PR Besar Timnas U17 Indonesia, Variasi Serangan dan Mental Saat Tertinggal
Pemain timnas u17 Indonesia Sean Rahman Kastor, Pandu Aryo Wicaksono dan Peres Awkila Tjoe dijaga ketat pemain Malaysia saat laga kedua babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
22:33
18 April 2026

PR Besar Timnas U17 Indonesia, Variasi Serangan dan Mental Saat Tertinggal

- Kekalahan selalu terasa lebih pahit ketika datang dari rival terdekat. Itulah yang dirasakan Timnas U17 Indonesia saat harus mengakui keunggulan Malaysia di babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026.

Di balik hasil Timnas U17 Indonesia vs Malaysia tersebut muncul banyak catatan, bukan hanya soal skor, tetapi juga tentang respons tim, pola permainan, hingga mentalitas saat tertinggal.

Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, menilai hasil ini memang menyakitkan, terutama karena melibatkan rival klasik di level usia mana pun.

“Selalu menggemaskan ketika kita kalah dari Malaysia pasti ada rasa kecewa. Tapi, saya rasa dari pertandingan tadi kita sudah berusaha melalui pergantian pemain yang menambah intensitas serangan walau pola serangan masih bisa diantisipasi lawan,” ujar 

PR dalam Kreativitas

Menurutnya, peningkatan performa tetap terlihat, tetapi masih ada pekerjaan rumah besar dalam hal kreativitas menyerang.

“Serangan harus ditingkatkan lagi dan ini adalah pertandingan yang menurut saya membuka jalan bagi 3 tim menuju semifinal nanti,” imbuhnya.

Pada laga terakhir babak penyisihan Grup A, timnas u17 Indonesia akan melawan Vietnam sekaligus menjadi penentuan nasib.

Meski di atas kertas lawan lebih diunggulkan, peluang tetap ada.

Baca juga: Kurniawan Bicara Data dan Taktik di Balik Pemilihan Pemain Timnas U17

“Menjadi persaingan sangat menarik di laga terakhir perebutan posisi antara Indonesia, Malaysia maupun Vietnam. Masih sangat terbuka walaupun memang Vietnam superior di grup ini,” ujarnya lagi.

PR Lama yang Kembali Muncul

Lebih jauh, ia menyoroti masalah yang bukan hal baru dalam Timnas Indonesia. Yakni kesulitan tim saat tertinggal lebih dulu, masalah yang sudah muncul sejak era pelatih Nova Arianto dan saat ini Kurniawan Dwi Yulianto.

"Momen ketika kita menghadapi skenario menghadapi ketinggalan terlebih dahulu ini masih menjdi PR tersendiri bagi Timnas dari era Coach Nova,” kata Rizal Pahlevi.

Pemain timnas u17 Indonesia Fardan Ary Setyawan usai berduel dengan pemain Malaysia saat laga kedua babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas u17 Indonesia Fardan Ary Setyawan usai berduel dengan pemain Malaysia saat laga kedua babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026) malam.

“Bagaimana di eranya prosentase kemenangan ketika situasi pertandingan kita unggul itu tinggi tapi ketika persentase kemenangan yang berhadapan dengan tertinggal lebih dahulu itu cenderung menemukan kesulitan dan terjadi lagi di era Kurniawan,” sambungnya.

Respons mental dan taktik saat dalam kondisi tertinggal menjadi titik krusial yang belum sepenuhnya teratasi.

“Poin yang perlu dikembangkan dari segi respons ketika sudah ketinggalan. Tim ini memiliki kualitas untuk bermain dan mencari gol tapi kalau sudah ketinggalan ini yang masih menghantui Timnas u17 Indonesia,” kata pengamat dari Jakarta itu.

Baca juga: Kurniawan Dwi Yulianto Tak Mau Mental Timnas U17 Indonesia Jatuh

Meski dihadapkan pada situasi sulit, optimisme belum sepenuhnya hilang.

Indonesia masih memiliki peluang pada laga pamungkas babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (19/4/2026) malam.

“Saya rasa laga selanjutnya melawan timnas u17 Vietnam bermain all out kita masih bisa memberikan kejutan untuk merepotkan sang tim kuat di grup ini yaitu Vietnam,” pungkas Rizal Pahlevi.

Tag:  #besar #timnas #indonesia #variasi #serangan #mental #saat #tertinggal

KOMENTAR