Nadiem Makarim: Profesional Muda Kini Takut Jadi Korban Kriminalisasi Berikutnya
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. [Suara.com/Dea]
14:56
2 Juni 2026

Nadiem Makarim: Profesional Muda Kini Takut Jadi Korban Kriminalisasi Berikutnya

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan nota pembelaan atau pledoi di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Persidangan kali ini menjadi panggung bagi Nadiem untuk menyuarakan keresahannya mengenai masa depan pengabdian kaum profesional di Indonesia.

Nadiem menyoroti fenomena kriminalisasi yang ia nilai dapat memadamkan niat para profesional muda berbakat untuk masuk ke dalam sistem pemerintahan.

"Profesional muda ketakutan bahwa mereka akan menjadi korban berikutnya. Satu generasi menahan napas, menunggu keputusan Majelis, menunggu konfirmasi apakah kebenaran masih berarti di negara tercinta kita," ujarnya.

Nadiem mencatat bahwa gelombang kriminalisasi yang terjadi saat ini berisiko memutarbalikkan arus pengabdian talenta terbaik bangsa hingga seratus delapan puluh derajat.

Padahal, strategi membawa kaum muda berprestasi ke birokrasi diklaim berhasil meningkatkan efektivitas serta kegesitan kinerja kementerian.

Namun, langkah transformatif tersebut justru memicu gesekan hebat dengan pihak internal yang merasa tersingkirkan oleh kehadiran para profesional muda.

"Saran saya, untuk generasi berikutnya yang sedang mempertimbangkan untuk mengabdi kepada negara, temukanlah keseimbangan antara profesionalisme dan tata krama politik, karena gesekan kecil, bisa menjadi dendam besar," kata Nadiem.

Nadiem memperingatkan bahwa tanpa adanya jaminan kepastian hukum, para inovator masa depan akan lebih memilih untuk menjauh dari urusan kenegaraan.

Ketidakpastian hukum ini juga disebutnya telah meluas hingga memengaruhi kepercayaan komunitas bisnis internasional serta stabilitas ekonomi nasional.

Melalui pledoi tersebut, ia berharap keputusan hakim dapat memulihkan kembali optimisme generasi muda yang ingin memberikan sumbangsih nyata bagi tanah air.

"Negara kita negara yang kuat. Yang akan meruntuhkan negara ini, bukan kelangkaan pekerjaan, bukan kelangkaan investasi, bahkan bukan kelangkaan talenta. Yang akan meruntuhkan negara ini adalah kelangkaan harapan," tandas Nadiem.

Sidang pembelaan ini pun menjadi momen krusial untuk menentukan apakah profesionalisme masih memiliki ruang aman di panggung politik dan birokrasi Indonesia.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #nadiem #makarim #profesional #muda #kini #takut #jadi #korban #kriminalisasi #berikutnya

KOMENTAR