Kecewa karena Gagal Raih Ballon d'Or, Raphinha: Secara Pribadi, Seya di Urutan Pertama
Penyerang Barcelona asal Brasil, Raphinha, merayakan gol ketiga timnya pada laga pekan ke-8 fase liga Liga Champions antara FC Barcelona dan FC Copenhagen di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 28 Januari 2026.(AFP/LLUIS GENE)
08:16
30 Januari 2026

Kecewa karena Gagal Raih Ballon d'Or, Raphinha: Secara Pribadi, Seya di Urutan Pertama

- Bintang lini depan Barcelona, Raphinha, secara terbuka mengungkapkan rasa kekecewaannya setelah hasil voting Ballon d'Or 2025 diumumkan.

Meski mencatatkan statistik individu yang luar biasa dan membantu klub memenangkan trofi domestik, Raphinha harus puas menempati peringkat kelima dalam daftar pemain terbaik dunia.

Rasa jengkel Raphinha muncul karena dirinya merasa layak mendapatkan apresiasi lebih tinggi daripada posisi yang ia raih saat ini.

Tercatat pada musim 2024-2025, ia tampil sangat produktif dengan koleksi 34 gol dan 26 assist dari 57 penampilan di seluruh kompetisi, sebuah angka yang secara statistik melampaui perolehan sang pemenang penghargaan tahun ini.

Kritik Terhadap Kriteria Penilaian

Baca juga: Barcelona Juara Piala Super, Flick Puji Mentalitas Monster Raphinha

Dalam wawancara eksklusif bersama SofaScore, pemain berusia 28 tahun itu menyoroti bagaimana Liga Champions sering kali menjadi faktor penentu tunggal dalam penghargaan individu, sehingga menepikan performa konsisten di kompetisi lain seperti Liga Champions 2024-2025.

Ia menilai bahwa penilaian seharusnya merujuk pada performa keseluruhan sepanjang musim.

“Saya kecewa. Saya mengharapkan lebih. Saya berharap setidaknya berada di 3 besar," kata Raphinha dikuti dari Barca Universal, Jumat (30/1/2026).

"Saya tahu kemenangan akan sulit karena Liga Champions memiliki bobot yang besar. Jadi saya kecewa dengan posisi yang saya raih."

Ketidakpuasan tersebut membuatnya memiliki pandangan pribadi mengenai siapa yang seharusnya berdiri di podium tertinggi.

Ia merasa bahwa kontribusi dan pencapaian angkanya sudah cukup untuk menobatkannya sebagai yang terbaik.

Baca juga: Respons Raphinha dan Pau Cubarsi Usai Barcelona Menang 5-0 atas Bilbao

“Secara pribadi, saya akan menempatkan diri saya di urutan pertama. Saya akan menempatkan diri saya di posisi pertama!"

"Setahu saya, penghargaan individu tidak dapat didasarkan pada satu kompetisi saja,” tegas pemain kelahiran Porto Alegre pada 14 Desember 1996 itu.

Pemain Paris Saint-Germain berselebrasi merayakan gol ke-6 saat melawan Montpellier di Stadion Parc des Princes, Paris, Jumat (23/8/2024).BERTRAND GUAY/AFP Pemain Paris Saint-Germain berselebrasi merayakan gol ke-6 saat melawan Montpellier di Stadion Parc des Princes, Paris, Jumat (23/8/2024).

Persaingan dengan Trio PSG dan Kolega Setim

Pada gelaran tahun ini, Ousmane Dembele yang kini membela Paris Saint-Germain (PSG) keluar sebagai pemenang setelah meraih treble bersama klubnya.

Sementara itu, rekan setim Raphinha di Barcelona, Lamine Yamal, menduduki posisi kedua, diikuti oleh Vitinha dari PSG di peringkat ketiga.

Raphinha mengakui kehebatan kolega-koleganya tersebut, namun tetap memegang teguh keyakinannya.

“Berdasarkan itu, saya rasa saya pantas berada di posisi pertama atas apa yang telah saya berikan selama musim ini, atas gelar yang saya raih, atas angka-angka yang saya capai, dan atas semua kontribusi saya di lapangan. Saya rasa saya pantas menang,” tutur mantan pemain Leeds United itu.

Meski demikian, ia tetap berusaha bijak dengan menyadari ada faktor di luar kendali pemain dalam proses pemungutan suara yang melibatkan 100 jurnalis internasional dari negara berperingkat FIFA tertinggi.

“Yang dapat saya katakan adalah saya sangat puas dengan musim yang saya jalani dan tidak ada penghargaan individu yang akan menghapus apa yang telah saya lakukan musim lalu,” tambahnya.

Baca juga: Al Hilal Siapkan Dana Rp 1,9 Triliun untuk Rekrut Raphinha dari Barcelona

Keharmonisan di Lini Depan Blaugrana

Di balik kekecewaan individu tersebut, keharmonisan di internal Barcelona tetap terjaga, terutama di lini serang yang dihuni oleh trio maut bersama Robert Lewandowski dan Lamine Yamal.

Ketiganya menunjukkan solidaritas tinggi, seperti yang terlihat dalam laga melawan FC Copenhagen di mana Lewandowski dan Yamal memberikan kesempatan penalti kepada Raphinha agar sang kapten bisa mencetak gol.

Tag:  #kecewa #karena #gagal #raih #ballon #raphinha #secara #pribadi #seya #urutan #pertama

KOMENTAR