komunitas lokal kerap menghadapi keterbatasan dukungan untuk menjaga hutan, sumber air, dan ekosistem yang menjadi ruang hidup mereka.
Merespons kondisi tersebut, Program Hibah Kecil Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF-SGP) Indonesia membuka pendaftaran proposal ICCA-GSI Phase 2 bagi organisasi masyarakat sipil, komunitas adat, hingga kelompok masyarakat lokal di Indonesia.
Program ini didukung Pemerintah Jerman melalui BMUV IKI dan diimplementasikan bersama United Nations Development Programme (UNDP), yakni lembaga pembangunan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang fokus pada isu pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, lingkungan, dan penguatan masyarakat.
Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2. (Dok. Istimewa)Melalui program ini, GEF-SGP Indonesia mendorong perlindungan wilayah kelola masyarakat adat dan komunitas lokal atau Indigenous Peoples’ and Local Communities Conserved Territories and Areas (ICCAs).
Pendaftaran dibuka hingga 14 Mei 2026 pukul 23.59 WIB. Program hibah ini mendukung inisiatif konservasi berbasis komunitas, seperti perlindungan biodiversitas, restorasi ekosistem, agroforestri, ekowisata berbasis masyarakat, hingga penguatan ekonomi hijau.
Wilayah prioritas program meliputi DAS Bodri di Jawa Tengah, DAS Balantieng di Sulawesi Selatan, Suaka Margasatwa Nantu di Gorontalo, serta Pulau Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.
Calon pendaftar diwajibkan melengkapi dokumen seperti TOR, proposal program dan keuangan, timeline kegiatan, serta CV tim pengusul dalam Bahasa Indonesia atau Inggris.
Proposal dapat dikirim melalui email [email protected] hingga batas akhir pendaftaran.
Tag: #jaga #wilayah #kelola #adat #indonesia #buka #proposal #hibah #icca #phase