Pio Esposito Gandeng Psikolog demi Bangkit dari Kegagalan dengan Italia
Pio Esposito akhirnya buka suara mengenai momen kelam yang dialaminya bersama tim nasional Italia, mengungkap sisi lain perjalanan kariernya. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)(AFP/PIERO CRUCIATTI)
16:50
11 April 2026

Pio Esposito Gandeng Psikolog demi Bangkit dari Kegagalan dengan Italia

Penyerang muda berbakat milik Inter Milan, Pio Esposito, akhirnya berani membuka suara terkait momen kelam yang dialaminya bersama tim nasional Italia.

Pio Esposito mengaku sempat merasakan kesedihan mendalam setelah gagal mengeksekusi penalti dalam laga krusial babak play-off menuju Piala Dunia 2026 melawan Bosnia-Herzegovina.

Kegagalan tersebut menjadi titik terendah dalam karier profesionalnya yang baru saja menanjak.

Dalam wawancara mendalam bersama media terkemuka Corriere della Sera, Pio Esposito menceritakan bagaimana beban mental yang ia pikul saat menjadi penendang pertama dalam drama adu penalti tersebut.

Sayangnya, bola hasil sepakannya justru melambung di atas mistar gawang, sebuah momen yang memastikan langkah Azzurri terhenti untuk melaju ke putaran final turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.

Baca juga: Di Canio: Timnas Italia Lebih Butuh Sosok Conte Ketimbang Guardiola

Kekecewaan pasca-pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina tersebut diakui sang pemain sangat sulit untuk dihilangkan.

Rasa tanggung jawab yang besar sebagai eksekutor pembuka berubah menjadi penyesalan kolektif karena gagal mengantarkan negaranya lolos.

Esposito merasa telah mengecewakan banyak pihak yang menaruh harapan besar pada pundaknya.

“Saya kesulitan untuk langsung menerima kekecewaan itu," katanya dikutip dari Football Italia, Sabtu (11/4/2026).

"Saya terpaku pada satu titik dan tidak mengerti apa yang telah terjadi. Saya merasa hancur.”

Ia melanjutkan bahwa meski sempat merasa percaya diri, kenyataan di lapangan berkata lain.

“Pikiran pertama saya adalah saya telah mengecewakan rekan satu tim, orang-orang di rumah, teman, dan keluarga," ungkap Pio Esposito.

"Saya akan mengambil penalti lagi, saya akan mencetak beberapa gol dan gagal beberapa. Hari itu, saya yakin saya akan mengambil tanggung jawab untuk menjadi penendang pertama."

Baca juga: Silvio Baldini Ditunjuk Jadi Pelatih Sementara Timnas Italia

"Saya merasa percaya diri, tetapi kemudian semuanya berjalan buruk," lanjut bomber berusia 20 tahun itu.

Pelatih kepala timnas Italia, Gennaro Gattuso, memeluk penyerang Italia, Francesco Pio Esposito, dan, Niccolo Pisilli, setelah memenangkan pertandingan semifinal kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Italia dan Irlandia Utara di stadion Gewiss di Bergamo, pada 26 Maret.AFP/STEFANO RELLANDINI Pelatih kepala timnas Italia, Gennaro Gattuso, memeluk penyerang Italia, Francesco Pio Esposito, dan, Niccolo Pisilli, setelah memenangkan pertandingan semifinal kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Italia dan Irlandia Utara di stadion Gewiss di Bergamo, pada 26 Maret.

Langkah Pemulihan dengan Bantuan Profesional

Sadar bahwa kesehatan mental adalah kunci untuk bangkit, produk asli akademi Inter Milan ini memilih untuk tidak berlarut dalam kesedihan sendirian.

Selain fokus pada kariernya di Serie A yang cukup gemilang dengan torehan sembilan gol musim ini, ia memutuskan untuk mencari bantuan dari seorang psikolog olahraga guna memulihkan kepercayaan dirinya yang sempat goyah.

“Selama beberapa bulan terakhir, saya telah bekerja sama dengan seorang psikolog olahraga,” kata Pio Esposito.

Menurutnya, sesi konsultasi tersebut memberikan dampak positif bagi stabilitas emosinya.

“Saya berterus terang, dan dia memberi saya nasihat praktis. Dia banyak membantu saya, dan saya senang mendalami hal itu,” tambah Esposito.

Selain bantuan medis, ia juga menyibukkan diri dengan kegiatan positif seperti mengikuti kursus bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya di kancah internasional.

Fokus pada Kejayaan Inter Milan

Kini, fokus Esposito perlahan kembali ke level klub bersama Nerazzurri yang tengah memimpin klasemen Serie A.

Baca juga: Gantikan Gennaro Gattuso, Silvio Baldini Pimpin Italia Hadapi Yunani dan Luksemburg

Di bawah arahan tim pelatih termasuk mantan mentornya di tim junior, Cristian Chivu, ia bertekad memberikan kontribusi terbaik di tengah absennya kapten Lautaro Martinez yang tengah cedera.

Kemenangan telak 5-2 atas AS Roma baru-baru ini menjadi bukti bahwa semangat juang tim tidak surut.

“Kami membutuhkan penampilan meyakinkan seperti itu (melawan Roma), di samping kemenangan. Ada optimisme, dan kami sepenuhnya percaya akan hal itu,” pungkasnya.

Tag:  #esposito #gandeng #psikolog #demi #bangkit #dari #kegagalan #dengan #italia

KOMENTAR