Siapa Raja Lini Tengah Grup D Piala Dunia 2026? Pulisic, Irvine, dan Calhanoglu Jadi Sorotan
Grup D Piala Dunia 2026 menghadirkan duel lima jenderal lapangan tengah, mulai dari Christian Pulisic hingga Hakan Calhanoglu yang siap jadi pembeda. [Dok. AFC]
13:30
4 Juni 2026

Siapa Raja Lini Tengah Grup D Piala Dunia 2026? Pulisic, Irvine, dan Calhanoglu Jadi Sorotan

Grup D Piala Dunia 2026 dipastikan bakal menyajikan tontonan yang sangat memanjakan mata. Grup ini mempertemukan Amerika Serikat (tuan rumah), Paraguay, Australia, dan Turki dalam persaingan yang diprediksi berlangsung sengit.

Di atas kertas, kekuatan keempat tim terbilang cukup berimbang. Namun, dalam sepak bola modern, pertarungan sesungguhnya kerap terjadi di sektor sentral.

Tim yang mampu menguasai lini tengah biasanya akan memegang kendali permainan.

Berdasarkan analisis terkini, terdapat lima sosok jenderal lapangan tengah yang diprediksi menjadi faktor penentu nasib negaranya masing-masing di Grup D.

Pengalaman, visi bermain, serta mentalitas kepemimpinan mereka akan menjadi pembeda dalam laga-laga krusial.

Lima Jenderal Lapangan Tengah yang Patut Dinantikan

Berikut lima pemain kunci yang siap menjadi "sutradara" bagi timnya masing-masing:

1. Christian Pulisic (Amerika Serikat)

Christian Pulisic mencetak dua gol untuk kemenangan AC Milan dari Torino dalam lanjutan Serie Italia, Selasa (9/12) dinihari WIB. Christian Pulisic mencetak dua gol untuk kemenangan AC Milan dari Torino dalam lanjutan Serie Italia, Selasa (9/12) dinihari WIB.

Berstatus sebagai kapten sekaligus ikon sepak bola modern Amerika Serikat, Christian Pulisic dipastikan menjadi roh permainan The Yanks. Pemain AC Milan ini memiliki fleksibilitas luar biasa, baik saat dimainkan sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap.

Pengalamannya di Piala Dunia 2022 menjadi modal berharga. Saat itu, ia menyumbang satu gol dan dua assist serta menjadi kreator peluang terbanyak bagi timnya.

Di bawah racikan taktik Mauricio Pochettino, Pulisic siap memimpin generasi emas Amerika Serikat untuk melangkah jauh di rumah sendiri.

2. Weston McKennie (Amerika Serikat)

Gelandang Juventus pinjaman dari Schalke 04, Weston McKennie. [MARCO BERTORELLO / AFP]Gelandang Juventus pinjaman dari Schalke 04, Weston McKennie. [MARCO BERTORELLO / AFP]

Jika Pulisic adalah otak serangan, maka Weston McKennie merupakan paru-paru permainan Amerika Serikat. Gelandang bertipe box-to-box ini menjadi penyeimbang dalam transisi menyerang maupun bertahan.

Kematangannya di level elite Eropa bersama Juventus tidak perlu diragukan lagi. Bukti kualitasnya terlihat saat dipercaya mengenakan ban kapten Bianconeri pada laga Liga Champions melawan Benfica pada Januari 2025.

Kehadiran McKennie menjamin lini tengah Amerika Serikat tampil agresif dan sulit didikte lawan.

3. Miguel Almiron (Paraguay)

Kembalinya Paraguay ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 16 tahun tidak lepas dari kontribusi besar Miguel Almiron. Pemain berusia 32 tahun tersebut menjadi simbol kebangkitan La Albirroja.

Meski akan menjalani debut di putaran final Piala Dunia, pengalaman Almiron dalam membongkar pertahanan lawan lewat kecepatannya sudah sangat teruji di zona CONMEBOL.

Ia akan menjadi tumpuan utama kreativitas sekaligus motor serangan balik Paraguay untuk menciptakan kejutan di Grup D.

4. Jackson Irvine (Australia)

Bintang Australia, Jackson Irvine percaya diri jelang melawan timnas Indonesia. (Instagram/@jacksonirvine_)Bintang Australia, Jackson Irvine percaya diri jelang melawan timnas Indonesia. (Instagram/@jacksonirvine_)

Bagi Australia, sosok Jackson Irvine merupakan simbol konsistensi dan kerja keras. Pemain yang kerap dipercaya mengenakan ban kapten Socceroos ini memiliki peran sentral sebagai pengatur ritme permainan di lini tengah.

Irvine menjadi salah satu pemain kunci yang membawa Australia lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar.

Kemampuannya memutus serangan lawan sekaligus membantu proses build-up membuat perannya sangat krusial bagi ambisi Australia mengulang pencapaian terbaik mereka.

5. Hakan Calhanoglu (Turki)

Gelandang Inter Milan, Hakan Calhanoglu (kiri) merayakan gol selama pertandingan pekan ke-13 Liga Italia antara Inter vs Napoli di Stadion Giuseppe Meazza, 22 November 2021. Filippo MONTEFORTE / AFP.Gelandang Inter Milan, Hakan Calhanoglu (kiri) merayakan gol selama pertandingan pekan ke-13 Liga Italia antara Inter vs Napoli di Stadion Giuseppe Meazza, 22 November 2021. Filippo MONTEFORTE / AFP.

Setelah menunggu selama 24 tahun, Turki akhirnya kembali tampil di Piala Dunia. Sosok yang akan memimpin langkah bersejarah tersebut adalah sang regista, Hakan Calhanoglu.

Bintang Inter Milan itu dikenal sebagai salah satu pengumpan terbaik di Eropa sekaligus spesialis bola mati yang mematikan.

Sebagai kapten dan otak permainan racikan Vincenzo Montella, Calhanoglu memikul tanggung jawab besar untuk membawa Turki mengulang kenangan manis Piala Dunia 2002 saat finis di peringkat ketiga.

Visi bermain, akurasi umpan, dan tendangan bebasnya siap menjadi ancaman bagi setiap lawan di Grup D, demikian Antara.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #siapa #raja #lini #tengah #grup #piala #dunia #2026 #pulisic #irvine #calhanoglu #jadi #sorotan

KOMENTAR