Cegah Kericuhan Suporter, Wakil Ketua Komisi X DPR Minta PSSI Utamakan Pembinaan
Parlemen mendorong perubahan pendekatan dalam penanganan masalah suporter sepak bola di Indonesia agar lebih efektif dan berkelanjutan.(ANTARA FOTO/Gusti Tanati/nym.)
15:30
20 Mei 2026

Cegah Kericuhan Suporter, Wakil Ketua Komisi X DPR Minta PSSI Utamakan Pembinaan

Pihak parlemen meminta adanya perubahan paradigma dalam penanganan masalah suporter sepak bola di tanah air.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, mendesak agar aspek edukasi dan bimbingan lebih dikedepankan oleh kementerian terkait maupun Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Langkah ini dinilai sangat krusial guna meredam sekaligus mengantisipasi terulangnya kembali gesekan antarpendukung di dalam stadion.

Komisi X menaruh atensi yang sangat besar terhadap rangkaian insiden gesekan yang belakangan ini kembali mencoreng jalannya roda kompetisi domestik.

Hal tersebut dinilai dapat memberikan dampak buruk terhadap proses perbaikan tata kelola sepak bola yang sedang berjalan.

Baca juga: Usai Dihukum AFC, Persib Kena Sanksi Komdis PSSI Rp 455 Juta

Oleh sebab itu, sinergi yang kuat antara pemerintah dan PSSI diharapkan mampu melahirkan regulasi pertunjukan sepak bola yang jauh lebih ramah serta aman bagi masyarakat umum.

Perlunya Transformasi Budaya dan Evaluasi

Anggota legislatif menyoroti beberapa kasus kekerasan dan pelanggaran ketertiban yang baru-baru ini kembali mencuat ke permukaan.

Beberapa di antaranya meliputi aksi perusakan sarana stadion oleh oknum pendukung pascalaga Persipura kontra Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, Jayapura.

Selain itu, gangguan keamanan akibat maraknya penyalaan cerawat (flare) juga terjadi dalam laga yang berlangsung di wilayah Sleman, Yogyakarta.

"Ke depan, pendekatan yang dibangun tidak boleh hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pembinaan dan transformasi budaya sepak bola nasional," kata Esti Wijayati dikutip dari Antara.

Menurut Esti, antusiasme serta energi masif dari kalangan pendukung, terutama generasi muda, seharusnya dikelola secara tepat agar bertransformasi menjadi sokongan positif demi kemajuan prestasi olahraga nasional.

Baca juga: PSSI Sanksi Persipura Imbas Insiden Usai Laga Play Off Championship

Langkah konkret yang didorong oleh parlemen meliputi peninjauan ulang tata kelola pertandingan, penguatan sistem pengamanan stadion, hingga penerapan sanksi kepada pihak-pihak yang dinilai teledor dalam menjalankan prosedur keselamatan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati di Kantor Pemkab Gunungkidul, Rabu (24/9/2025)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati di Kantor Pemkab Gunungkidul, Rabu (24/9/2025)

Upaya pembenahan komprehensif ini dinilai sangat penting agar sepak bola Indonesia berjalan profesional dan kondusif, terlebih di tengah proses pembenahan tata kelola kompetisi pascaevaluasi FIFA.

Opsi Perombakan Total jika Masalah Tak Kunjung Usai

Di sisi lain, kritik tajam juga datang dari internal legislatif terkait kapabilitas jajaran pengurus dalam menghentikan konflik horizontal antarsuporter.

Wakil Ketua Komisi X lainnya, Lalu Hadrian Irfani, menekankan pentingnya mengambil langkah radikal berupa perbaikan struktural secara menyeluruh jika instrumen kebijakan yang ada saat ini dianggap sudah tidak lagi efektif.

Baca juga: Pengamat: PSSI Jangan Biarkan Talenta Muda Timnas U17 Indonesia Mandek

"Kalau memang pengurus harus dievaluasi total, ya evaluasi pengurusnya supaya selesai. Kemenpora harus mengevaluasi pengurus PSSI Ya, kalau ternyata kepengurusan hari ini dianggap tidak mampu menuntaskan persoalan sepak bola Indonesia," katanya.

Dirinya juga mendorong agar federasi tidak ragu untuk menjatuhkan sanksi administratif yang berat, termasuk hukuman berupa skorsing maupun pembatasan aktivitas olahraga terhadap kelompok atau klub yang terbukti lalai mengendalikan massanya di lapangan.

Tag:  #cegah #kericuhan #suporter #wakil #ketua #komisi #minta #pssi #utamakan #pembinaan

KOMENTAR