Hayam Wuruk Jadi Markas Judol, Pengamat Soroti Kemudahan Infrastruktur
Pakar keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan, kemudahan infrastruktur dinilai menjadi salah satu daya tarik mengapa pelaku kriminal judi online (judol) datang ke Indonesia untuk membuka kantor.
Salah satunya adalah koneksi internet di kota besar yang sudah semakin membaik.
"Artinya infrastruktur di Jakarta khususnya di gedung (Hayam Wuruk) yang bersangkutan sudah membaik," katanya dalam Obrolan Newsroom Kompas.com, Senin (11/5/2026).
Kedua adalah budaya masyarakat Indonesia yang ramah tanpa merasa curiga terhadap orang asing yang memudahkan para pekerja judol cepat diterima.
Baca juga: Mengapa Markas Judol di Hayam Wuruk Targetkan Korban Luar Negeri? Ini Penjelasan Pengamat
Hal ini terlihat dari dua bulan markas judol tersebut beroperasi, namun tak banyak masyarakat menaruh curiga dari aktivitas ratusan warga negara asing (WNA) di sekitar markas judol tersebut.
Ketiga adalah kemudahan visa. Alfons menyinggung kebijakan visa on arrival yang dengan mudah didapat saat tiba di Indonesia.
"Jadi kita belajar lagi, enggak perlu saling menyalahkan apa yang sudah terjadi," ucapnya.
Baca juga: Mengapa Indonesia Dipilih Jadi Tempat Operasi Judol Ratusan WNA? Ini Kata Pengamat
Dalam hal kasus markas judol Hayam Wuruk, dia berharap agar aparat penegak hukum, baik dari polisi maupun keimigrasian bisa bekerja sama menyelesaikan kasus ini dengan baik.
Adapun kasus markas judol di Hayam Wuruk ini terungkap setelah Polri menangkap 321 orang terkait tindak pidana judi daring jaringan internasional, Sabtu (9/5/2026).
Kemudian, pada Minggu, Polri mengumumkan 320 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) dan penahanannya dititipkan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Baca juga: Mayoritas WNA yang Ditangkap di Hayam Wuruk Masuk RI Bertujuan Jadi Pekerja Judol
Adapun 320 WNA yang ditangkap itu terdiri atas 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, tiga warga Malaysia, dan tiga warga Kamboja.
Sementara itu, seorang lainnya merupakan WNI dan diproses lebih lanjut di Bareskrim Polri.
Tag: #hayam #wuruk #jadi #markas #judol #pengamat #soroti #kemudahan #infrastruktur