JK Diserang Isu Miring, Aliansi Ormas Islam: Mungkin Mau Dirusak
Tudingan miring yang menyerang mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memicu reaksi keras dari Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama.
Juru Bicara Aliansi, Syaefullah Hamid, secara terbuka mencurigai adanya agenda sistematis untuk merusak reputasi tokoh perdamaian tersebut.
Kecurigaan ini mencuat menyusul viralnya potongan video ceramah JK yang dibahas dalam podcast Ade Armando, serta unggahan di media sosial oleh Permadi Arya (Abu Janda) dan Grace Natalie.
Syaefullah menilai, ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan besarnya andil JK dalam sejarah perdamaian Indonesia, mulai dari Perjanjian Malino I dan II hingga perdamaian di Poso, Ambon, dan Aceh.
"Bagi mereka, tidak baik kalau (andil besar) itu melekat pada diri Pak JK. Mungkin mau dirusak," ujar Syaefullah dalam podcast di Forum Keadilan TV, dikutip Senin (11/5/2024).
Syaefullah melihat serangan ini bukan kejadian acak, melainkan sebuah rangkaian.
Ia mengkhawatirkan dampak bola salju jika fitnah terhadap JK terus dibiarkan, karena hal itu berpotensi memicu reaksi balasan dari para simpatisan.
"Jangan sampai umat Kristiani terprovokasi dan pendukung Pak JK yang bersimpati melawan," tegas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah tersebut.
Lebih jauh, ia menyoroti latar belakang para sosok yang menyerang JK. Ia mencatat bahwa figur-figur tersebut memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.
"Paling tidak sampai hari ini kita lihat mereka masih berada di sisi kekuasaan," tuturnya.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menduga adanya kaitan antara laporan polisi terhadap dirinya dengan langkah hukum yang ia ambil sebelumnya terhadap Rismon Sianipar. (Suara.com/Bagaskara)Sebagai informasi, potongan ceramah JK sempat viral dan menjadi sorotan warganet usai diunggah Ade Armando dan politikus PSI Grace Natalie, dan Adapun Permadi Arya. Diketahui, ketiganya juga sudah dilaporkan 40 ormas Islam ke Bareskrim Polri.
Diketahui Ade Armando dan Grace saat ini menduduki posisi strategis di BUMN. Ade menjabat sebagai Komisaris PT PLN Nusantara Power, sementara Grace menjabat sebagai Komisaris MIND ID.
Adapun Permadi dikenal sebagai pegiat media sosial yang merupakan pendukung setia Presiden ke-7, Joko Widodo.
Meski mengkritik tajam tindakan ketiga tokoh tersebut, Syaefullah enggan menuding pemerintah secara langsung. Ia masih menaruh kepercayaan bahwa tindakan tersebut bukan representasi dari kebijakan negara.
"Kita berprasangka baik terhadap pemerintah. Bahwa pemerintah ingin menjalankan pemerintahan dengan nalar yang baik," ungkapnya.
Namun, ia memberikan peringatan keras mengenai bahaya penyebaran potongan video ceramah yang dipotong tanpa konteks utuh. Menurutnya, hal ini bisa menjadi sumbu pendek yang mengancam kerukunan beragama di Indonesia.
"Kita anggap biasa-biasa, tapi kemudian meledak, bisa juga menjadi ledakan yang sangat besar," kata dia.
Selain itu ia mendesak agar konten-konten provokatif tersebut segera diantisipasi sebelum menimbulkan salah paham yang lebih luas di berbagai wilayah Indonesia dengan karakteristik masyarakat yang berbeda-beda.
Reporter : Cornelius Juan
Tag: #diserang #miring #aliansi #ormas #islam #mungkin #dirusak