Tatap Piala Asia U17 2026, Timnas U17 Indonesia Gandeng Psikolog
Pemain timnas u17 Indonesia, Farrel Luckyta Widodo saat laga ketiga babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 melawan Vietnam yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
18:23
25 April 2026

Tatap Piala Asia U17 2026, Timnas U17 Indonesia Gandeng Psikolog

- Timnas U17 Indonesia mulai membenahi persiapan jelang Piala Asia U17 2026.

Evaluasi dilakukan setelah hasil di ajang ASEAN Cup U17 2026 (Piala AFF U17 2026).

Pelatih Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menyebut ada beberapa hal penting yang perlu diperbaiki.

Salah satu sorotan utama adalah efektivitas penyelesaian akhir.

Dalam dua laga awal fase grup melawan Timor Leste dan Malaysia, Indonesia mampu menguasai permainan. Namun, peluang yang tercipta tidak berujung gol.

"Yang pertama, tentunya masalah finishing. Karena di pertandingan, terutama pertandingan pertama dan kedua, kita punya banyak peluang tapi tidak terjadi gol," kata Kurniawan.

Baca juga: Fokus Evaluasi Timnas U17 Indonesia Jelang Piala Asia U17 2026

Masalah Mental Saat Tertinggal

Selain finishing, Kurniawan juga menyoroti aspek mental pemain. Hal ini terlihat saat menghadapi Malaysia.

Saat tertinggal, pemain cenderung bermain terburu-buru dan kehilangan kesabaran.

Situasi tersebut membuat permainan tidak berjalan sesuai rencana.

Pemain timnas u17 Indonesia, Peres Awkila Tjoe dijaga ketat pemain Vietnam saat laga ketiga babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas u17 Indonesia, Peres Awkila Tjoe dijaga ketat pemain Vietnam saat laga ketiga babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam.

Baca juga: Petuah Simon Tahamata ke Timnas U17 Indonesia Jelang Piala Asia U17 2026

"Saat lawan Malaysia kita ketinggalan, kita bermain lebih ingin cepat menyamakan kedudukan," katanya lagi.

"Sementara saat lawan melakukan low block, kita seharusnya lebih sabar mencari peluang."

Menurutnya, kondisi seperti ini harus segera diperbaiki agar tim bisa tetap tenang dalam berbagai situasi pertandingan.

Libatkan Psikolog dan Siapkan Taktik

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim pelatih mulai melibatkan psikolog dalam proses persiapan.

Langkah ini diambil untuk membantu pemain menjaga fokus dan emosi saat bertanding.

Pendekatan ini melengkapi program latihan teknis yang sudah berjalan.

Baca juga: Hasil Drawing Piala Asia U17 2026: Indonesia Masuk Grup B, Jumpa Tim Tersukses

Tim juga menyiapkan variasi taktik agar bisa menghadapi karakter lawan berbeda di Piala Asia.

"Untuk persiapan sendiri, kita coba lakukan team tactical karena lawan di Piala Asia punya game plan yang berbeda-beda," kata Kurniawan lagi.

"Kita benar-benar ingin menerapkan counter tactical melawan mereka, kemudian menentukan pemain mana yang pas untuk taktik tersebut," pungkasnya.

Tag:  #tatap #piala #asia #2026 #timnas #indonesia #gandeng #psikolog

KOMENTAR