Pengamat Sorot Peluang Menang Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
Para pemain Timnas Indonesia berpose sebelum bergulirnya laga Timnas Indonesia vs Bulgaria di ajang final FIFA Series 2026 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (30/3/2026).(KOMPAS.com/Antonius Aditya Mahendra)
09:06
30 Mei 2026

Pengamat Sorot Peluang Menang Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

- Pemanggilan 44 pemain Timnas Indonesia beberapa waktu lalu memunculkan banyak perhatian.

Tidak hanya soal nama-nama baru yang dipanggil, tetapi juga bagaimana pelatih John Herdman harus menjaga ritme tim di tengah kondisi kompetisi yang sudah berakhir.

Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menilai FIFA Matchday bulan Juni selalu menjadi periode yang tidak mudah bagi seorang pelatih.

Sebab, situasi tersebut berbeda dibanding agenda internasional pada periode lain yang memiliki tekanan kompetitif lebih tinggi.

Ia mengatakan tantangan terbesar datang karena mayoritas pemain sudah menyelesaikan musim kompetisi bersama klub masing-masing.

Baca juga: Jay Idzes Absen, Ini Stok Bek Tengah Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Akibatnya, motivasi dan ritme pertandingan pemain bisa mengalami penurunan. Situasi yang dialami Timnas Indonesia tentu berbeda dengan tim-tim yang memakai FIFA Matchday Juni nanti untuk persiapan menuju Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia tak masuk ke Piala Dunia 2026 dan akan menjadikan jeda internasional bulan depan sebagai salah satu tahapan menuju ajang ASEAN Championship 2026.

“Misalnya Piala Dunia atau Piala Eropa beda kalau di FIFA Matchday bulan Juni itu sifat pertandingannya kompetitif misalnya kualifikasi Piala Asia atau Piala Eropa dan sejenis lainnya. Ini yang mungkin menyulitkan,” tutur pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada Kompas.com.

Absennya Adam Alis Jadi Sorotan

Meski begitu, Gita Suwondo tetap melihat antusiasme pemain Timnas Indonesia yang telah hadir ke pemusatan latihan sebagai sesuatu yang positif.

Apalagi dalam daftar yang dirilis PSSI, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memadukan pemain diaspora, senior, hingga sejumlah nama muda yang baru pertama kali dipanggil.

Baca juga: Tiket Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik Belum Ludes, PT GSI Berikan Penjelasan

“Dengan bersedianya pemain-pemain yang dipanggil ini hal yang luar biasa. Kombinasi pemain muda dan tua yang mengacu pada hasil kompetisi," kata Gita Suwondo

"Seperti Eksel Runtukahu, Fajar Faturrahman dipanggil dan beberapa pemain muda baru dipanggil Brian Fatari, Alfharezzi Buffon dipanggil untuk pertama kalinya dipanggil untuk lihat,” imbuhnya.

Menurutnya, 44 pemain kali ini tidak sekadar disiapkan untuk menghadapi FIFA Matchday melawan timnas Oman (5 Juni 2026) dan Mozambik (9 Juni 2026) saja, tetapi juga menjadi fondasi menuju ASEAN Championship 2026 mendatang.

“Karena ini kalau kita melihat dari setiap susunan lini adalah yang nantinya akan bermain di Piala AFF yang pemain diaspora tidak bisa dimainkan,” katanya lagi.

Di tengah banyaknya pemain muda yang dipanggil, Gita Suwondo menilai ada satu nama yang layak mendapat perhatian tapi terlewat, yakni gelandang Persib Bandung, Adam Alis.

Ia menganggap performa Adam musim ini cukup konsisten bersama Persib di Super League 2025-2026 yang berhasil menjadi juara musim ini.

“Mungkin ada sedikit kekurangannya kalau boleh menggarisbahwahi Adam Alis tidak dipanggil kalau melihat hasil kompetisi dia adalah salah satu pemain yang bagus,” ujar mantan jurnalis olahraga itu. 

Selebrasi Adam Alis usai mencetak gol membawa Persib Bandung ungguli sementara Borneo FC Samarinda pada laga tunda pekan ke-21 Super League 2025-2026, Minggu (21/3/2026) di Stadion Segiri, Samarinda. Dokumentasi Persib Ofisial Selebrasi Adam Alis usai mencetak gol membawa Persib Bandung ungguli sementara Borneo FC Samarinda pada laga tunda pekan ke-21 Super League 2025-2026, Minggu (21/3/2026) di Stadion Segiri, Samarinda.

“Tapi mungkin usianya, karena John herdman sendiri menginginkan para pemain ini lebih muda usianya, Adam Alis yang usianya 32 menuju 33 masih akan menjadi kendala sendiri walaupun permainannya sangat bagus akhir-akhir ini.”

“Berbicara usia tua pun sebenarnya harus dipikirkan bahwa Joey Pelupessy juga jauh lebih tua dan dengan adanya Adam Alis bisa menggantikan Thom Haye yang belum bisa bermain karena sanksi yang diterima pada saat putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan Oktober tahun lalu,” sambungnya.

Kesempatan Perbaiki Ranking FIFA

Selain aspek teknis tersebut, Gita Suwondo menilai laga melawan Oman dan Mozambik memiliki nilai penting bagi posisi Indonesia di ranking FIFA.

Baca juga: Marc Klok Ungkap Persaingan Ketat di TC Timnas Indonesia

Namun, meraih kemenangan tentu akan jadi tantangan yang tidak mudah karena kedua lawan memiliki peringkat lebih tinggi dibanding Indonesia.

“Intinya bagaimana kita mendapatkan hasil kemenangan demi kemengan di dua laga yang peringkatnya jauh di atas Indonesia yang membuat hasil peringkat di FIFA akan menjadi lebih baik,” tutur Gita Suwondo.

Gita lantas menyebut timnas Mozambik sedang mengalami kendala dalam memanggil pemain-pemain terbaiknya yang tampil di Liga Portugal. 

Dengan kondisi tersebut, peluang Indonesia meraih hasil maksimal dinilai cukup terbuka saat berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

“Karena pikirannya sudah liburan bukan FIFA Matchday, di mana laga ini dianggap mereka tidak penting toh mereka terjaga juga melesetnya kalau peringkat di FIFA turun."

"Jadi ini kesempatan Timnas Indonesia untuk mendapatkan dua kemenangan nanti,” pungkasnya.

Tag:  #pengamat #sorot #peluang #menang #timnas #indonesia #fifa #matchday #juni

KOMENTAR