Pemerintah Diminta Gerak Cepat Antisipasi Hantavirus, Perkuat Deteksi-Edukasi
Perkembangan terbaru wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan proses evakuasi pasien mulai dilakukan pada Rabu (6/5/2026). Saat dibawa ke ambulans, pasien sudah dibekali dengan baju tertutup rapat.(WHO)
16:18
8 Mei 2026

Pemerintah Diminta Gerak Cepat Antisipasi Hantavirus, Perkuat Deteksi-Edukasi

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem deteksi dini menyusul munculnya kasus Hantavirus di sejumlah wilayah Indonesia.

Netty megnatakan, laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang mencatat sedikitnya 23 kasus Hantavirus dengan tiga kematian dalam tiga tahun terakhir tidak boleh dianggap remeh.

"Walaupun jumlah kasusnya belum besar, tingkat fatalitas yang mencapai 13 persen tidak boleh dianggap ringan. Pemerintah harus bergerak cepat memperkuat deteksi dini, surveillance, dan edukasi kesehatan masyarakat," kata Netty dalam keterangannya, Jumat (9/5/2026).

Baca juga: Apakah Hantavirus Ada di Indonesia? Ini Penjelasan Kemenkes

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta Kementerian Kesehatan memperkuat sistem surveillance epidemiologi dan kesiapan fasilitas kesehatan, terutama di daerah yang sudah teridentifikasi memiliki kasus.

"Tenaga kesehatan perlu mendapatkan penguatan kapasitas agar mampu mengenali gejala secara cepat, melakukan diagnosis dini, serta mencegah keterlambatan penanganan," kata Netty.

Ia menekankan pentingnya komunikasi risiko yang tepat kepada masyarakat agar publik tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.

Netty menjelaskan, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang penularannya berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan dan paparan tikus yang terinfeksi.

Baca juga: Wabah Hantavirus Berbeda dengan Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

Kondisi lingkungan padat penduduk, pengelolaan sampah yang buruk, serta sanitasi yang belum optimal dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

"Ini menjadi alarm penting bahwa kesehatan masyarakat tidak bisa dipisahkan dari kualitas lingkungan. Pencegahan harus dimulai dari pengendalian faktor risiko di masyarakat," ucap dia.

Netty juga berpesan kepada masyarakat untuk rutin membersihkan rumah dan tempat penyimpanan makanan, serta menggunakan pelindung saat membersihkan area yang banyak kotoran tikus.

Selain itu, penguatan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah juga perlu dilakukan untuk pengendalian populasi tikus, perbaikan sanitasi, dan pengelolaan sampah.

"Kita tidak boleh menunggu kasus membesar baru bertindak. Prinsip kesehatan masyarakat adalah mencegah sebelum menjadi wabah," kata dia.

Hantavirus

Sebelumnya, terdeteksi wabah hantavirus di atas kapal pesiar mewah MV Hondius milik operator Oceanwide Expeditions.

Virus itu telah menyebabkan para pelancong mengisolasi diri di kamar mereka dan memicu upaya pelacakan kontak yang intensif.

Strain virus Andes, yang diidentifikasi oleh otoritas kesehatan sebagai penyebab wabah di kapal pesiar tersebut, adalah satu-satunya strain yang diketahui mampu menular antar manusia. 

Baca juga: Pemerintah Diminta Siapkan SOP Penanganan Hantavirus di Faskes

Dikabarkan, tiga penumpang meninggal dunia dan beberapa lainnya jatuh sakit setelah wabah terjadi di kapal yang berangkat dari Argentina awal bulan lalu tersebut.

Sejumlah pakar kesehatan masyarakat tidak memperkirakan akan terjadi pandemi global berikutnya sepertu Covid-19.

Meski demikian, mereka menekankan masalah ini tetap perlu ditanggapi dengan serius.

Mereka memperingatkan bahwa dengan masa inkubasi virus yang berlangsung berminggu-minggu, besar kemungkinan akan ada lebih banyak kasus.

Tag:  #pemerintah #diminta #gerak #cepat #antisipasi #hantavirus #perkuat #deteksi #edukasi

KOMENTAR