Kevin Diks Marah ke Fans Bola Indonesia, Kenapa?
Pemain keturunan Timnas Indonesia, Kevin Diks, meluapkan kemarahannya kepada oknum suporter akibat serangan rasisme brutal yang menimpa rekannya, Ricky Kambuaya.
Tragedi memalukan ini mencoreng wajah kompetisi BRI Super League 2025/2026 sesaat setelah laga panas antara Dewa United melawan Persib Bandung berakhir imbang 2-2.
Sikap tegas Kevin Diks bersama bintang skuad Garuda lainnya menjadi tamparan keras bagi ekosistem sepak bola nasional yang dinilai masih darurat edukasi soal toleransi.
Solidaritas Skuad Garuda Melawan Rasisme
Eugen Polanski Janji Tak Otak-atik Formasi, Kevin Diks Terus Jadi Kapten Gladbach? [Instagram]Kemarahan Kevin Diks memuncak ketika mengetahui Ricky Kambuaya diserang dengan kata-kata rasial melalui kolom komentar dan pesan langsung di akun Instagram pribadinya.
Bek tangguh yang merumput di Eropa ini merasa sangat kecewa dengan perilaku tidak beradab dari segelintir oknum penggemar sepak bola di tanah air.
"Tidak dapat dipercaya," tulis Kevin Diks lewat akun @kevindiks2 untuk menanggapi perlakuan tak bermoral tersebut.
Ricky Kambuaya dapat instruksi khusus dari Erick Thohir jelang timnas Indonesia vs China. (Kita Garuda)Emosi serupa juga ditunjukkan oleh penyerang Persija Jakarta, Mauro Zijlstra, yang memberikan emotikon tepuk jidat sebagai tanda frustrasi atas kelakuan oknum warganet.
Striker andalan Timnas Indonesia, Rafael Struick, tak ketinggalan memberikan suntikan dukungan mental kepada gelandang asal Papua tersebut.
"Tetap kuat saudaraku," tulis Struick via akun @rafaelstruick untuk menguatkan rekan seperjuangannya di tim nasional.
Noda Hitam di Laga Dewa United vs Persib
Kasus pelecehan verbal ini bermula usai peluit panjang berbunyi dalam laga pekan ke-28 di Banten International Stadium pada Senin (20/4/2026).
Ricky Kambuaya secara terbuka membagikan bukti serangan rasisme yang diterimanya melalui unggahan di akun Instagram @richardo_r55.
Aksi tidak sportif di dunia maya ini sangat kontras dengan semangat persaudaraan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam industri olahraga.
Rekan setim Kambuaya di Dewa United, Egy Maulana Vikri, turut mengutuk keras tindakan diskriminatif yang kembali terulang di liga domestik.
"Katakan tidak pada rasial," ujar Egy dalam akun @egymaulanavikri untuk menolak segala bentuk diskriminasi di sepak bola.
Darurat Rasisme di Super League
Insiden memalukan yang menimpa penggawa Timnas Indonesia ini bukanlah kasus rasisme pertama yang terjadi di kompetisi domestik musim ini.
Serangan siber bernada diskriminasi tampaknya telah menjadi kebiasaan buruk sebagian suporter ketika merasa tidak puas dengan hasil pertandingan tim kesayangannya di lapangan.
Ironisnya, ancaman rasisme di kubu Dewa United ternyata tidak hanya dialami oleh barisan para pemain lokal saja.
Bek asing asal Brasil, Johnathan Carlos Pereira, sebelumnya juga harus menelan pil pahit menjadi korban pelecehan rasial serupa dari warganet.
"Semoga Tuhan memberkatimu," ujar Johnathan dalam akun @johnathanjc2 merespons dengan tenang serangan buta yang mampir ke media sosialnya.