200.000 Sel Otak Manusia Digabung ke Chip Komputer, Lalu Dilatih Main Game ''Doom''
Ilustrasi sel otak yang dilatih untuk bermain game Doom.(Cortical Labs)
11:33
20 Maret 2026

200.000 Sel Otak Manusia Digabung ke Chip Komputer, Lalu Dilatih Main Game ''Doom''

– Sekelompok ilmuwan berhasil melatih sekitar 200.000 sel otak manusia (neuron) yang ditumbuhkan di laboratorium untuk memainkan game shooter klasik rilisan 1993, Doom.

Eksperimen ini dilakukan oleh perusahaan bioteknologi asal Australia, Cortical Labs.

Dalam sebuah demonstrasi video, para peneliti menunjukkan bahwa kumpulan sel otak tersebut dapat mengontrol karakter di dalam game, seperti bergerak dan menembak musuh.

Menariknya, sel-sel otak yang dikembangkan di laboratorium itu tidak dikendalikan secara langsung oleh manusia saat permainan berlangsung.

Sebaliknya, aktivitas sel tersebut diterjemahkan oleh komputer menjadi berbagai aksi karakter di dalam game. Lantas, bagaimana sel otak bisa memainkan game Doom?

Baca juga: Game Klasik Doom Jadi Metode Captcha, Harus Lawan Musuh untuk Verifikasi

Menggunakan komputer khusus

Ilustrasi banyak sistem komputer CL1 yang terhubung dalam jaringan Cortical Cloud.Cortical Labs Ilustrasi banyak sistem komputer CL1 yang terhubung dalam jaringan Cortical Cloud.

Cortical Labs menjelaskan bahwa eksperimen ini menggunakan sistem komputasi biologis bernama CL1 yang terhubung dalam sebuah jaringan bernama Cortical Cloud.

Sistem ini pada dasarnya menggabungkan sel otak manusia yang masih hidup dengan chip komputer, sehingga keduanya bisa saling berinteraksi.

Dalam percobaan ini, neuron manusia ditumbuhkan di atas chip kecil yang dilengkapi dengan elektroda.

Elektroda ini berfungsi untuk mengirimkan sinyal listrik ke sel otak sekaligus membaca respons yang dihasilkan sel tersebut. Sel-sel otak ini sendiri dijaga tetap hidup di dalam cairan nutrisi.

Chip dikombinasikan dengan sel otak yang dilatih untuk bermain game Doom.Cortical Labs Chip dikombinasikan dengan sel otak yang dilatih untuk bermain game Doom.

Nah, aktivitas di dalam game nantinya akan diterjemahkan oleh komputer menjadi rangkaian sinyal listrik yang dikirimkan ke jaringan sel otak.

Sebagai contoh, ketika musuh muncul di sisi kiri layar, sistem akan mengirimkan sinyal listrik tertentu ke sel otak. Sel tersebut kemudian merespons dengan menghasilkan sinyal listrik lain.

Respons ini lalu diterjemahkan kembali oleh komputer menjadi aksi karakter di dalam game, misalnya bergerak, berputar, atau menembak saat melihat musuh.

Baca juga: Game Legendaris Doom Dirilis Ulang, Ada Peta Baru

Masih sering kalah, tetapi mulai belajar

Meski terdengar canggih, kemampuan sel otak ini masih sangat terbatas.

Menurut peneliti, performa jaringan neuron tersebut masih menyerupai pemain pemula yang baru pertama kali mencoba game.

Sebab, karakter di dalam game masih sering kalah atau “mati”.

Tampilan sistem yang menampilkan sel otak sedang bekerja untuk bermain game Doom.Cortical Labs Tampilan sistem yang menampilkan sel otak sedang bekerja untuk bermain game Doom.

Meski demikian, para ilmuwan melihat tanda bahwa sel-sel otak tersebut mulai beradaptasi dengan lingkungan permainan.

Dalam beberapa percobaan, jaringan neuron terlihat mampu mencari musuh, bergerak di dalam permainan, dan menembak, walaupun masih sering gagal.

Karena sering gagal, Cortical Labs mengundang pengguna untuk membantu sel-sel otak ini agar bisa memainkan Doom dengan baik, boleh jadi hingga menamatkannya.

Caranya adalah dengan bereksperimen lewat sistem CL1 Cortical Labs melalui antarmuka pemrograman aplikasi (API). Informasi lengkapnya bisa dilihat dalam lama GitHub berikut ini.

Lanjutan dari eksperimen Pong

Ini bukan pertama kalinya Cortical Labs melatih sel otak untuk bermain game.

Sebelumnya pada 2022, mereka berhasil melatih sekitar 800.000 neuron manusia dalam sistem yang disebut DishBrain untuk memainkan game klasik Pong.

Pada eksperimen tersebut, neuron belajar menggerakkan papan permainan untuk memantulkan bola setelah menerima umpan balik dari sistem ketika gagal menangkap bola.

Ilustrasi game Pong dan Doom yang bisa dimainkan sel otak yang dilatih Cortical Labs.Cortical Labs Ilustrasi game Pong dan Doom yang bisa dimainkan sel otak yang dilatih Cortical Labs.

Jika dilihat seksama, pada eksperimen Doom terbaru ini, jumlah neuron yang digunakan lebih sedikit, sekitar 200.000 sel.

Perbedaan jumlah ini kemungkinan karena desain eksperimen dan perangkat kerasnya berbeda.

Pada CL1, neuron ditempatkan langsung di chip elektroda yang lebih terstruktur sehingga tidak perlu sebanyak eksperimen sebelumnya yang pakai sistem DishBrain.

Meski sekilas lebih canggih karena membutuhkan jauh lebih sedikit sel otak, ilmuwan mengaku tantangan yang dihadapi justru lebih besar.

Baca juga: Begini Tampilan Game Doom Eternal Saat Dimainkan di Kulkas

Sebab, para peneliti menyebut permainan Doom jauh lebih kompleks dibanding Pong. 

Hal ini karena game itu merupakan game tembak-menembak (shooter) tiga dimensi yang mengharuskan pemain menjelajahi lingkungan permainan sekaligus melawan musuh.

Melalui penelitian ini, para ilmuwan berharap dapat memahami bagaimana sel otak belajar dan beradaptasi ketika terhubung dengan lingkungan digital.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu penelitian di bidang ilmu saraf, pengembangan obat, serta teknologi komputasi masa depan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Inc.

Tag:  #200000 #otak #manusia #digabung #chip #komputer #lalu #dilatih #main #game #doom

KOMENTAR