Makna di Balik Maung Tunggangan Prabowo di KTT ASEAN Filipina
Mobil Maung MV3 Garuda Limousine menjadi pemandangan baru dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Cebu, Filipina, dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN.
Mobil berwarna putih itu menjadi tunggangan prabowo selama berada di Cebu, sejak mendarat pada Kamis (7/5/2026) hingga akhir rangkaian KTT ASEAN.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Maung sengaja diboyong ke Filipina untuk menunjukkan kemajuan industri Indonesia.
Baca juga: Prabowo Naik Mobil Maung di Luar Negeri untuk Pertama Kalinya
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia," kata Teddy dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Teddy mengatakan, mobil Maung buatan dalam negeri itu juga menjadi simbol diplomasi.
"Maung menjadi sebuah simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” ujarnya.
Perjalanan Maung menuju Cebu juga dinilai menjadi simbol kesiapan negara dalam membawa produk strategis nasional tampil di level internasional.
Baca juga: Seskab Ungkap Alasan Prabowo Bawa Maung ke Forum KTT ASEAN di Filipina
Kehadiran kendaraan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karya industri pertahanan Indonesia mampu berdiri sejajar dan dipercaya mendukung agenda kenegaraan di forum tertinggi kawasan Asia Tenggara.
Para diaspora Indonesia yang menyambut Prabowo di Filipina pun mengaku sangat bangga dengan mobil Maung tersebut.
“Hal yang spesial sih bisa melihat pemimpin yang bangga membawa produk lokal, karya anak bangsa, inovasi dan teknologi karya anak bangsa ke kancah internasional,” kata salah satu diaspora Indonesia di Filipina, Ronald Tasik, dikutip dari keterangan pers Sekretariat Presiden, Kamis.
“Sangat terkejut sekali ya, maksudnya sungguh sangat membanggakan karena mungkin Bapak ingin memperkenalkan mobil tersebut kepada negara Filipina. Jadi wow, surprise sekali. Jauh-jauh dari Indonesia dibawa ke sini,” ucap Lili Yahya, WNI lainnya.
Baca juga: Prabowo, Maung, dan Rasa Bangga Diaspora Indonesia di Filipina
Diangkut dengan Airbus A400M TNI AU
Dikutip dari siaran persSekretariat Presiden, pengiriman kendaraan taktis Maung MV3 Garuda Limousine ke Filipina diangkut menggunakan pesawat Airbus A400M milik TNI Angkatan Udara.
Dari dalam lambung pesawat Airbus A400M TNI AU, Maung MV3 Garuda Limousine dibawa langsung dari Indonesia untuk mendampingi mobilitas Presiden Prabowo selama agenda kenegaraan berlangsung.
Mobil kepresidenan produksi PT Pindad itu telah lebih dahulu tiba di Cebu pada 4 Mei 2026.
Maung MV3 Garuda Limousine merupakan varian terbaru dari keluarga Maung yang dikembangkan PT Pindad.
Baca juga: Maung Prabowo Mengaspal di Filipina Berkat Airbus A400M TNI AU
Kendaraan ini dirancang khusus dari platform MV3 sebagai kendaraan resmi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dengan standar keamanan, kenyamanan, dan performa tinggi.
Usai digunakan Presiden Prabowo selama rangkaian KTT ASEAN ke-48, Maung MV3 Garuda Limousine kembali pulang ke Indonesia menggunakan pesawat yang sama.
Spesifikasi Maung MV3 Garuda Limousine
Dalam pemberitaan Kompas.com sebelumnya, MV3 Garuda Limousine ini merupakan mobil lapis baja buatan PT Pindad.
Dari tampilan, mobil berkelir putih tersebut tampil elegan dengan pelek krom mengilap dan ornamen khas kepresidenan seperti tiang bendera serta pelat merah bertuliskan Indonesia-1.
MV3 Garuda Limousine merupakan varian pengembangan terbaru dari seri MV3.
Baca juga: KTT ASEAN di Filipina, Prabowo Hadiri Sesi Retreat Naik Mobil Maung
Desainnya dikembangkan secara langsung mengikuti arahan Presiden Prabowo, yang mendorong agar Pindad menciptakan kendaraan dinas berstandar tinggi sekaligus mencerminkan karakter bangsa.
Dari sisi tampilan, MV3 Garuda Limousine memperlihatkan karakter kuat dan identitas Indonesia yang kental.
Elemen seperti logo Garuda di gril, pelek, dan tulisan “Garuda” di bagian belakang menegaskan kebanggaan terhadap simbol nasional.
Secara dimensi, Garuda Limousine memiliki panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter.
Bobotnya mencapai 2,95 ton, sebanding dengan proteksi tinggi yang disematkan di seluruh bodi.
Meskipun berat, kendaraan ini tetap dirancang nyaman bagi kepala negara.
Pada sektor dapur pacu, Garuda Limousine ditenagai mesin bertenaga 199 TK yang dikawinkan dengan transmisi otomatis delapan percepatan.
Kecepatan maksimumnya mencapai 100 kilometer per jam, cukup untuk menunjang mobilitas presiden dengan aman dan stabil.
Baca juga: Lihat Lagi Maung Garuda Limousine, Mobil Dinas Andalan Prabowo
Material bodi mobil tersebut menggunakan composite armor yang mampu menahan tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193.
Kaca mobil berstandar antipeluru level B5/B6, sedangkan ban berukuran 21 inci tipe Run Flat Tyre (RFT) memungkinkan kendaraan tetap melaju meski dalam kondisi bocor.
Fitur eksterior lainnya termasuk automatic footstep di sisi kendaraan untuk memudahkan pijakan saat keluar-masuk kabin.
Sementara itu, logo Garuda dengan sayap mengembang menjadi elemen visual dominan, menggambarkan kekuatan dan semangat dinamis bangsa.
Baca juga: Maung Garuda Limousine: SUV Mewah dan Tangguh untuk Presiden Indonesia
Motif gril terinspirasi dari batik parang, simbol kearifan lokal yang berpadu dengan desain modern.
Di bagian belakang, knalpot ganda memperkuat kesan gagah sekaligus meningkatkan performa kendaraan.
Sementara interiornya memiliki konsep elegan dengan aksen kayu premium dan captain seat elektrik lengkap dengan leg rest.
Garuda Limousine dibekali head unit 12 inci, kamera 360 derajat, LED smart TV, lemari pendingin, serta koneksi WiFi portable, menjadikannya bukan hanya kendaraan dinas, tapi juga ruang kerja dan istirahat yang nyaman bagi kepala negara.
Tag: #makna #balik #maung #tunggangan #prabowo #asean #filipina