Hadiah Uang Juara Piala Dunia 2026 Naik
FIFA mengambil langkah strategis dengan menambah alokasi dana partisipasi guna meringankan beban finansial negara-negara peserta Piala Dunia 2026. Termasuk nilai hadiahnya.
Transformasi format turnamen menjadi 48 tim menuntut komitmen anggaran yang lebih besar untuk menjamin kelancaran operasional setiap federasi nasional.
Dikutip dari Al Jazeera, keputusan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran tim-tim Eropa terkait tingginya biaya perjalanan dan pajak di wilayah Amerika Utara.
Trofi FIFA World Cup 2026 diperlihatkan kepada media saat Trophy Tour di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr]FIFA kini berada dalam posisi finansial terkuat dalam sejarahnya berkat pertumbuhan pendapatan global yang melampaui target awal.
Skema peningkatan ini dirancang untuk memastikan bahwa kesenjangan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi prestasi negara peserta di ajang tersebut.
Induk organisasi sepak bola dunia tersebut sedang mengintensifkan komunikasi dengan berbagai asosiasi nasional untuk mematangkan struktur pembagian hadiah.
Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)Asosiasi negara-negara Eropa sebelumnya telah mengajukan permohonan resmi agar dana bantuan partisipasi disesuaikan dengan realitas biaya musim panas ini.
Rencana besar peningkatan anggaran ini dijadwalkan masuk dalam agenda pengesahan pada pertemuan Dewan FIFA hari Selasa mendatang.
Lokasi pertemuan krusial tersebut akan dilangsungkan di Vancouver, Kanada, tepat sebelum pelaksanaan Kongres FIFA ke-76.
Pada penghujung tahun lalu, FIFA sebenarnya telah menetapkan rekor total dana hadiah yang mencapai angka 727 juta dolar AS.
Berdasarkan kesepakatan awal, juara dunia dijadwalkan membawa pulang hadiah utama sebesar 50 juta dolar AS untuk federasi mereka.
Setiap tim yang berhasil lolos ke putaran final setidaknya dijamin akan mengantongi dana minimal sebesar 10,5 juta dolar AS.
Namun, dialog intensif antara FIFA dan berbagai asosiasi nasional terus bergulir untuk mencari titik temu mengenai angka yang lebih ideal.
UEFA secara aktif melakukan lobi setelah mendengar keluhan anggotanya mengenai tantangan logistik dan biaya operasional di Amerika Serikat.
Aspek perpajakan dan efisiensi perjalanan antarnegara tuan rumah, yakni AS, Kanada, dan Meksiko, menjadi poin krusial dalam diskusi tersebut.
FIFA memproyeksikan pendapatan mereka akan menembus angka 11 miliar dolar AS dalam siklus periode empat tahunan saat ini.
“FIFA dapat mengonfirmasi bahwa mereka sedang dalam diskusi dengan asosiasi di seluruh dunia untuk meningkatkan pendapatan yang tersedia,” ujar seorang juru bicara FIFA kepada kantor berita Reuters.
“Ini termasuk usulan peningkatan kontribusi finansial kepada semua tim yang lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 dan dana pengembangan yang tersedia bagi seluruh 211 asosiasi anggota,” lanjutnya.
“Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi terobosan dalam hal kontribusi finansialnya kepada komunitas sepak bola global, dan FIFA bangga berada dalam posisi keuangan terkuat yang pernah ada untuk menguntungkan permainan global melalui program FIFA Forward-nya,” tegasnya.
Struktur pendanaan awal sebesar 655 juta dolar AS sebelumnya diprioritaskan sebagai pembayaran berbasis performa untuk 48 negara peserta.
Selain bonus berdasarkan prestasi di lapangan, setiap tim nasional juga berhak mendapatkan dana persiapan khusus secara merata.
Masing-masing negara peserta yang telah terkualifikasi akan diberikan suntikan dana sebesar 1,5 juta dolar AS guna menunjang kebutuhan latihan.
Keberhasilan komersial FIFA didorong oleh performa pendapatan tahunan yang sangat positif, terutama dari sektor hak siar dan sponsor.
Laporan tahunan menyebutkan bahwa 93 persen dari total anggaran pendapatan telah berhasil dikontrak hingga akhir tahun lalu.
Kesuksesan turnamen Piala Dunia Antarklub dengan format 32 tim di Amerika Serikat menjadi salah satu pendorong utama stabilitas kas FIFA.
Piala Dunia 2026 sendiri akan diselenggarakan mulai tanggal 11 Juni hingga partai puncak pada 19 Juli mendatang.
Turnamen ini menjadi edisi pertama dalam sejarah yang melibatkan tiga negara tuan rumah dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang masa.
Latar belakang peningkatan dana ini didasari oleh meningkatnya kompleksitas logistik karena jarak antar kota penyelenggara yang sangat luas di Amerika Utara.
Selain itu, inflasi global dan perbedaan regulasi fiskal di masing-masing negara tuan rumah menuntut FIFA untuk lebih adaptif secara finansial.
Upaya ini dilakukan agar standar kompetisi tetap terjaga dan federasi dari negara berkembang tidak terbebani secara ekonomi saat bertanding.