Israel Cegat Misi GSF, Kemlu Masih Berusaha Kontak Kapal yang Bawa Jurnalis Republika
Salah satu kapal anggota rombongan Global Sumud Flotilla saat berlayar menuju Gaza, difoto di Pulau Koufonisi, selatan Pulau Kreta, Yunani, 26 September 2025.(AFP/ELEFTHERIOS ELIS)
20:24
18 Mei 2026

Israel Cegat Misi GSF, Kemlu Masih Berusaha Kontak Kapal yang Bawa Jurnalis Republika

- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) masih berusaha menghubungi kapal yang dinaiki oleh jurnalis Republika, Bambang Noroyono yang ikut dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) ke Gaza.

Hingga saat ini, sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap oleh militer Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

"Kapal yang membawa jurnalis atas nama Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk mengetahui status dari kapal termasuk Saudara Bambang Noroyono di kapal tersebut," ujar Juru Bicara 1 Kemlu Yvone Mewengkang dalam siaran persnya, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Kemlu Kecam Keras Israel yang Tangkap Wartawan Republika dalam Misi GSF

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI - Rumah Zakat di kapal Josef.

Kemlu mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

Israel juga didesak untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional

Kemlu sendiri telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan WNI yang ditangkap.

Baca juga: Di Forum BRICS, Indonesia Suarakan Solusi 2 Negara dan Dukungan ke Palestina

"Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan," ujar Yvone.

"Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat," sambungnya.

Kemlu turut mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang ikut dalam misi GSF.

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," ujar Yvone.

Baca juga: Pemerintah Diminta Desak PBB dan AS Lobi Israel Bebaskan Jurnalis RI yang Disandera

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan jurnalis Republika, Bambang Noroyono yang meliput misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Global Sumud Flotilla merupakan kapal dengan misi menembus Gaza untuk memberikan bantuan ke masyarakat Palestina.

Namun, militer Israel disebut telah mengintersep kapal Global Sumud Flotilla yang berada di perairan internasional, sekitar 250 mil dari Gaza.

Baca juga: Indonesia dan 12 Negara Kutuk Keras Serangan Israel ke Armada Global Sumud

"Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” bunyi pernyataan Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin dalam keterangan videonya, Senin (18/5/2026).

"Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," sambungnya menegaskan.

Tag:  #israel #cegat #misi #kemlu #masih #berusaha #kontak #kapal #yang #bawa #jurnalis #republika

KOMENTAR