BNPP RI Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Pembangunan Perbatasan
Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP RI Irjen Pol Edfrie R Maith menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada kuliah umum BNPP Menyala di IPDN Kampus Sulawesi Utara, Selasa (9/6/2026).(Dok. BNPP RI)
20:58
10 Juni 2026

BNPP RI Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Pembangunan Perbatasan

– Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu strategis kawasan perbatasan melalui kuliah umum interaktif BNPP Menyala (Menyapa Langsung Praja dan Mahasiswa) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan bertajuk “Peran Strategis Generasi Muda dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045” itu merupakan edisi ketiga BNPP Menyala.

Sebelumnya, program serupa telah digelar di IPDN Kampus Kalimantan Barat dan Politeknik Ben Mboi Universitas Pertahanan RI di Belu, Nusa Tenggara Timur.

Melalui forum tersebut, BNPP RI menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas tantangan, peluang, dan masa depan kawasan perbatasan Indonesia.

Membuka kegiatan, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP RI Irjen Polisi (Pol) Edfrie R Maith menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI.

Baca juga: BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

Dalam arahannya, Mendagri Tito menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memandang kawasan perbatasan bukan hanya sebagai materi akademik, tetapi juga sebagai ruang pengabdian bagi bangsa.

“Saya berharap para praja dan mahasiswa memiliki kepedulian serta komitmen untuk turut berkontribusi dalam pembangunan kawasan perbatasan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Edfrie membacakan arahan Mendagri Tito, seperti dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2026).

Edfrie menambahkan, BNPP Menyala merupakan gagasan Mendagri yang bertujuan memperkenalkan peran dan fungsi BNPP RI secara lebih luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, literasi publik mengenai kawasan perbatasan menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan wilayah negara.

Baca juga: 6 Unit SPPG Selesai Dibangun Namun Belum Dibayar, Investor SPPG 3T di Perbatasan RI Tagih Janji Pembayaran BGN

Perbatasan Bukan Sekadar Garis di Peta

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI Belly Isnaeni menjelaskan, BNPP Menyala merupakan bagian dari strategi komunikasi publik BNPP RI untuk mendekatkan isu perbatasan kepada generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.

Ia menegaskan bahwa perbatasan bukan sekadar garis di peta, melainkan simbol kedaulatan dan martabat bangsa.

“Perbatasan adalah ruang hidup bersama yang mencerminkan kehadiran negara, kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan bagi rakyat,” kata Belly.

Pandangan serupa disampaikan Kelompok Ahli BNPP RI Robert Simbolon. Ia mengajak praja dan mahasiswa melihat kawasan perbatasan sebagai entitas yang membentuk sistem sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang saling berkaitan.

Menurut Robert, perbatasan memiliki fungsi ke dalam sebagai instrumen administrasi dan hukum nasional, serta fungsi ke luar sebagai penanda hubungan antarnegara.

Baca juga: Jenis Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Ia menambahkan, pengelolaan perbatasan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks karena sekitar 75 persen wilayah Indonesia berupa perairan yang terbuka terhadap mobilitas lintas negara.

Potensi Besar dan Tantangan Kawasan Perbatasan

Sementara itu, Kepala Bidang Koordinasi Pelaksanaan Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Sri Ratna Pasiak menyoroti peran strategis pemerintah daerah, khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.

Menurutnya, kawasan perbatasan merupakan wajah negara yang menunjukkan sejauh mana kehadiran pemerintah dirasakan masyarakat.

Sri Ratna juga memaparkan sejumlah potensi unggulan kawasan perbatasan Sulawesi Utara, mulai dari komoditas pertanian, seperti pala, kelapa, dan cengkeh hingga sektor kelautan dan perikanan yang berpeluang mendorong perdagangan nasional serta ekspor.

Dari perspektif akademik, Koordinator Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado Goinpeace H Tumbel menilai, kawasan perbatasan masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, seperti keterbatasan akses dan kualitas pendidikan, infrastruktur dasar, serta risiko krisis identitas dan nasionalisme.

Baca juga: Prabowo Cerita Mobil Maung Sempat Bocor, Tetap Digunakan demi Nasionalisme

Menurutnya, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan militer, tetapi juga melalui penguasaan kompetensi, soft skill, dan hard skill yang memadai agar generasi muda mampu berpartisipasi secara inklusif dalam pembangunan bangsa.

Melalui BNPP Menyala, BNPP RI berharap generasi muda tidak hanya memahami kompleksitas pengelolaan kawasan perbatasan, tetapi juga tumbuh menjadi agen perubahan yang memiliki kepedulian, kapasitas, dan komitmen kebangsaan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya BNPP RI menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap menjaga kedaulatan negara sekaligus mendorong kawasan perbatasan menjadi wilayah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Tag:  #bnpp #ajak #generasi #muda #jadi #garda #depan #pembangunan #perbatasan

KOMENTAR