Dampak Tuduhan Rasialisme Bhayangkara FC bagi Skuad Persib
Starting Persib Bandung kala menghadapi Arema FC dengan penjaga gawang muda Fitrah Maulana, tanpa Ramon Tanque. Duel berakhir imbang 0-0 pada Jumat (24/4/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)
15:46
3 Mei 2026

Dampak Tuduhan Rasialisme Bhayangkara FC bagi Skuad Persib

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menjelaskan bahwa tuduhan rasialisme Bhayangkara FC kepada kapten Marc Klok membuat tim kian bertekad untuk bersatu.

Hal itu disampaikan Bojan Hodak pada sesi konferensi pers jelang laga Persib vs PSIM Yogyakarta di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Senin (4/5/2026). 

Tuduhan Bhayangkara FC kepada Marc Klok membuat skuad Maung semakin ingin bersatu.

Tim menyadari ada ujian non teknis yang mulai menggoyahkan fokus dalam perburuan gelar juara. 

Bagi Hodak, tuduhan rasialisme Marc Klok kepada penyerang Bhayangkara FC Henry Doumbia adalah sebuah hal memalukan. 

Baca juga: Sikap Persib Atas Tuduhan Rasisme kepada Marc Klok oleh Bhayangkara FC

Hodak juga mengatakan bahwa kekalahan 2-4 dari Persib menjadi hal membahagiakan bagi Bhayangkara FC yang ia katakan bisa jebol enam sampai tujuh gol.

“Untuk tim ini fantastis, ini membantu kami lebih bersatu dalam tim, ini hanya hal memalukan untuk Bhayangkara FC,” sebut Hodak. 

“Mereka (Bhayangkara) bahagia karena kebobolan empat gol, mereka beruntung karena tidak kebobolan enam-tujuh gol,” tutur Hodak. 

Baca juga: Persib Vs PSIM Yogyakarta, Modal Maung Tak Terkalahkan dalam 18 Laga

Persib Bersiap Hadapi PSIM

Para pemain Persib Bandung merayakan gol pembuka Beckham Putra pada laga Persib Bandung vs Persija Jakarta yang menjadi bagian pertandingan pekan ke-17 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1/2026). KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Para pemain Persib Bandung merayakan gol pembuka Beckham Putra pada laga Persib Bandung vs Persija Jakarta yang menjadi bagian pertandingan pekan ke-17 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1/2026).

Persib siap melanjutkan asa mereka untuk juara dalam empat laga terakhir Super League 2025-2026 bersaing dengan Borneo FC Samarinda. 

Tantangan terdekat menghadapi PSIM Yogyakarta, pada laga lain Borneo akan menjamu Persita Tangerang. 

Hodak merasakan timnya dalam atmosfer yang bagus pasca kemenangan remontada atau aksi berbalik unggul dalam skor 2-4 dari Bhayangkara FC.

“Hanya ada waktu empat hari di antara pertandingan. Atmosfer tim sangat baik berkat hasil dan performa kami di babak kedua pertandingan terakhir,” kata Hodak. 

Baca juga: Komentar Layvin Kurzawa Usai Persib Bandung Kembali ke Puncak Klasemen

Analisis Kekuatan PSIM

PSIM gagal menang dalam tujuh pertandingan terakhir, namun tim asuhan Jean-Paul van Gastel ini mengelola tim dengan baik dan terorganisir. 

Tak ada satupun tim yang meremehkan Laskar Mataram, kendati kalah, selalu didapat dengan selisih satu gol. 

“Kami sekarang fokus menghadapi Jogja, tim yang terorganisir dengan baik dan sulit dikalahkan. Bahkan ketika kalah, mereka hanya selisih satu gol,” analisis pelatih asal Kroasia ini. 

“Tidak ada tim yang bisa meremehkan mereka karena mereka adalah tim yang bekerja sangat keras,” sebutnya. 

Hodak memprediksi laga melawan PSIM akan sulit, namun harapannya Maung Bandung bisa amankan tiga poin.

“Jadi, saya memprediksi pertandingan sulit, tetapi saya berharap di akhir laga kita bisa mendapatkan hasil positif,” harap pelatih asal Kroasia ini. 

Tag:  #dampak #tuduhan #rasialisme #bhayangkara #bagi #skuad #persib

KOMENTAR