Beda dengan Klaim AS, Media Iran Sebut Belum Final soal Kesepakatan
Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?(Chat GPT)
21:18
29 Mei 2026

Beda dengan Klaim AS, Media Iran Sebut Belum Final soal Kesepakatan

- Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan teks draf nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat (AS) belum final dan dikonfirmasi.

Mengutip sebuah sumber yang yang dekat dengan tim negosiasi Teheran, MoU tersebut telah diubah dalam beberapa hari terakhir dan belum final.

Sumber itu juga membantah laporan media tentang potensi kesepakatan, dengan mengatakan beberapa detailnya tidak akurat.

Baca juga: Iran Dituding Beri Ancaman Teror ke Denmark karena Dianggap Pembangkang


"Bertentangan dengan klaim sumber-sumber Barat, teks nota kesepahaman potensial tersebut belum difinalisasi maupun dikonfirmasi hingga saat ini," kata sumber itu seperti dilaporkan Tasnim Kamis (28/5/2026) malam.

Dia menambahkan bahwa Teheran belum memberitahu para mediator Pakistan tentang draf final apa pun.

Setelah teks selesai disusun, Iran akan mengumumkannya kepada mediator Pakistan dan kepada publik.

“Hingga saat itu, narasi apa pun dari sumber-sumber Barat yang mengklaim penyusunan draf telah selesai adalah tidak benar." mereka menambahkan.

Baca juga: Bantah Klaim AS, Iran Enggan Pindahkan Persediaan Uranium ke Luar Negeri

Sumber AS klaim AS-Iran sepakati kerangka awal

Sebelumnya, sumber-sumber AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kerangka kerja awal untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Kemudian memulai negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen, tetapi perjanjian tersebut masih membutuhkan persetujuan akhir dari Trump.

Baca juga: AS Larang Maskapai Iran Masuk, tapi Tetap Izinkan Haji dan Umrah

Media AS Axios juga melaporkan bahwa potensi kesepakatan AS-Iran tersebut menetapkan bahwa lalu lintas pengiriman komersial tidak dibatasi di Selat Hormuz, dan AS akan mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Termasuk melakukan negosiasi mengenai isu-isu kontroversial termasuk program nuklir Iran, tetapi kesepakatan itu masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

Ketika ditanya pada Kamis sore tentang upaya untuk mencapai kesepakatan, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada wartawan: "Kita belum sampai di sana, tetapi kita sudah sangat dekat, dan kita akan terus berupaya."

Baca juga: Trump Sebarkan Draf Damai Perang Iran ke Sekutunya, Akhir Konflik?

Vance sebut Iran dan AS membuat banyak kemajuan

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance saat membahas Ukraina.GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ANDREW HARNIK via AFP Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance saat membahas Ukraina.

Vance mengatakan AS masih bernegosiasi dengan Iran mengenai syarat-syarat kesepakatan yang mungkin terjadi antara kedua negara.

Dan masih belum jelas kapan atau apakah Trump akan menandatangani perjanjian tersebut, seraya menambahkan bahwa para negosiator telah membuat banyak kemajuan.

"Sulit untuk mengatakan secara pasti kapan, atau apakah, presiden akan menandatangani nota kesepahaman tersebut. Kami masih berdiskusi bolak-balik mengenai beberapa poin bahasa," ujarnya.

Baca juga: AS dan Iran Hampir Capai Kesepakatan, Tinggal Tunggu Trump

Vance menyebut para negosiator Iran menginginkan kesepakatan, meskipun masih membahas beberapa poin, termasuk kemungkinan pembatasan program nuklir Iran.

"Kami terus bernegosiasi dengan mereka. Kami pikir mereka bernegosiasi dengan itikad baik, dan kami membuat beberapa kemajuan," kata wakil presiden itu.

"Semoga, kami akan terus membuat kemajuan (dan) presiden akan berada dalam posisi di mana dia dapat mendukung perjanjian tersebut, tetapi jelas, itu masih belum pasti."

Tag:  #beda #dengan #klaim #media #iran #sebut #belum #final #soal #kesepakatan

KOMENTAR