Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah
Ilustrasi daging kurban (Unsplash/teguhyudhatama)
08:06
30 Mei 2026

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Konsumsi daging sapi masyarakat Indonesia ternyata masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Kondisi ini menjadi salah satu gambaran masih adanya kesenjangan akses masyarakat terhadap pangan bergizi, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat di wilayah tertinggal.

Berdasarkan data yang disampaikan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah), konsumsi daging sapi per kapita di Indonesia baru mencapai sekitar 2,77 kilogram per tahun, jauh di bawah rata-rata konsumsi di sejumlah negara ASEAN. Di sisi lain, masih terdapat 81 kabupaten/kota yang berstatus rentan rawan pangan.

Di tengah tantangan tersebut, kebutuhan hewan kurban nasional justru terus meningkat. Pada tahun 2026, kebutuhan hewan kurban diperkirakan naik 3,82% menjadi 2.355.470 ekor. Momentum Idul Adha dinilai dapat menjadi sarana pemerataan akses protein hewani bagi masyarakat yang membutuhkan.

Memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Prudential Syariah menyalurkan 14 ekor sapi kurban kepada 14 komunitas rentan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui program "Satu Kurban, Ribuan Berkah". Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 2.000 penerima manfaat mulai dari Jakarta, Aceh hingga Flores, Nusa Tenggara Timur.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan perlindungan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga mencakup kebutuhan dasar seperti akses terhadap pangan bergizi.

"Bagi kami, melindungi keluarga Indonesia berarti hadir di setiap lapis kebutuhan, termasuk kebutuhan paling dasar seperti akses terhadap pangan yang bergizi dan layak. Program Satu Kurban, Ribuan Berkah adalah wujud nyata dari apa yang kami maksud dengan Satu Yang Melindungi," ujar Vivin dalam keterangannya.

Menurutnya, kesenjangan akses pangan merupakan bagian dari tantangan perlindungan keluarga yang lebih luas. Ketika sebuah keluarga tidak memiliki akses terhadap asupan bergizi yang memadai, maka ketahanan dan masa depan keluarga tersebut menjadi lebih rentan.

Melalui kerja sama dengan Dompet Dhuafa, distribusi hewan kurban difokuskan kepada kelompok masyarakat yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap sumber protein berkualitas. Setiap satu ekor sapi didedikasikan untuk satu komunitas agar manfaat yang diterima dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

Adapun penerima manfaat program tersebut meliputi pekerja penunjang operasional perusahaan seperti petugas kebersihan, pengemudi, petugas keamanan dan office boy. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada komunitas perempuan pengemudi ojek online, masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), santri, guru honorer, nelayan, petani, tenaga kesehatan hingga korban bencana alam di Aceh dan Flores.

Tak hanya mengedepankan aspek sosial, Prudential Syariah juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pelaksanaan program tersebut. Seluruh daging kurban dikemas menggunakan daun dan besek bambu guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menekan timbulan sampah.

Vivin menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak semata-mata diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Menjadi nomor satu bagi kami bukan hanya soal pencapaian bisnis. Ini soal seberapa nyata kehadiran kami dirasakan oleh keluarga Indonesia, termasuk mereka yang selama ini paling jauh dari jangkauan," tutupnya.

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #konsumsi #daging #orang #ternyata #masih #rendah

KOMENTAR