Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer saat bersiap untuk mengikuti sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
09:08
5 Juni 2026

Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi gejolak politik besar yang mengancam stabilitas pemerintahan.

Ia menyebut adanya konsolidasi lintas elemen yang tengah bersiap memicu gerakan massa dalam waktu dekat.

Peringatan itu disampaikan Noel usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). Ia mengeklaim telah terjadi penggalangan kekuatan dari kelompok mahasiswa, buruh, hingga organisasi sipil yang kini mencapai tahap matang.

"Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini ada akan ada peristiwa besar, ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo. Dan konsolidasi ini sudah selesai dan sudah matang. Konsolidasi sipil, konsolidasi mahasiswa, konsolidasi buruh, konsolidasi kelompok civil society dan semuanya. Tinggal satu, butuh satu pemicu," ungkap Noel.

Noel juga memberikan penekanan khusus bahwa situasi saat ini berisiko menyerupai peristiwa Reformasi 1998 jika tidak segera diantisipasi oleh Kepala Negara.

"Dan '98 jilid 2 akan terjadi tidak lama lagi. Jika Pak Prabowo tidak peka terhadap kejadian ini," tegasnya.

Menurut analisisnya, pemicu utama gerakan tersebut bersumber dari sektor ekonomi yang kini tengah bergejolak.

Ia menyoroti tajam melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS serta tren negatif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator ketidakpuasan sosial di masa depan.

"Kita sudah lihat dolar semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan kita juga udah babak belur. Itu adalah salah satu indikator bahwa ke depan nanti ada gejolak sosial yang indikatornya adalah gejolak ekonomi," jelasnya.

Saran Politik: Rangkul PDIP dan Barisan Habib Rizieq

Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berbincang usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta pada Senin (1/6/2026) (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berbincang usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta pada Senin (1/6/2026) (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Guna membentengi pemerintahan dari ancaman tersebut, Noel menyarankan Presiden Prabowo untuk menata ulang barisan pendukungnya.

Salah satunya, ia mendorong Prabowo agar merangkul kekuatan politik yang memiliki loyalitas ideologis dan basis massa yang kokoh, ketimbang bergantung pada pihak yang pragmatis.

"Pak Prabowo harus mampu mencari kawan yang strategis dan kawan loyal. Pertama, kawan loyal dan partai loyal adalah partai PDI-P. Kedua, barisan Habib Rizieq yang hari ini luar biasa punya loyalitas kepemimpinannya dan PDI-P juga punya loyalitas ideologis," tutur Noel.

Menutup pernyataannya, Noel meminta Presiden untuk waspada terhadap oknum di sekelilingnya yang hanya mengejar jabatan dan materi, sembari memuji niat tulus Prabowo dalam membangun program kerakyatan.

"Jangan cari partai yang ke sana ke mari dan jangan cari kawan yang hanya orientasinya jabatan dan uang. Kasihan Pak Prabowo, beliau orientasi kerakyatan udah luar biasa," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Editor: Muhammad Yasir

Tag:  #alarm #jilid #noel #peringatkan #prabowo #konsolidasi #besar #gulingkan #pemerintah #juni

KOMENTAR