AS Ingin Jadikan Kertajati Bengkel Hercules Asia, Menhub: Lahannya Cukup
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin saat memberikan keterangan terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).(KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA)
12:22
22 Mei 2026

AS Ingin Jadikan Kertajati Bengkel Hercules Asia, Menhub: Lahannya Cukup

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, lahan Bandara Kertajati di Jawa Barat, cukup memadai untuk mendukung rencana pengembangan pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat angkut berat C-130 Hercules di kawasan Asia.

Hal itu disampaikan Dudy merespons rencana pemerintah Amerika Serikat yang ingin menjadikan Kertajati sebagai pusat perawatan atau “bengkel” pesawat Hercules di wilayah Asia.

“Lahannya cukup,” jelas Dudy di Gedung DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Dudy mengatakan, rencana pengembangan fasilitas MRO itu berkaitan dengan pengadaan pesawat Hercules oleh Kementerian Pertahanan RI.

Baca juga: Menhub: Penanganan 1.638 Pelintasan Sebidang Hanya Butuh Rp 800 Miliar dari Anggaran Rp 4 Triliun

Menurut dia, dalam setiap pengadaan alat utama sistem persenjataan, pabrikan umumnya juga akan bekerja sama dalam penyelenggaraan fasilitas perawatan.

“Kalau dari Kementerian Pertahanan itu akan melakukan pengadaan Hercules, biasanya mereka akan bekerja sama termasuk di antaranya penyelenggaraan maintenance,” kata Dudy.

Dia menambahkan, jika pihak pabrikan menyetujui, maka pembicaraan lanjutan mengenai pembangunan fasilitas MRO di Kertajati kemungkinan akan dilakukan.

“Kalau memang pabrikan menyetujui ya mereka pasti sudah ada pembicaraan lebih lanjut dan lahan Kertajati masih cukup memadai kok,” jelas Dudy.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dibangunnya fasilitas MRO oleh Lockheed Martin di Kertajati, Dudy menegaskan bahwa opsi tersebut terbuka.

Baca juga: Menhub: Masih Ada 5 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur yang Dirawat

“Oh iya ya sama seperti fasilitas yang lain mungkin ya untuk MRO,” tegas dia.

Dudy memastikan Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi intens dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) terkait pengembangan fasilitas tersebut.

“Oh iya tentunya kan pasti harus ada koordinasinya, pasti kita akan berkoordinasi dengan Kemhan untuk fasilitas MRO apa pun,” ucap Dudy.

Selain rencana MRO Hercules, Dudy mengungkapkan bahwa GMF AeroAsia juga telah menunjukkan minat untuk pengembangan fasilitas di Kertajati.

“Tadi yang saya bilang GMF sudah berminat kan sudah mulai melakukan perencanaan, ya itu saja sementara ini,” pungkas dia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menawarkan Indonesia menjadi pusat MRO pesawat C-130 Hercules di Asia.

Baca juga: Menhub Ungkap KA Argo Bromo Melaju 108 Km/jam Sebelum Tabrak KRL di Bekasi Timur

Menurut Sjafrie, tawaran itu telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah memilih Bandara Kertajati sebagai lokasi pengembangan.

“Dia menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, ‘Bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami?’ Saya lapor ke Bapak Presiden, ‘kasih Kertajati’. Nah kita sedang bekerja untuk itu,” ujar Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Selasa (19/5/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan adanya rencana menjadikan Kertajati sebagai pusat MRO Hercules kawasan Asia.

Menurut Rico, pemilihan Kertajati mempertimbangkan luas lahan serta fasilitas pendukung penerbangan yang dinilai memadai.

“Diarahkan untuk mendukung Indonesia sebagai hub pemeliharaan Hercules di kawasan,” kata Rico.

Tag:  #ingin #jadikan #kertajati #bengkel #hercules #asia #menhub #lahannya #cukup

KOMENTAR