Tawaran Prabowo Jadi Mediator dalam Perang AS vs Iran Masih Berlaku
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye(RIVAN AWAL LINGGA)
18:14
11 Juni 2026

Tawaran Prabowo Jadi Mediator dalam Perang AS vs Iran Masih Berlaku

- Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa tawaran Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi mediator dalam perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berlaku hingga saat ini.

"Tawaran itu selalu ada," ujar Arrmanatha di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Prabowo Siap Jadi Mediator Iran-AS, JK: Niat Baik, tapi Dunia Ditentukan Amerika

Arrmanatha menyampaikan, Prabowo selalu mengungkit bahwa dirinya siap menjadi pihak ketiga yang menjembatani pihak yang bertikai.

"Dan tentunya ini kan membutuhkan kesepakatan dari semua pihak. Dan ini adalah niat baik dari Bapak Presiden Prabowo, di mana beliau selalu mengatakan siap untuk menjadi good offices ya dalam mendukung penyelesaian dari konflik ini," kata Tata, sapaan Arrmanatha. 

Baca juga: Prabowo dan PM Jepang Takaichi Siap Jadi Mediator Perdamaian Dunia

Tata mengatakan, Indonesia terus mendorong agar Iran dan AS kembali ke meja perundingan dan melakukan gencatan senjata.

Wamenlu Arrmanatha Nasir saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA Wamenlu Arrmanatha Nasir saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Sebab jika perang terus berlanjut, maka kondisi itu akan memberi dampak negatif kepada negara di seluruh dunia.

"Bila perang ini berlanjut, tidak saja berdampak negatif dan merugikan masyarakat di negara-negara yang sedang berkonflik, baik itu di Amerika maupun di Iran, tapi juga di negara-negara di seluruh dunia termasuk di Indonesia," jelasnya.

"Oleh karena itu kita sebenarnya menyayangkan bahwa kembali terjadi kontak senjata ya antara para pihak yang berkonflik, dan kita kembali lagi menyerukan agar segera kembali melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan," imbuhnya.

Baca juga: Bahlil Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Iran vs AS

Niatan Prabowo jadi mediator AS vs Iran

Pada Februari 2026 lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pernyataan resmi ini menyusul serangan udara gabungan yang dilancarkan militer AS dan Israel ke sejumlah wilayah Iran.

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Indonesia mendesak seluruh pihak untuk mengedepankan jalur diplomasi.

"Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi," demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri di X.

"Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran untuk melaksanakan mediasi," tambah pernyataan itu.

Tag:  #tawaran #prabowo #jadi #mediator #dalam #perang #iran #masih #berlaku

KOMENTAR