Respons Dean Huijsen Usai Nihil Pemain Real Madrid di Skuad Spanyol
- Sebuah catatan sejarah baru tercipta ketika tim nasional Spanyol bersiap menuju turnamen Piala Dunia 2026.
Untuk pertama kalinya, skuad La Roja, julukan tim nasional Spanyol, akan berangkat ke Piala Dunia 2026 tanpa membawa satu pun pemain yang berasal dari Real Madrid.
Dari 26 nama yang didaftarkan untuk membela Spanyol, komposisi tim justru banyak diisi oleh penggawa Barcelona yang mendominasi hampir sepertiga bagian skuad.
Di sisi lain, minimnya wakil dari Bernabeu memang sudah terlihat dari sedikitnya kandidat yang memenuhi syarat.
Pemain seperti Dani Ceballos, Raul Asencio, dan Dani Carvajal tercatat hanya tampil satu kali di level internasional dalam 18 bulan terakhir.
Baca juga: Skuad Spanyol Piala Dunia 2026 Tanpa Pemain Real Madrid, Luis de la Fuente Angkat Bicara
Namun, absennya sosok yang paling menjadi sorotan adalah pencoretan bek muda Dean Huijsen.
Setelah ada kepastian mengenai absennya Dani Carvajal, Dean Huijsen awalnya diprediksi menjadi satu-satunya pemain Los Blancos yang berpeluang besar masuk skuad usai menorehkan tujuh penampilan internasional dalam satu setengah tahun terakhir.
Sayangnya, performa apik dari nama lain seperti Marc Pubill dan Eric Garcia membuat mereka lebih dipilih untuk mengawal lini pertahanan bersama langganan timnas, Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi.
Keputusan ini rupanya memicu reaksi yang kurang baik dari bek berusia 21 tahun tersebut.
Ia merespons dengan mengunggah grafis Tim Terbaik Musim Ini versi Sofascore di Instagram Story miliknya, di mana nama Cubarsi dan Garcia turut tercantum di dalamnya.
Ungahan pemain Real Madrid, Dean Huijsen, soal Tim Terbaik Musim Ini versi Sofascore.
Pemilihan Skuad yang Matang
Meskipun lini belakang mengalami banyak perombakan dibanding saat tim menjuarai Euro 2024, proses seleksi yang dilakukan staf pelatih sejatinya sudah berjalan dengan pertimbangan panjang.
Baca juga: Reaksi Bek Muda Real Madrid Usai Namanya Tak Masuk Skuad Spanyol di Piala Dunia 2026
Terkait identitas kekuatan tim yang dibawa, sang pelatih memberikan penjelasan yang lugas.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, berbicara dengan Jesus Navas dalam semifinal Euro 2024 antara Spanyol vs Perancis di Munich Football Arena pada 9 Juli 2024. Terdekat, Spanyol akan melawan Inggris dalam final Euro 2024.
"Kualitas, kemanusiaan, dan daya saing. Dalam hal-hal ini, kami adalah tim yang sangat kuat. Ada juga kebaikan lain, serta hal-hal yang perlu ditingkatkan," kata Luis de la Fuente dikutip dari Football Espana.
Di samping itu, kondisi fisik beberapa pilar juga sempat memunculkan tanda tanya, termasuk proses pemulihan cedera hamstring yang menimpa Nico Williams serta Lamine Yamal.
Terkait potensi absennya kedua pemain tersebut pada laga-laga awal, sang arsitek tim memberikan penegasan tentang prosedur pemulihan mereka.
"Kami tidak akan terburu-buru dalam proses apa pun; kami berkoordinasi erat dengan klub-klub," lanjut De la Fuente.
"Informasi yang kami miliki adalah bahwa semua pemain akan tersedia untuk pertandingan pertama atau kedua."
"Kami tidak akan mengambil risiko kecuali benar-benar diperlukan; namun, jika mengambil risiko terhadap para pemain menjadi tidak dapat dihindari – sambil tetap memastikan keamanan maksimal – mereka sendiri ingin mengambil risiko itu demi Piala Dunia."
Daftar Final dan Penjaga Gawang
Persiapan matang Spanyol juga terlihat dari bagaimana daftar final ini disaring secara melelahkan dari puluhan kandidat yang dipantau selama berbulan-bulan, hingga akhirnya diputuskan sesaat sebelum pengumuman.
Baca juga: Daftar Skuad Spanyol di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Sorotan, Real Madrid Absen
"Daftar itu hampir final selama berbulan-bulan, menunggu keadaan buruk yang tak terhindarkan dalam sepak bola," tegas Luis de la Fuente.
"Saya ingin meluangkan waktu sejenak untuk menyebutkan Fermin (Lopez). Pemain terakhir dalam daftar… Nah, kemarin, sampai pukul 11:30 malam, kami terpaku pada pertandingan Villarreal-Atletico. Dan saat itulah daftar final ditetapkan."
Selain itu, pertanyaan mengenai komposisi penjaga gawang ditanggapi dengan keyakinan penuh.
Meski ada perdebatan tentang pergeseran posisi kiper, staf pelatih memastikan bahwa mereka membawa amunisi terbaik di bawah mistar gawang.
"Daftar ini telah dipertimbangkan dengan sangat cermat dan dianalisis secara menyeluruh."
"Kami telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memikirkannya. Kami memiliki kiper-kiper terbaik di dunia; siapa pun yang dipilih akan menawarkan keandalan mutlak dan bisa menjadi starter."
"Kami memiliki tiga kiper dengan kompetensi dan kualitas yang terbukti," tutup pelatih Haro pada 21 Juni 1961 itu.
Tag: #respons #dean #huijsen #usai #nihil #pemain #real #madrid #skuad #spanyol