96 Tahun PSSI, Erick Thohir Dukung PSSI Pers Diskusi Bahas Kans ke Piala Dunia 2030
Para pemain Timnas Indonesia berpose sebelum bergulirnya laga Timnas Indonesia vs Bulgaria di ajang final FIFA Series 2026 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (30/3/2026).(KOMPAS.com/Antonius Aditya Mahendra)
19:17
15 April 2026

96 Tahun PSSI, Erick Thohir Dukung PSSI Pers Diskusi Bahas Kans ke Piala Dunia 2030

Pada 19 April 2026 ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) genap berusia 96 tahun.

Perjalanan panjang hampir satu abad sepak bola nasional itu diwarnai berbagai dinamika, mulai dari prestasi hingga tantangan besar.

Perjalanan PSSI selama hampir satu abad tidak selalu mulus. Ada pencapaian yang patut diapresiasi.

Namun, ada juga kegagalan yang menyisakan kekecewaan, termasuk belum berhasilnya Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026.

Terlepas dari itu, Timnas Indonesia tetap menunjukkan perkembangan positif. Peningkatan ranking FIFA, munculnya pemain muda potensial, serta pembenahan kompetisi domestik menjadi indikasi adanya proses yang berjalan.

Target menuju Piala Dunia 2030 yang sebelumnya dianggap ambisius, kini mulai masuk dalam perhitungan realistis. Optimisme publik pun perlahan tumbuh.

Baca juga: Arne Slot Desak Liverpool Jual Pemain Sebelum Datangkan Penggawa Baru

Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, peluang Indonesia tampil di Piala Dunia terasa lebih dekat. Pertanyaan publik kini bergeser dari “apakah bisa” menjadi “bagaimana caranya”.

Menjelang peringatan HUT ke-96 PSSI, PSSI Pers akan menggelar diskusi terbuka pada 16 April 2026 di GBK Arena, Jakarta, yang akan melibatkan insan media dan pemangku kepentingan sepak bola nasional.

PSSI Pers memandang usia ke-96 sebagai momentum tepat untuk membuka ruang diskusi. Tujuannya bukan sekadar perayaan, tetapi membangun dialog jujur dan terukur.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menyerahkan jersey Timnas Indonesia kepada Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Fabien Penone, dalam acara kerja sama PSSI dengan FFF untuk pengembangan sepak bola putri di IFI Jakarta, Rabu (15/4/2026).KOMPAS.com/Sem Bagaskara Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menyerahkan jersey Timnas Indonesia kepada Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Fabien Penone, dalam acara kerja sama PSSI dengan FFF untuk pengembangan sepak bola putri di IFI Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Dukungan Ketum PSSI

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mendukung adanya dialog terbuka dari berbagai pihak terkait sepak bola nasional. Ia pun menekankan pentingnya peran pers dalam ekosistem sepak bola nasional.

“Pers sebagai bagian penting dari ekosistem sepak bola nasional. Tak hanya peliput pertandingan, tetapi juga mitra yang membantu membangun suasana sepak bola yang sehat melalui pemberitaan yang benar, berimbang, beretika, dan bertanggung jawab," kata Erick dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Hasil Timnas Putri Indonesia Vs Kaledonia Baru 4-2: Garuda Pertiwi Rebut Tempat Ketiga

“Kritik tetap diperlukan, tetapi tidak boleh berubah menjadi perundungan, penghakiman berlebihan, rasisme, atau narasi yang merusak mental pemain, khususnya pemain muda."

"Karena pers juga berperan membentuk opini publik, memperluas eksposur kompetisi, menumbuhkan semangat persatuan, dan ikut menopang proses pembinaan agar sepak bola Indonesia berkembang lebih profesional serta membanggakan di tingkat nasional dan internasional," tambah dia.

Di samping itu, Ketua PSSI Pers, Robbi Yanto, menyebut forum ini penting untuk menyatukan cara pandang berbagai pihak terhadap masa depan sepak bola nasional.

“Momentum 96 tahun ini bukan hanya soal melihat ke belakang, tapi juga memastikan kita punya arah yang jelas ke depan. Diskusi ini kami buat supaya semua pihak bisa duduk bersama, bicara terbuka, dan mencari jalan yang realistis menuju Piala Dunia 2030,” ujar Robbi.

Ia menambahkan, peran media menjadi krusial dalam mengawal proses tersebut agar tetap transparan dan konstruktif.

Baca juga: Timnas U17 Putri Indonesia Siap Ditempa di Akademi Perancis yang Lahirkan Mbappe

“Media punya posisi strategis untuk menjaga ekosistem ini tetap sehat. Kami ingin diskusi ini juga jadi ruang kolaborasi, bukan hanya kritik, tapi juga solusi,” lanjutnya.

Wadah Pertukaran Gagasan

Diskusi bertajuk “96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030” akan menjadi wadah pertukaran gagasan. Forum ini dirancang untuk menghadirkan perspektif dari berbagai pihak dalam ekosistem sepak bola.

Mulai dari federasi, pelaku lapangan, pengamat, hingga insan media akan dipertemukan. Diskusi diharapkan mampu menghasilkan peta jalan yang lebih konkret menuju target besar tersebut.

Selain itu, forum ini juga bertujuan mendorong komunikasi yang lebih terbuka antar pemangku kepentingan. PSSI Pers ingin memperkuat perannya sebagai jembatan antara dunia sepak bola dan media.

Ruang diskusi ini juga akan membuka partisipasi publik. Suara jurnalis dan warganet diharapkan dapat memperkaya arah pembangunan sepak bola nasional.

Baca juga: Fajar Alfian Jadi Kapten Tim Beregu Putra, Bidik Gelar Thomas Cup 2026

Secara historis, perjalanan Indonesia menuju Piala Dunia telah dimulai sejak era Hindia Belanda. Indonesia pernah tampil di Piala Dunia 1938, namun setelah kemerdekaan, langkah menuju putaran final kerap terhenti di babak kualifikasi.

Salah satu pencapaian terbaik terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 1986. Saat itu, Indonesia mampu mencapai ronde kedua sebelum dihentikan Korea Selatan.

Harapan kembali muncul dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Timnas Indonesia berhasil melaju hingga ronde keempat sebelum akhirnya gagal lolos setelah menghadapi Arab Saudi dan Irak.

Kini, harapan baru muncul bersama pelatih John Herdman. Ia datang dengan pengalaman membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 dan menargetkan hal serupa bersama Indonesia pada 2030.

PSSI Pers mengundang para jurnalis untuk hadir dan meliput langsung diskusi ini. Momentum ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perjalanan panjang Indonesia menembus panggung sepak bola dunia

Tag:  #tahun #pssi #erick #thohir #dukung #pssi #pers #diskusi #bahas #kans #piala #dunia #2030

KOMENTAR