Reaksi Diego Simeone soal Kontroversi VAR dan Kemenangan Perdana di Camp Nou
Gestur pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara FC Barcelona dan Club Atletico de Madrid di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 8 April 2026.(AFP/LLUIS GENE)
14:14
9 April 2026

Reaksi Diego Simeone soal Kontroversi VAR dan Kemenangan Perdana di Camp Nou

Diego Simeone berhasil membawa anak asuhnya mengukir sejarah baru setelah menumbangkan tuan rumah Barcelona dengan skor 2-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025-2026.

Bertanding di Spotify Camp Nou pada Rabu lalu, kemenangan ini menjadi momen emosional bagi Atletico Madrid karena merupakan poin penuh pertama mereka di stadion tersebut dalam dua dekade terakhir.

Hasil impresif ini sekaligus membuka jalan lebar bagi klub asal ibu kota Spanyol tersebut untuk melangkah ke babak semifinal.

Pasca-pertandingan, Diego Simeone memberikan apresiasi tinggi terhadap kedisiplinan barisan pertahanan Los Colchoneros dalam meredam agresivitas lawan di ajang UEFA Champions League tersebut.

Pelatih kawakan ini menilai timnya mampu memanfaatkan momentum dengan sangat efektif meski terus ditekan.

Baca juga: Hansi Flick Optimistis Barcelona Balikkan Keadaan Lawan Atletico Madrid di Leg Kedua

Namun, laga ini tidak lepas dari sorotan tajam terkait penggunaan teknologi VAR yang memicu perdebatan di kedua belah pihak.

Analisis Laga dan Kartu Merah Pau Cubarsi

Jalannya pertandingan diwarnai insiden pengusiran bek muda tuan rumah, Pau Cubarsi, yang dinilai melakukan pelanggaran terhadap Guillano Simeone.

Keputusan wasit yang memberikan kartu merah setelah meninjau VAR menjadi titik balik yang memudahkan langkah tim tamu.

Gol pembuka kemudian lahir melalui aksi menawan Julian Alvarez, disusul oleh gol pengunci kemenangan dari Alexander Sorloth pada babak kedua.

“Kami bertahan dengan teratur sehingga mereka tidak bisa maju," ungkap Diego Simeone dikutip dari Football Espana.

"Kami tidak bisa mendapatkan lebih banyak peluang daripada yang kami inginkan, dan satu-satunya peluang yang kami cari muncul."

Baca juga: Hansi Flick Semprot Wasit Usai Barcelona Ditekuk Atletico Madrid

"Saya jauh dari aksi Cubarsí, tapi VAR yang memutuskan wasit. Lalu ada gol luar biasa dari Julián. Di babak kedua, kami lebih fokus pada serangan balik,” lanjutnya.

Bek Barcelona, Pau Cubarsi (kiri), menerima kartu merah dari wasit Rumania, Istvan Kovacs, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona dan Club Atletico de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, ??pada 8 April 2026.AFP/LLUIS GENE Bek Barcelona, Pau Cubarsi (kiri), menerima kartu merah dari wasit Rumania, Istvan Kovacs, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona dan Club Atletico de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, ??pada 8 April 2026.

Perdebatan Handball Marc Pubill

Ketegangan memuncak di babak kedua saat kubu tuan rumah menuntut penalti atas dugaan handball yang melibatkan Marc Pubill.

Meskipun wasit Istvan Kovacs dan tim VAR memutuskan tidak ada pelanggaran karena bola dianggap belum aktif dalam permainan, pemain Barcelona tetap merasa dirugikan.

Bek sayap Gerard Martin menyatakan ketidakpuasannya.

“Dalam aksi tersebut, kiper menendang bola dan memainkannya. Bola sedang dalam permainan. Jelas, pemain menghentikannya dengan tangannya," terang Martin.

"Mungkin wasit tidak melihatnya, karena aksi itu agak konyol, tapi dari VAR aksi itu harus terlihat. Bola sedang dalam permainan dan dia menyentuhnya dengan tangannya.”

Senada dengan rekannya, Marcus Rashford juga menegaskan bahwa insiden tersebut seharusnya berbuah penalti.

“Jelas, itu penalti. Hal ini pernah terjadi sebelumnya, dan selalu diputuskan sebagai penalti,” ujar Rashford.

Baca juga: Kata Diego Simeone Usai Atletico Madrid Tampil Ganas Lawan Barcelona

"Secara logika, itu harusnya penalti, dan bisa dilihat dari reaksi para pemain kami maupun (Atleti)."

"Saya pernah bermain dalam pertandingan di mana hal ini terjadi melawan kami sebelumnya, jadi bagi saya, ini jelas," tambanya.

Namun, Diego Simeone tetap membela keputusan tim pengadil lapangan.

“Jika saya jauh dari permainan Giuliano, saya bahkan lebih jauh lagi dari yang lain," tegas Simeone.

"Jika (Pubill) dan wasit menganggap permainan belum dimulai, itu adalah akal sehat dalam sepak bola. Lalu kita bisa menganalisis semua situasi yang kita inginkan."

Menatap laga penentuan di kandang sendiri, Diego Simeone memperingatkan anak asuhnya agar tidak jemawa meski sudah mengantongi gol dari Julian Alvarez dan Alexander Sorloth.

Tag:  #reaksi #diego #simeone #soal #kontroversi #kemenangan #perdana #camp

KOMENTAR