Kemesraan Prabowo-Megawati dan Ujian PDI-P sebagai Penyeimbang Pemerintah
Senyum lebar Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri saat berpegangan tangan usai upacara Hari Lahir Pancasila di Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Dok. Setpres)
09:50
2 Juni 2026

Kemesraan Prabowo-Megawati dan Ujian PDI-P sebagai Penyeimbang Pemerintah

- Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri kembali menunjukkan keakraban, saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).

Seusai upacara, Prabowo tampak menggandeng tangan Megawati. Senyum lebar terlihat di wajah kedua tokoh yang pernah berpasangan dalam Pemilihan Presiden 2009 tersebut.

Baca juga: Daftar Mantan Presiden-Wapres Hadiri Upacara Hari Pancasila, Ada Megawati, Jokowi-SBY Absen

Momen hangat itu pun dianggap menjadi simbol persatuan yang ditunjukkan kedua tokoh bangsa di tengah dinamika politik nasional.

Namun, di balik kemesraan tersebut, muncul ujian bagi sikap dan posisi politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai partai yang hingga kini berada di luar pemerintahan

Di satu sisi, hubungan personal Prabowo dan Megawati terlihat semakin erat. Di sisi lain, publik tetap menaruh harapan agar PDI-P menjalankan fungsi check and balances terhadap pemerintah.

Momen Hangat Prabowo-Megawati

Keakraban Prabowo dan Megawati pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini terekam dalam tayangan langsung dan sejumlah foto yang diunggah Sekretariat Presiden.

Selain momen bergandengan tangan, keduanya juga terlihat menemui siswa sekolah dasar yang membawa bendera Merah Putih. Dalam foto lain, Prabowo dan Megawati tampak berada di tengah "lautan" anak-anak yang mengibarkan bendera Indonesia.

Ada pula foto yang memperlihatkan keduanya duduk berdampingan di salah satu ruangan Gedung Kementerian Luar Neger, dengan latar foto para menteri luar negeri terdahulu.

Rangkaian foto tersebut memperlihatkan kedekatan yang semakin sering ditunjukkan kedua tokoh dalam berbagai kesempatan kenegaraan, maupun pertemuan pribadi.

Baca juga: PDI-P: Kondisi Fiskal Indonesia Mengkhawatirkan, Utang Dibayar dengan Utang

Hubungan baik Prabowo dan Megawati sebenarnya bukanlah hal baru. Keduanya pernah berjuang bersama dalam Pilpres 2009, ketika Prabowo menjadi calon wakil presiden yang mendampingi Megawati.

Dalam beberapa tahun terakhir, komunikasi keduanya juga terus terjaga. Bahkan, sejumlah momen menunjukkan hubungan personal mereka semakin hangat.

Salah satunya terjadi saat peringatan Hari Lahir Pancasila pada 2 Juni 2025.

Kala itu, sebelum upacara dimulai, Prabowo tampak menggandeng tangan Megawati saat keduanya berjalan menuju holding room Gedung Pancasila.

Di dalam ruangan, suasana akrab juga terlihat ketika Prabowo menyapa Megawati dan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno yang sudah lebih dulu duduk di meja oval.

"Bu (Mega), Pak Try," kata Prabowo sambil menyalami keduanya.

Baca juga: PDI-P: Kondisi Fiskal Indonesia Mengkhawatirkan, Utang Dibayar dengan Utang

Prabowo kemudian melontarkan gurauan kepada Megawati yang menurutnya terlihat lebih kurus.

"Ibu, agak kurus, Bu. Waduh, luar biasa. Ibu kurus. Diet ibu berhasil," kata Prabowo.

Megawati pun merespons dengan santai.

"Oh iya, berhasil," ucap Megawati.

"Dietnya berhasil," imbuh Prabowo.

Perbincangan keduanya berlanjut dengan suasana penuh canda.

"Yang penting kalau pagi kopi," seloroh Prabowo.

Kehangatan serupa kembali terlihat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada 19 Maret 2026, Megawati mendatangi Istana Merdeka untuk bertemu dengan Prabowo.

Melalui akun Instagram pribadinya, Prabowo menyebutkan bahwa pertemuan tersebut sebagai bagian dari silaturahmi antarpemimpin bangsa.

"Pada hari ke-29 bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H, saya menerima Presiden Ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka," tulis Prabowo.

"Pertemuan ini melanjutkan silaturahmi antarpemimpin bangsa," lanjutnya.

Baca juga: Upacara Hari Pancasila, Sekjen PDI-P: Kita Tolak Pembungkaman Masyarakat yang Kritis

Saat itu, Megawati datang bersama putrinya yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani. Sementara Prabowo didampingi putra tunggalnya, Didit Hediprasetyo, serta Ketua Harian Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Sejumlah foto yang diunggah menunjukkan Prabowo menyambut langsung kedatangan Megawati. Bahkan, Prabowo terlihat menggandeng tangan Megawati saat naik dan turun tangga menuju ruang pertemuan.

Pertemuan tersebut semakin menguatkan kesan bahwa hubungan kedua tokoh politik itu kini berada dalam fase yang sangat baik.

Komentar PDI-P

Kehangatan yang kembali ditunjukkan Prabowo kepada Megawati dalam peringatan Hari Lahir Pancasila mendapat apresiasi dari PDI-P.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan partainya merasa terhormat atas sambutan hangat yang diberikan Prabowo kepada Megawati.

“PDI-P merasa terhormat dan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila,” ujar Hasto kepada wartawan di Sekolah Partai PDI-P.

Menurut Hasto, kehangatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa.

“Kehangatan tersebut menunjukkan semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini,” kata Hasto.

Baca juga: PDI-P Gelar Upacara Peringatan Hari Pancasila, Dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto

Dia menilai hubungan Megawati dan Prabowo selama ini dilandasi komitmen menjaga persatuan nasional, serta memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dan Ibu Megawati dan Presiden Prabowo sama-sama menunjukkan penghormatan satu sama lain sebagai tokoh bangsa yang memiliki tanggung jawab sejarah terhadap masa depan Indonesia,” ujar Hasto.

Menurut dia, semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antarkomponen bangsa, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek.

“Pancasila mengajarkan kita untuk membangun persatuan dalam keberagaman. Dalam semangat itulah hubungan baik antara Presiden Prabowo dan Ibu Megawati harus dimaknai sebagai energi positif bagi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” kata Hasto.

Singgung Tantangan Pemerintahan Prabowo

Meski mengapresiasi hubungan baik antara Prabowo dan Megawati, Hasto juga menyinggung tantangan yang sedang dihadapi pemerintahan saat ini.

Menurut dia, berbagai persoalan ekonomi, fiskal, tata kelola pemerintahan, hingga persoalan sosial yang dihadapi Presiden Prabowo merupakan akumulasi masalah yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

“PDI-P memandang penting adanya objektivitas dalam melihat situasi nasional. Berbagai tantangan ekonomi, fiskal, tata kelola pemerintahan, hingga persoalan sosial yang saat ini dihadapi Presiden Prabowo merupakan persoalan yang sebagian besar merupakan warisan dari pemerintahan Joko Widodo pada periode kedua,” kata Hasto.

Karena itu, menurut dia, tantangan yang dihadapi pemerintah tidak dapat semata-mata dibebankan kepada pemerintahan yang baru berjalan.

“Karena itu dibutuhkan semangat persatuan nasional dan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk membantu pemerintah mencari solusi terbaik,” ujar Hasto.

PDI-P Dituntut Tetap Kritis

Peneliti Senior Bidang Politik BRIN Lili Romli menilai keakraban Prabowo dan Megawati merupakan contoh kedewasaan politik yang patut diapresiasi.

“Saya kira publik pasti berpandangan yang sama bahwa keduanya begitu akrab dan hangat, meski dalam posisi yang berbeda, Pak Prabowo dalam posisi sebagai pemerintah yang berkuasa dan Ibu Mega posisi di luar pemerintahan. Hubungan yang hangat tersebut saya kira hal yang baik, tidak harus bermusuhan meski keduanya dalam posisi yang berbeda,” ujar Lili.

Baca juga: Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan Usai Upacara, PDI-P Merasa Terhormat

Namun, Dia mengingatkan agar hubungan personal yang baik tidak menghilangkan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

“Namun demikian, publik juga berharap hubungan yang baik tersebut jangan sampai juga menghilangkan sikap kritis terhadap kebijakan dan langkah pemerintah, jika memang ada kesalahan dan merugikan kepentingan rakyat harus bersikap, tidak boleh diam,” kata Lili.

Menurut dia, fungsi check and balances tetap penting dijalankan, terlebih ketika sebagian besar partai politik saat ini berada dalam koalisi pemerintahan.

“Publik berharap dengan PDI-P di luar pemerintahan dalam rangka untuk menegakkan check and balances, melakukan pengawasan dan saluran aspirasi publik,” pungkasnya.

Tag:  #kemesraan #prabowo #megawati #ujian #sebagai #penyeimbang #pemerintah

KOMENTAR