Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Edisi Paling Cuan dalam Sejarah karena Ini
Piala Dunia 2026 (suara.com)
16:18
4 Mei 2026

Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Edisi Paling Cuan dalam Sejarah karena Ini

FIFA secara resmi menyepakati lonjakan distribusi dana peserta Piala Dunia 2026 hingga menyentuh angka 871 juta dolar.

Langkah ini diambil demi menyokong kebutuhan operasional tim di tengah perluasan jumlah peserta menjadi 48 negara.

Dikutip dari CNBC, namun di sisi lain kebijakan ini dibayangi oleh gelombang kritik tajam atas melambungnya harga tiket pertandingan secara signifikan.

Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]

Setiap asosiasi negara yang berhasil lolos ke babak kualifikasi dipastikan mengantongi dana minimal sebesar 12,5 juta dolar.

Anggaran tersebut terdiri atas biaya persiapan senilai 2,5 juta dolar serta bonus kelolosan sebesar 10 juta dolar.

Dana ini diproyeksikan untuk membantu pembiayaan perjalanan, fasilitas pelatihan, hingga penggajian staf selama kompetisi berlangsung di Amerika Utara.

Peningkatan anggaran ini dinilai sangat krusial bagi negara-negara yang bukan merupakan kekuatan tradisional dalam sepak bola dunia.

Republik Ceko melaju ke Piala Dunia 2026. (Instagram/@tsghoffenheim)Republik Ceko melaju ke Piala Dunia 2026. (Instagram/@tsghoffenheim)

“Kontribusi tambahan kepada asosiasi sepak bola nasional ini memperkuat peran FIFA dalam mendistribusikan kembali kesuksesan komersial turnamen ke dalam ekosistem sepak bola global,” ujar Ricardo Fort.

Edisi 2026 akan menjadi sejarah baru dengan kehadiran empat negara debutan yakni Uzbekistan, Yordania, Curacao, dan Tanjung Verde.

Meski hadiah meningkat drastis, para penggemar justru mengeluhkan sistem penetapan harga tiket yang mengikuti tren permintaan pasar.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa harga tiket melonjak hingga sepuluh kali lipat dibandingkan dengan edisi Piala Dunia sebelumnya.

Harga tiket untuk laga fase grup terpantau berkisar dari 380 dolar hingga menembus angka 4.105 dolar di Los Angeles.

Bahkan pada platform penjualan kembali secara resmi terdapat tiket partai final yang dipasang dengan harga 11,5 juta dolar.

Pihak otoritas sepak bola dunia mengklaim tetap menyediakan kategori tiket murah mulai dari 60 dolar untuk pendukung tertentu.

Juru bicara FIFA menyatakan bahwa pihaknya fokus menjamin akses yang adil bagi penggemar lama maupun calon penonton baru.

“Sistem penetapan harga variabel selaras dengan tren industri di berbagai sektor olahraga dan hiburan, serta memastikan nilai pasar yang adil untuk sebuah acara,” tambah juru bicara tersebut.

Di tengah polemik harga, antusiasme publik dilaporkan tetap membeludak dengan total permintaan mencapai 508 juta pesanan.

“Penetapan harga tiket selalu menjadi topik sensitif untuk acara besar berskala ini,” ungkap Fort kembali memberikan analisisnya.

Menurutnya akan selalu ada kelompok penggemar yang merasa keberatan dengan harga tiket terutama untuk pertandingan kategori premium.

Meski demikian tren pasar di Amerika Serikat menunjukkan bahwa strategi harga tinggi tetap mampu diserap oleh tingginya permintaan.

Kontroversi lain terkait kemitraan komersial dan isu politik tampaknya tidak banyak mempengaruhi minat para pecinta sepak bola dunia.

“Secara historis, apa yang kami lihat adalah keterlibatan penggemar terhadap turnamen itu sendiri tetap sangat tangguh. Begitu kompetisi dimulai, fokus akan beralih dengan sangat cepat ke sepak bola,” kata Fort.

FIFA mencatatkan pertumbuhan finansial yang signifikan dengan total aset mencapai 9,48 miliar dolar pada laporan tahun 2025.

Piala Dunia 2026 merupakan edisi pertama yang diikuti oleh 48 tim dan diselenggarakan di tiga negara sekaligus yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

FIFA menaikkan total hadiah secara bertahap sejak Desember lalu sebagai bentuk redistribusi pendapatan dari hak siar dan pemasaran global.

Meskipun berstatus organisasi nirlaba, FIFA terus menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan keuntungan komersial dengan keterjangkauan akses bagi para penggemar di seluruh dunia.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #piala #dunia #2026 #bisa #jadi #edisi #paling #cuan #dalam #sejarah #karena

KOMENTAR