Presiden CAF Angkat Bicara Imbas Gelar Juara Piala Afrika 2025 Senegal Dicabut
Para pemain Senegal mengangkat kapten Sadio Mane saat merayakan kemenangan dengan trofi setelah memenangkan pertandingan final Piala Afrika 2025 melawan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026.(AFP/FRANCK FIFE)
09:55
20 Maret 2026

Presiden CAF Angkat Bicara Imbas Gelar Juara Piala Afrika 2025 Senegal Dicabut

Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) memprotes keputusan yang dibuat CAF usai mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 dari mereka.

Presiden FSF Abdoulaye Fall mengatakan jika federasi tidak akan tinggal diam karena dianggap sebagai bentuk ketidakadilan.

"Senegal akan tetap berdiri tegak dan akan secara sah mempertahankan kemenangan ini di lapangan, yang kami raih di lapangan berkat bakat para pemain kami," tegas Abdoulaye Fall dalam sesi konferensi pers dikutip dari Al Jazeera.

Selain itu, Federasi Sepak Bola Swiss (FSF) mengumumkan bahwa mereka telah secara resmi menunjuk tim pengacara, dengan instruksi mendesak untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne. 

Baca juga: Regulasi yang Bikin Gelar Piala Afrika 2025 Milik Senegal Dicabut

Misi mereka adalah untuk menantang secara hukum keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan mendapatkan pembatalannya dari badan independen ini. 

Federasi menyatakan bahwa mereka akan menggunakan semua cara hukum, kelembagaan, dan yurisdiksi yang diperlukan untuk menegakkan hak-haknya dan memulihkan keadilan dalam olahraga.

“Kami telah memberi mandat kepada pengacara kami untuk menindaklanjuti prosedur ini di tingkat Pengadilan Arbitrase Olahraga,” tambahnya.

FSF menegaskan bahwa pengacara mereka juga aktif menangani kasus ini dan semua langkah yang diperlukan akan diambil untuk mengamankan pembebasan mereka sesegera mungkin.

Baca juga: Federasi Sepak Bola Senegal Kecam Keputusan CAF soal Gelar Juara Piala Afrika 2025

Dugaan Korupsi, Desak Penyelidikan Internasional

Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyatakan bahwa setelah menelaah banding yang diajukan Maroko, tim nasional Senegal resmi dinyatakan kalah dalam pertandingan tersebut.

Keputusan itu membuat Senegal harus menerima kekalahan, sekaligus memberikan kemenangan 3-0 kepada Maroko.

Menanggapi status trofi yang dipertanyakan, pejabat CAF, Fall, menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak sesuai ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.

Pencabutan kemenangan tersebut langsung memicu gelombang protes dari publik Senegal. 

Baca juga: Reaksi Pemain Timnas Senegal Usai Gelar Juara Piala Afrika 2025 Dicabut CAF

Pemerintah Senegal juga menyerukan penyelidikan internasional independen atas keputusan tersebut, dengan menuduh adanya korupsi di dalam CAF.

Di tengah polemik, Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye, turut menyuarakan kekecewaannya. 

Melalui unggahan di media sosial, ia menyampaikan kemarahannya atas keputusan CAF, sembari tampil di kantornya dengan latar trofi Piala Afrika.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) menyambut putusan tersebut sebagai langkah yang menegakkan aturan serta menjaga stabilitas demi kelancaran kompetisi internasional.

Baca juga: CAF Cabut Gelar Senegal, Maroko Ditetapkan Juara Piala Afrika 2025

Para pemain Senegal dan Maroko berhadapan dalam sebuah insiden di laga final Piala Afrika 2025. Pertandingan Senegal vs Maroko berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.AFP/ABDEL MAJID BZIOUAT Para pemain Senegal dan Maroko berhadapan dalam sebuah insiden di laga final Piala Afrika 2025. Pertandingan Senegal vs Maroko berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.

Komentar Resmi Presiden CAF

Presiden CAF Patrice Mostepe angkat bicara usai gelar juara Piala Afrika 2025 milik Senegal dicabut.

Menurutnya, sepak bola Afrika masih dilanda masalah kepercayaan dan pertanyaan tentang integritasnya.

Motsepe membela keputusan Dewan Banding CAF yang menetapkan Maroko sebagai juara usai mengabulkan protes atas hasil final.

Meski sebelumnya ditolak oleh Dewan Disiplin, banding Maroko akhirnya dikabulkan setelah dinilai Senegal melanggar regulasi turnamen akibat aksi mogok, sehingga gelar resmi dialihkan kepada Maroko.

Baca juga: Imbas Ricuh di Final Piala Afrika 2025, Pelatih Senegal Disanksi

“Saya sebelumnya telah menyatakan kekecewaan saya yang mendalam atas insiden yang terjadi di final,” kata Motsepe dalam pernyataan video yang dirilis pada Rabu malam.

“Hal ini merusak kerja baik yang telah dilakukan CAF selama bertahun-tahun untuk memastikan adanya integritas, rasa hormat, etika, tata kelola, serta kredibilitas hasil pertandingan sepak bola kita.

“Kita masih berurusan dengan kecurigaan dan ketidakpercayaan. Ini adalah masalah warisan. Ketika saya menjadi presiden, salah satu perhatian utama adalah ketidakberpihakan, kemandirian, dan rasa hormat terhadap wasit dan komisioner pertandingan, dan banyak pekerjaan baik telah dilakukan,” tegasnya.

Motsepe menegaskan bahwa Dewan Disiplin dan Dewan Banding CAF merupakan badan independen yang beranggotakan para praktisi hukum, serta dipilih melalui mekanisme yang melibatkan asosiasi anggota.

Tag:  #presiden #angkat #bicara #imbas #gelar #juara #piala #afrika #2025 #senegal #dicabut

KOMENTAR