Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu
Mensesneg Prasetyo Hadi bantah reshuffle kabinet. (Suara.com/Bagaskara)
11:52
8 Juni 2026

Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara tegas membantah rumor yang beredar mengenai adanya rencana perombakan kabinet (reshuffle) dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan untuk menanggapi isu masuknya nama mantan Menteri Keuangan Chatib Basri ke dalam jajaran pemerintahan untuk menggantikan posisi Menteri Keuangan kekinian.

Prasetyo menekankan bahwa hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki rencana untuk mengganti pimpinan di Kementerian Keuangan maupun kementerian lainnya.

"Tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Berkali-kali juga sudah kami sampaikan tidak ada rencana reshuffle," tegas Prasetyo ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Prasetyo juga meminta publik agar tidak berspekulasi atau mengaitkan pelantikan pejabat-pejabat baru dengan isu perombakan menteri.

Ia berharap tidak ada lagi pencantuman nama-nama tokoh tertentu yang dikaitkan dengan posisi di kabinet tanpa dasar yang jelas.

"Mohon maaf, sekali lagi jangan dikait-kaitkan dengan isu yang beredar atau berkembanglah nama tokoh si A, si B, si C. Karena memang sesungguhnya tidak sedang ada rencana pergantian itu," tambahnya.

Meskipun saat ini kondisi kabinet dinyatakan stabil, Mensesneg menjelaskan bahwa hak prerogatif terkait perubahan jajaran menteri sepenuhnya berada di tangan Presiden.

Jika ke depannya Presiden merasa perlu melakukan penyegaran organisasi, hal tersebut akan disampaikan secara resmi kepada publik.

"Nanti kalau memang kita merasa, tidak hanya salah satu kementerian ya, kalau memang Presiden merasa harus ada penyegaran atau perubahan, pada waktunya nanti akan disampaikan kepada masyarakat," pungkasnya.

Pernyataan ini sekaligus mempertegas bahwa pelantikan yang dilakukan sore ini hanya diperuntukkan bagi dua posisi, yakni Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan Said Iqbal sebagai Penasehat Presiden bidang Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah informasi yang kembali mengaitkan pencopotannya dari kabinet. Ia menyebutnya sebagai rumor.

Akhir pekan kemarin, nama Purbaya santer disebut akan meninggalkan kursi Menkeu, dan akan pindah memimpin bank sentral sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Sebaliknya, kursi kosong Menkeu yang ditinggal Purbaya, disebut-sebut akan dijabat oleh Chatib Basri.

Purbaya menegaskan informasi tersebut tidak benar.

"Rumor," kata Purbaya dihubungi Suara.com, Senin (8/6/2026).

Kabar tersebut diketahui seiring dengan informasi adanya perombakan kabinet pada hari ini.

Diketahui Prabowo memang dijadwalkan melakukan pelantikan, salah seorangnya ialah Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan.

Menegaskan informasi yang beredar adalah rumor, Purbaya menyampaikan bahwa ia masih mengikuti rapat, Minggu malam. Kendati demikian, ditegaskan Purbaya tidak ada komunikasi dengan Prabowo perihal posisinya sebagai Bendahara Negara.

"Tidak ada. Tadi malam rapat biasa," kata Purbaya

Sebelumnya, Purbaya disebut-sebut akan dijadikan Gubernur Bank Indonesia. Isu itu merebak seiring menguatnya kabar Presiden Prabowo Subianto tengah menimbang Chatib Basri menjadi menteri keuangan.

Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi besar Presiden Prabowo untuk memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter, di tengah tantangan ekonomi global yang kian kompleks.

Jika skenario ini berjalan, posisi yang ditinggalkan Purbaya di Lapangan Banteng akan diisi oleh ekonom kawakan, Muhammad Chatib Basri, yang belakangan ini dilaporkan sudah berada di Jakarta.

Spekulasi perpindahan Purbaya ke bank sentral sebenarnya sudah terbaca dari beberapa pernyataan terakhirnya.

Saat nilai tukar rupiah tertekan hingga mencapai level Rp 18.044 per dolar AS, Purbaya menunjukkan sikap yang sangat mempercayai otoritas Bank Indonesia.

Ia secara konsisten menegaskan bahwa urusan stabilitas kurs adalah tanggung jawab utama BI.

Dalam sebuah kesempatan di Kompleks DPR RI belum lama ini, Purbaya memberikan sinyal ketenangan yang tidak biasa bagi seorang menteri keuangan yang mata uangnya tengah anjlok

"Nanti kalian melihat saya pabik. BI prinsipnya masih berkegiatan secara baik. Semuanya masih di bawah kendali mereka. Saya serahkan soal Rupiah ke BI," kata Purbaya di DPR RI, Kamis (4/6).

Sumber Suara.com, Sabtu (6/6/2026), mengatakan Presiden Prabowo kemungkinan bakal melakukan perombakan menteri atau reshuffle kabinet pada hari Senin (8/6) awal pekan depan.

"Senin nanti kemungkinan ada reshuffle. Chatib Basri sedang ditimbang menggantikan Purbaya," kata Sumber itu kepada Suara.com.

Rumor mengenai pergeseran posisi Purbaya ke Bank Indonesia semakin menguat, seiring dengan kabar dipercepatnya kepulangan Muhammad Chatib Basri ke Tanah Air.

Pria yang akrab disapa Kang Dede tersebut diketahui tengah berada di Amerika Serikat sebagai visiting fellow di Harvard Kennedy School.

Namun, secara mendadak, ia membatalkan sejumlah agenda penting di Negeri Paman Sam demi kembali ke Jakarta.

Seorang Sumber kepada Suara.com mengungkapkan, sejumlah kolega yang berniat menemui Chatib di Boston terpaksa membatalkan rencana tersebut, karena sang ekonom senior sudah bertolak kembali ke Indonesia lebih awal dari jadwal yang seharusnya.

Editor: Vania Rossa

Tag:  #mensesneg #tegaskan #tidak #reshuffle #kabinet #bantah #chatib #basri #jadi #menkeu

KOMENTAR