Italia Terpuruk, Asa Perubahan dari Maldini, Del Piero, dan Albertini
- Sepak bola Italia sedang butuh pertolongan. Nama legenda seperti Paolo Maldini dan Alessandro Del Piero pun dikaitkan dengan posisi Presiden FIGC.
Pemilihan presiden baru FIGC, Federasi Sepak Bola Italia, akan digelar pada 22 Juni mendatang.
Saat ini, kursi presiden FIGC tengah lowong selepas Gabriele Gravina mengundurkan diri karena kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Proses penentuan kandidat diperkirakan masih akan berlangsung hingga mendekati batas akhir pendaftaran pada 13 Mei.
Eks Presiden CONI (Komite Olimpiade Italia) Giovanni Malago, disebut-sebut muncul sebagai kandidat kuat presiden baru FIGC.
Malago dikabarkan mempertimbangkan untuk menggandeng sosok dengan latar belakang pemain andai terpilih nanti.
Baca juga: FIGC Dituntut Libatkan Paolo Maldini dan Roberto Baggio dalam Kebangkitan Italia
Berbekal pengalaman langsung di lapangan, eks pesepak bola dinilai bakal bisa memberikan perspektif berbeda dalam pengambilan kebijakan di lingkup FIGC.
Malago punya riwayat berkolaborasi dengan mantan pemain saat menangani situasi krisis federasi pada 2018.
Pada periode tersebut, Roberto Fabbricini ditunjuk sebagai komisaris dengan Alessandro Costacurta sebagai salah satu wakilnya.
Nama Costacurta kembali mencuat karena dianggap memiliki pengalaman serta kapasitas untuk terlibat dalam proses pembenahan sepak bola Italia.
Selain Costacurta, Malago juga memiliki kedekatan dengan legenda hidup AC Milan, Paolo Maldini.
Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, bahkan telah mendorong Maldini untuk menduduki kursi pemimpin FIGC.
Baca juga: Del Piero Minta Italia Buang Kesombongan, Azzurri Tak Seperti Dulu Lagi
Nama pesepak bola legendaris lain yang mencuat adalah Alessandro Del Piero. Eks pesepak bola yang sudah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro itu baru-baru ini mencurahkan idenya untuk membangun sepak bola Italia.
Ide-ide Del Piero
“Apa yang dibutuhkan sekarang adalah keinginan untuk bereaksi dan memulai kembali, dan hanya ada satu cara, kembali terlibat, bekerja dan belajar; melakukannya dengan antusiasme yang harus kita temukan dalam diri kita sebagaimana yang selalu menjadi ciri khas sebagai bangsa Italia,” ucap Del Piero dilansir dari La Gazzetta dello Sport.
“Untuk melakukannya diperlukan sebuah tim, saya percaya pada kerja sama dan saya tidak berpikir ada satu orang yang bisa menyelesaikan semuanya.”
“Kekurangan masih banyak, sektor usia muda tidak berjalan baik, stadion juga demikian, begitu pula investasi, dan pemain Italia yang tampil semakin sedikit.”
“Ada hal yang bisa diperbaiki, ada juga yang lebih sulit, kita sering berbicara tentang perencanaan, tetapi jika membicarakannya maka harus menjalani setiap tahap dengan fondasi yang kuat.”
Mantan pemain sepak bola Italia Alessandro Del Piero sebelum menyaksikan pertandingan sepak bola Liga Champions antara Juventus vs Benfica di Stadion Allianz di Turin, Italia, pada 29 Januari 2025. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)
“Saat ini terlalu sering semuanya habis terlalu cepat, saya tidak memiliki semua solusi, tetapi kita harus memulai dari satu hal yang jelas.”
“Hari ini bersama Italia U-15, U-16, atau U-17 kita melakukan hal luar biasa, tetapi di level U-21 kita tidak mencapai hasil tinggi, sementara pada masa saya kami mampu menang.”
“Ini adalah aspek yang harus dianalisis. Apa yang sebenarnya terjadi pada fase tersebut,” ucap pria beralias Pinturicchio itu.
Pernyataan tersebut menunjukkan ide jelas Del Piero untuk membenahi sepak bola Italia. Nama legenda Juventus itu bahkan sempat muncul sebagai alternatif kandidat dalam pemilihan sebelumnya pada Februari 2025.
Albertini Ramaikan Bursa Presiden Baru FIGC
Selain itu, Demetrio Albertini juga dikaitkan dengan posisi tertinggi di Federasi Sepak Bola Italia.
Albertini memiliki rekam jejak panjang di dalam struktur federasi dan pernah menjabat dalam berbagai posisi penting.
Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai presiden pada 2014 namun kalah dalam pemilihan tersebut.
Dukungan terhadap Albertini disebut datang dari asosiasi pemain yang melihatnya sebagai figur ideal untuk memimpin perubahan.
Nama lain yang turut masuk dalam pembahasan adalah Damiano Tommasi yang juga memiliki pengalaman dalam organisasi sepak bola Italia.
Sementara itu, Gianluigi Buffon disebut sebagai sosok yang berpotensi menarik dukungan politik sekaligus menghadirkan kesinambungan dengan periode kepemimpinan sebelumnya.
Buffon sempat menjabat sebagai Kepala Delegasi Timnas Italia. Ia lalu meninggalkan posnya, setelah kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026.
Tag: #italia #terpuruk #perubahan #dari #maldini #piero #albertini