Wamenlu Soroti Krisis Air Global, Singgung Industri Digital dan Mineral Kritis
Ilustrasi krisis air global.(Dibuat dengan AI I Kompas.com/BAL)
16:50
28 Mei 2026

Wamenlu Soroti Krisis Air Global, Singgung Industri Digital dan Mineral Kritis

- Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir atau Tata menyoroti soal krisis air dalam forum internasional Dushanbe Water Conference 2026 atau DWC2026 di Dushanbe, Tajikistan, yang digelar pada 25-28 Mei 2026.

Ia pun menyoroti kebutuhan suplai air dalam industri digital serta mineral kritis.

“Air kini menjadi sumber daya strategis yang juga menopang ekonomi digital global" ucap Tata dikutip dari keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Perjuangan Warga Gili Meno Lepas dari Krisis Air Bersih

Tata menegaskan bahwa ketahanan air menjadi ujian penting bagi pembangunan berkelanjutan di tengah masih terbatasnya akses global terhadap air bersih, sanitasi layak, dan adanya tekanan baru atas kebutuhan suplai air dari industri digital serta mineral kritis.

Dalam forum ini, Indonesia pun menyerukan ketahanan air sebagai fondasi kehidupan, perdamaian dan kunci pembangunan dunia.

Ia tak memungkiri jika di masa depan air akan menjadi sumber daya yang diperebutkan.

"Jika sebelumnya konflik perebutan sumber daya berfokus pada minyak dan lahan, ke depan kompetisi global diperkirakan akan semakin berkaitan dengan penguasaan dan akses terhadap air,” ujar dia.

Baca juga: Enam Bulan Pascabanjir Bandang, Sebagian Warga Kota Padang Masih Krisis Air Bersih

Lebih lanjut, Tata menegaskan krisis air tidak dapat dipandang semata sebagai isu lingkungan atau teknis semata.

Melainkan, hal ini merupakan tantangan multidimensi yang menyangkut stabilitas, keadilan, dan masa depan tata kelola global.

Dalam merespons tantangan global terkait isu air, menurutnya, diperlukan pula sistem multilateral dan tata kelola global yang responsif dan berkeadilan.

Rangkaian Konferensi Dushanbe Water Conference merupakan inisiatif Pemerintah Tajikistan, bekerja sama dengan PBB.

Baca juga: BNPB Ingatkan soal Kemarau Panjang, Karhutla hingga Krisis Air Jadi Ancaman di Jember

Sebagai informasi, pertemuan DWC2026 bertujuan untuk memobilisasi upaya kolektif dan mendukung implementasi komitmen Water Action Agenda dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Pertemuan ini juga merupakan bagian dari proses persiapan menuju dari UN Water Conference 2026 yang akan diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 2-4 Desember 2026.

DWC2026 dihadiri wakil dari 110 negara dan 75 organisasi internasional, termasuk Utusan Sekjen PBB untuk Isu Air, Retno L.P. Marsudi.

Kehadiran Indonesia pada DWC 2026 menegaskan arti penting air dan sanitasi sebagai bagian dari agenda pembangunan strategis yang lebih luas.

Hal ini juga sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya pengelolaan sumber daya air sebagai kunci kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Tag:  #wamenlu #soroti #krisis #global #singgung #industri #digital #mineral #kritis

KOMENTAR