Eks Liverpool dan AC Milan Bakal Pimpin Jay Idzes Cs di Sassuolo
Kabar penting mewarnai masa depan bek tengah Timnas Indonesia, Jay Idzes di kancah sepak bola Italia.
Skuad Sassuolo dipastikan akan segera menyambut kedatangan juru taktik baru setelah pihak manajemen resmi berpisah dengan Fabio Grosso.
Tim berjuluk I Neroverdi tersebut dilaporkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan suksesor Grosso, Alberto Aquilani untuk memimpin tim mengarungi kompetisi mendatang pada Sabtu (6/6/2026),.
Pakar transfer terkemuka asal Italia, Fabrizio Romano mewartakan bahwa kesepakatan antara Aquilani dan manajemen Sassuolo telah menemui titik temu dengan durasi kontrak selama dua tahun ke depan.
"Kesepakatan tercapai hingga Juni 2028 untuk mantan pelatih Catanzaro yang menggantikan Fabio Grosso," cuit Romano melalui akun media sosial pribadinya.
Sebelum dipinang oleh Sassuolo, Aquilani mengukir prestasi mentereng bersama klub kasta kedua, Catanzaro yang nyaris meraih tiket promosi ke Serie A musim ini.
Langkah impresifnya dalam memimpin tim semenjana asal Calabria tersebut untuk melenggang ke kasta tertinggi Italia hanya bisa dihentikan oleh Monza pada partai final playoff promosi.
Meskipun kedua tim saling mengalahkan dengan skor identik 2-0, kegagalan Catanzaro melangkah naik kasta murni disebabkan karena posisi mereka yang kalah tinggi di tabel klasemen akhir liga.
Keberhasilan membawa Catanzaro menembus partai final promosi seketika melontarkan nama mantan gelandang Liverpool dan AC Milan tersebut sebagai salah satu properti terpanas di bursa transfer pelatih Liga Italia.
Pria berusia 41 tahun kelahiran Roma tersebut sempat dibidik oleh beberapa tim Serie A mapan seperti Torino hingga Bologna, sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada Sassuolo.
Bagi Aquilani, Sassuolo bukanlah klub yang asing lantaran ia memiliki keterikatan emosional yang kuat.
Ia pernah berseragam I Neroverdi sebagai pemain pinjaman dari Pescara pada musim 2016-2017, yang merupakan musim terakhirnya di Italia sebelum memutuskan merantau ke Spanyol bersama Las Palmas dan resmi gantung sepatu pada tahun 2019 silam.
Pengalaman serta visi bermainnya sebagai mantan gelandang kelas dunia diharapkan mampu menjadi energi baru untuk mendongkrak performa Jay Idzes dan kawan-kawan di lapangan hijau.