Persik vs Arema FC, Singo Edan Menata Ulang Harapan di Derbi Jatim
Pemain Arema FC Dalberto Luan Belo mengontrol bola saat laga pekan ke-17 Super league 2025-2026 melawan Persik Kediri yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/1/2026) sore.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
23:32
2 Mei 2026

Persik vs Arema FC, Singo Edan Menata Ulang Harapan di Derbi Jatim

KOMPAS.com - Derbi Jatim kembali hadir pada pekan ke-31 Super League 2025-2026, kali ini mempertemukan Persik Kediri dan Arema FC di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Minggu (3/5/2026) 15.30 WIB.

Meski digelar tanpa kehadiran suporter karena alasan keamanan, atmosfer pertandingan dipastikan tidak kehilangan makna.

Rivalitas panjang kedua tim tetap menyimpan tensi tinggi, terlebih di akhir musim ketika setiap poin menjadi sangat berharga.

Bagi Persik, laga ini menjadi bagian dari perjuangan bertahan di kasta tertinggi.

Sementara, Arema FC datang dengan misi berbeda yaitu memperbaiki posisi sekaligus menebus luka akibat kekalahan menyakitkan di laga sebelumnya.

Baca juga: Persik Vs Arema FC: Tanpa Suporter, Motivasi Ekstra Telmo Castanheira untuk Menang

Dalam situasi seperti ini, Derbi Jatim tidak sekadar soal hasil, tetapi juga soal harga diri dan momentum.

Pelatih Marcos Santos tidak menutup mata terhadap performa tim yang sempat terpuruk.

Ia menyebut laga terakhir sebagai titik terendah musim ini, menjadi sebuah evaluasi keras tim.

“Persiapan kami untuk pertandingan berjalan dengan baik. Kami melakukan persiapan yang bagus, dan kami juga harus memotivasi serta menggerakkan para pemain,” katanya.

Baca juga: Derbi Jatim Pindah ke Gresik, Persik vs Arema FC Hadir dengan Cerita Baru

Menghadapi Lawan dengan Rasa Hormat

Ia menegaskan bahwa posisi klasemen tidak mencerminkan keseluruhan kualitas lawan.

Ia melihat lawan sebagai tim yang tetap berbahaya, terutama dalam situasi tertekan.

“Sekarang ini adalah laga klasik (derby) lagi, menghadapi lawan sulit. Kami tetap harus menghormati mereka karena mereka memiliki tim sangat bagus dan pelatih bagus,” ujar Marcos Santos.

Untuk itu ia tidak ingin tim terjebak dalam rasa percaya diri berlebihan.

Dalam derby, detail kecil sering kali menentukan hasil akhir dan menganggap remeh lawan bisa berujung fatal.

Sementara itu tidak hanya aspek teknis, faktor non-teknis turut memberi warna pada perjalanan Arema FC.

Jadwal padat dan mobilitas tinggi membuat Arkhan Fikri dkk harus beradaptasi dengan kondisi fisik dan mental yang tidak ideal.

Pelatih Arema FC di Super League 2025-2026, Marcos Santos.[RAHAYU] Pelatih Arema FC di Super League 2025-2026, Marcos Santos.

“Memang fase kompetisi ini cukup sulit bagi kami. Kami harus pergi ke Bandung untuk pertandingan yang berat. Setelah itu kami berpikir bisa bermain di Malang, di Kanjuruhan bersama suporter, tapi itu tidak memungkinkan,” tutur pelatih berusia 46 tahun itu.

“Perjalanan panjang, kemudian harus kembali lagi, membuat para pemain kelelahan sekitar satu minggu hingga delapan hari jauh dari keluarga, dari Malang, dari rumah. Secara mental itu tidak mudah,” imbuhnya.

Namun, dalam situasi seperti inilah karakter tim diuji. Kemampuan untuk tetap fokus dan menjaga semangat menjadi pembeda antara tim yang bertahan dan tim yang berkembang.

Melupakan Masa Lalu, Menatap Kediri

Kini melawan Persik, klub berjuluk Singo Edan itu memilih untuk tidak berlarut dalam kekecewaan.

Kekalahan 0-4 dari Persebaya di laga sebelumnya dianggap sebagai pelajaran, bukan beban yang harus dibawa terus menerus.

Baca juga: Arema FC Remuk di Derbi karena Kesalahan Sendiri

“Suporter tentu berhak menuntut karena hasil terakhir. Tapi itu sudah berlalu. Para pemain sudah memahami dan kami tinggalkan laga melawan Persebaya," kata Marcos Santos.

"Memang kami tidak tampil baik, dan sekarang fokus kami adalah Kediri. Ini laga penting, derby, dan kembali bermain tandang. Kami harus bangkit dari kekalahan terakhir,” pungkasnya.

Tag:  #persik #arema #singo #edan #menata #ulang #harapan #derbi #jatim

KOMENTAR