Cerita dari Sudut Desa Ampuah Lumpo: Merawat Sapi, Menyekolahkan Mimpi
Izzamdi melalui program pemberdayaan Dompet Dhuafa menjadi peternak yang berhasil mengantarkan anaknya ke bangku perguruan tinggi.(DOK. DOMPET DHUAFA)
13:38
30 Mei 2026

Cerita dari Sudut Desa Ampuah Lumpo: Merawat Sapi, Menyekolahkan Mimpi

- Dahulu, Izzamdi hanya seorang kuli tani dan penjual sayur dengan penghasilan yang tak menentu. Namun, garis hidupnya berubah sejak bergabung dengan Kampung Ternak Marapuyan Saiyo di Desa Ampuah Lumpo pada 2017 silam.

Lewat program pemberdayaan Dompet Dhuafa, Izzamdi kini bukan sekadar peternak. Ia adalah ayah yang berhasil mengantarkan anaknya hingga ke bangku perguruan tinggi.

“Dompet Dhuafa membantu masyarakat kami dari tahun 2017 di Desa Ampuah Lumpo. Sebelum bergabung dengan kelompok Dompet Dhuafa, saya kuli tani dan menjual sayur-sayuran," ungkap peternak tersebut.

"Setelah bergabung dengan kelompok ternak Dompet Dhuafa, kami-kami ini bisa belajar banyak dan menyekolahkan anak hingga kuliah. Bersyukur dan senang sekali Dompet Dhuafa sudah bantu banyak orang di sini, alhamdulillah juga daging kurban bisa dibagi-bagi ke pelosok-pelosok,” tambah Izzamdi.

Bagi Izzamdi dan sembilan kepala keluarga lainnya di Pesisir Selatan, setiap ekor sapi yang mereka rawat adalah titipan penuh harapan.

Semangat mereka kian berlipat saat mengetahui bahwa sapi-sapi ini akan dikirim untuk saudara-saudara yang membutuhkan di Pulau Mentawai, Solok, hingga penyintas bencana Galodo di Batu Busuk dan Agam.

Mempersiapkan Iduladha dengan baik, tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa melakukan Quality Control (QC) bagi hewan-hewan ternak domba/kambing (doka) dan sapi di kandang-kandang ternak pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa se-Indonesia.

Pada Rabu (06/05/2026) lalu, Dompet Dhuafa Singgalang (Sumatra Barat) turut melangsungkan QC di kandang Kampung Ternak Marapuyan Saiyo, Desa Ampuah Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Rangkaian QC tersebut di antaranya melakukan penimbangan bobot, memastikan usia, hingga pengecekan kesehatan hewan ternak, sesuai syariat dan standar yang telah ditentukan Dompet Dhuafa agar memenuhi syarat kurban.

Selain itu, Dompet Dhuafa juga memastikan bahwa hewan-hewan ternak yang dikurbankan adalah hewan jantan.

Baca juga: Dompet Dhuafa Dorong Kurban Tepat Sasaran, Distribusi Menjangkau Wilayah Pascabencana

Turut memantau langsung proses berjalannya QC di Kampung Ternak Marapuyan Saiyo, Novil Oksan Putra selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang.

Dia menyampaikan, Kampung Ternak Marapuyan Saiyo merupakan program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa Singgalang yang berdiri sejak tahun 2017 dan terdapat 10 anggota (KK) penerima manfaat dengan jumlah sapi 20 ekor di kandang Kampung Ternak ini.

Izzamdi melalui program pemberdayaan Dompet Dhuafa menjadi peternak yang berhasil mengantarkan anaknya ke bangku perguruan tinggi.DOK. DOMPET DHUAFA Izzamdi melalui program pemberdayaan Dompet Dhuafa menjadi peternak yang berhasil mengantarkan anaknya ke bangku perguruan tinggi.

Novil menjelaskan, “program kampung ternak ini sejalan dengan adanya program THK. Setiap tahunnya, ada kebutuhan lebih dari 50 ekor sapi saat Hari Raya Kurban untuk didistribusikan di wilayah Sumatra Barat."

"Oleh karena itu DD Singgalang menginisiasi program Kampung Ternak Marapuyan Saiyo untuk mensuplai kebutuhan penyaluran hewan kurban tersebut," tambahnya.

Ia juga mengatakan, “kampung Ternak hadir di Kabupaten Pesisir Selatan ini karena mayoritas masyarakatnya bertani, dan untuk sapi lebih mudah dikelola di daerah ini karena berlimpah pakan rumputnya."

"Pun limbah kotoran sapi kembali diolah menjadi pupuk organik bagi area pertanian. Pengelolaan Kampung Ternak ini dilakukan terpusat di satu kandang secara komunal, jadi para anggotanya juga melakukan pembagian tugas secara bergantian. Sehingga perawatan dan pengawasan terhadap hewan ternak ini sangat serius dilakukan," jelas Novil.

“Dan karena program ini juga bersumber dari dana zakat, maka mayoritas penerima manfaatnya juga dalam kategori dhuafa. Juga dengan adanya Kampung Ternak ini bisa membantu mereka untuk meningkatkan taraf ekonomi,” tambahnya.

Setiap tahunnya dalam program THK, Dompet Dhuafa mendistribusikan daging hewan kurban ke daerah minus kurban, terluar, maupun pelosok negeri (pedalaman) seperti di wilayah Lubuk Minturun, Nanggalo, Tanah Datar, Mentawai, Malalo, dan Solok.

Selain itu, daging hewan kurban turut didistribusikan sebagai dukungan dan pendampingan bagi masyarakat yang saat ini masih berjuang pasca bencana Galodo (banjir bandang) seperti wilayah Batu Busuk dan Agam, Sumatra Barat.

Baca juga: Hidupkan Kandang Kosong, Dompet Dhuafa Jateng Salurkan 50 Domba untuk Warga Tolokan

Izzamdi juga mengaku sangat bersyukur dan bisa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dari hasil merawat hewan ternak sapi bersama program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa.

“Kami pun semangat merawat ternak ini, ketika kami tahu bahwa sapi-sapi ini untuk kurban jauh di Pulau Mentawai, Solok, apalagi untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana kemarin,” tutup Izzamdi.

Tag:  #cerita #dari #sudut #desa #ampuah #lumpo #merawat #sapi #menyekolahkan #mimpi

KOMENTAR