Kylian Mbappe: Saya Penyerang Pilihan Keempat Real Madrid Setelah Mastantuono
Kylian Mbappe mengaku menjadi pilihan keempat di Real Madrid sementara pelatih Alvaro Arbeloa membantah keras klaim tersebut. (IG Real Madrid)
13:54
15 Mei 2026

Kylian Mbappe: Saya Penyerang Pilihan Keempat Real Madrid Setelah Mastantuono

Kylian Mbappe memicu kontroversi besar dengan mengungkapkan bahwa dirinya kini hanya menjadi prioritas keempat di lini serang Real Madrid. Situasi ini memanas setelah bintang Prancis tersebut mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa sorakan dari pendukungnya sendiri di Santiago Bernabeu.

Mbappe membeberkan dinamika internal yang pahit mengenai statusnya di bawah arahan pelatih interim, Alvaro Arbeloa. Ia merasa posisinya telah tergeser oleh nama-nama seperti Franco Mastantuono hingga pemain muda Gonzalo Garcia.

"Saya baik-baik saja, saya 100%," ujar Mbappe kepada wartawan setelah pertandingan.

Selebrasi Kylian Mbappe usai mencetak gol ke gawang Brasil. (Instagram/@equipedefrance)Selebrasi Kylian Mbappe usai mencetak gol ke gawang Brasil. (Instagram/@equipedefrance)

"Saya tidak bermain karena pelatih [Arbeloa] memberi tahu saya bahwa saya adalah penyerang pilihan keempat dalam skuad di belakang [Franco] Mastantuono, Vinícius [Júnior] dan Gonzalo. Saya menerimanya dan bermain di waktu yang diberikan. Saya pikir saya bermain dengan baik."

Mbappe menegaskan bahwa meski kecewa dengan menit bermain yang minim, ia tetap mencoba profesional menghadapi keputusan teknis tersebut. Dirinya berjanji akan membuktikan kualitasnya kembali agar bisa merebut tempat utama di sisa musim yang sulit ini.

"Saya siap untuk memulai. Saya tidak marah dengan manajer. Anda harus selalu menghormati keputusan pelatih. Saya akan bekerja keras untuk kembali ke posisi inti," tegas Mbappe.

"Tidak ada masalah dengan Arbeloa. Setiap orang memiliki ide dan filosofi masing-masing. Saya harus bekerja untuk menjadi lebih baik dari Gonzalo, Mastantuono, dan Vini untuk mendapatkan waktu bermain."

Kylian Mbappe sampaikan pesan ke Xabi Alonso yang tinggalkan Real Madrid. (Instagram/@k.mbappe)Kylian Mbappe sampaikan pesan ke Xabi Alonso yang tinggalkan Real Madrid. (Instagram/@k.mbappe)

Namun, suasana semakin keruh ketika Alvaro Arbeloa memberikan pernyataan yang bertolak belakang dengan pengakuan Mbappe dalam konferensi pers. Arbeloa secara terang-terangan menyebut tidak pernah memberikan label "pilihan keempat" kepada pemain sekaliber Mbappe.

"Saya berharap saya memiliki empat penyerang," kata Arbeloa.

"Saya tidak punya empat penyerang, dan saya pastinya tidak mengatakan hal seperti itu kepada Mbappe. Mungkin dia tidak mengerti saya. Saya tidak tahu harus bilang apa lagi kepada Anda. Tidak mungkin saya mengatakan kepadanya bahwa dia adalah penyerang pilihan keempat."

"Saya adalah pelatih, dan sayalah yang memutuskan siapa yang bermain dan siapa yang tidak. Saya berbicara dengannya sebelum pertandingan. Saya tidak tahu bagaimana dia menafsirkannya. Seorang pemain yang tidak berada di bangku cadangan empat hari lalu tidak seharusnya menjadi pemain inti hari ini. Ini bukan final, ini bukan situasi hidup mati... Itu saja. Saya tidak punya masalah dengan siapa pun."

Kekecewaan publik Madrid terhadap Mbappe tidak lepas dari perilaku sang pemain di luar lapangan saat masa pemulihan cedera hamstring.

Sorakan di stadion menjadi puncak kekesalan fans yang merasa sang bintang tidak memberikan komitmen penuh bagi klub.

"Saya bisa mengerti bahwa Mbappe tidak senang karena tidak bermain, tetapi itu adalah keputusan berdasarkan keadaan," tutur Arbeloa.

"Itu adalah hal yang paling logis dan alami untuk dilakukan, hal yang paling masuk akal. Jika Anda mau, Anda bisa menunjukkan kepada saya komentar zona campuran Kylian dan kita bisa mendiskusikannya. Sampai saya mendengar apa yang dia katakan, saya tidak akan mengomentari setiap kalimat... Selama saya di posisi ini, saya memutuskan siapa yang bermain dan siapa yang tidak. Saya tidak peduli siapa nama mereka."

Mbappe sendiri menyadari bahwa ia tidak bisa memaksakan cinta dari para penggemar di tengah performa tim yang sedang merosot tajam. Ia menganggap kritikan tersebut sebagai bagian dari beban besar yang harus dipikul oleh pemain bintang di klub sebesar Real Madrid.

"Ini adalah hidup," kata Mbappe menanggapi sorakan penonton.

"Anda tidak bisa mengubah pikiran orang ketika mereka marah. Saya tidak boleh memasukkannya ke dalam hati. Ini adalah kehidupan pemain Real Madrid, dan pemain terkenal seperti saya... Mereka tidak senang. Itulah satu-satunya cara untuk memahami siulan tersebut."

Real Madrid dipastikan menutup musim ini dengan tangan hampa setelah gagal meraih trofi mayor selama dua tahun berturut-turut.

Kekosongan prestasi ini juga diiringi dengan pergantian kursi pelatih dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa di tengah kompetisi.

"Kami memulai musim dengan baik. Kemudian kami kehilangan segalanya di paruh kedua musim," ungkap Mbappe mengenai kemerosotan tim.

"Ini sangat menyakitkan. Saya merasa kami memiliki gaya permainan, struktur, dan kami kehilangannya. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Xabi. Semua orang tahu apa yang saya pikirkan tentang dia. Tapi kita harus menatap ke depan tentang apa yang bisa kita perbaiki dan lakukan dengan lebih baik."

Konflik ini meledak saat Real Madrid menang 2-0 atas Real Oviedo, yang merupakan laga kandang pertama setelah Barcelona resmi menjadi juara La Liga. Ketegangan internal ini terjadi di tengah rencana Presiden Florentino Perez untuk mengadakan pemilihan presiden baru serta kritik pedas media terhadap Mbappe yang sempat terlihat berlibur saat sedang dalam masa pemulihan cedera sebelum laga El Clasico.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #kylian #mbappe #saya #penyerang #pilihan #keempat #real #madrid #setelah #mastantuono

KOMENTAR