AI Seedance 2.0 Kini Hadir di CapCut, Pengguna Indonesia Bisa Bikin Video Lebih Realistis
CapCut resmi menghadirkan Dreamina Seedance 2.0 ke platformnya. Model AI ini diklaim dapat menghasilkan video dengan lebih realistis dan sinematik, sekaligus dengan audio yang lebih mulus. (CapCut)
10:09
28 Maret 2026

AI Seedance 2.0 Kini Hadir di CapCut, Pengguna Indonesia Bisa Bikin Video Lebih Realistis

- Aplikasi edit video milik ByteDance, CapCut, resmi menghadirkan Dreamina Seedance 2.0 ke platformnya.

Model AI ini diklaim dapat menghasilkan video dengan lebih realistis dan sinematik, sekaligus dilengkapi dengan audio yang lebih mulus dan natural.

Seedance 2.0 digulirkan secara bertahap untuk pengguna berbayar di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia.

Pantauan KompasTekno, Jumat (27/3/2026), Dreamina Seedance 2.0 sudah tersedia dan bisa dijajal pengguna CapCut Pro di Indonesia. Pengguna bisa membuat video dengan bantaun Seedance 2.0 lewat tab "AI Lab" di aplikasi CapCut.

Baca juga: AI Seedance 2.0 dari ByteDance China Meluncur, Hasil Video Bikin Geger Industri Film

Di sana, pengguna bisa menjajal kecanggihan Seedance 2.0 dengan mengeklik prompt template atau bisa juga memasukkan ide/perintah dalam teks, gambar, atau referensi video sendiri.

Pengguna bisa memilih tiga opsi durasi, yakni 5 detik, 10 detik, dan maksimal 15 detik.

Selanjutnya, pilih rasio aspek video yang ingin dibuat. Ada lima pilihan mencakup landscape dan horizontal, yakni 9:16, 3:4, 1:1, 4:3, dan 16:9.

Dengan opsi tersebut, mudah disesuaikan untuk berbagai platform seperti TikTok, Instagram Stories, Instagram Feed, hingga YouTube.

Untuk resolusi, Seedance 2.0 bisa menghasilkan video 480p dan maksimal 720p. Jika semua sudah diatur, pengguna tinggal klik generate. AI Dreamina Seedance 2.0 bakal memproses perintah pengguna dan menyajikan hasil videonya.

AI ini disebut mampu menghasilkan visual dengan tekstur, pencahayaan, dan gerakan yang lebih realistis.

Bahkan, model ini juga diklaim punya pemahaman yang lebih baik soal fisika dan pergerakan, sehingga cocok untuk konten dengan banyak aksi atau elemen dinamis.

Baca juga: Contoh Video Buatan AI China Seedance 2.0, Visualnya Mirip Trailer Bioskop

Selain itu, Seedance 2.0 juga sudah mendukung sinkronisasi audio yang lebih mulus. Hal ini membuat video yang dihasilkan terasa lebih hidup dan tidak sekadar “tempelan” visual dan suara.

Sepengalaman KompasTekno, hasil video bikinan Seedance 2.0 memang terlihat rapi, mulus, realistis, dengan dukungan efek suara yang natural.

Sepengalaman KompasTekno, hasil video bikinan Seedance 2.0 memang terlihat rapi, mulus, realistis, dengan dukungan efek suara yang natural.
KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto dibuat dengan AI Seedance di CapCut Sepengalaman KompasTekno, hasil video bikinan Seedance 2.0 memang terlihat rapi, mulus, realistis, dengan dukungan efek suara yang natural.

Selain membuat video dari nol, AI Seedance 2.0 juga bisa membantu pengguna untuk mengedit footage yang sudah ada. Pengguna bisa memperbaiki detail video, menyesuaikan visual, hingga meningkatkan kualitas klip secara otomatis dengan bantuan AI.

Kemampuan ini memungkinkan kreator untuk mengedit, meningkatkan, atau bahkan mengoreksi footage yang sudah mereka miliki agar terlihat lebih halus dan profesional.

Selain itu, Seedance 2.0 juga bisa dimanfaatkan untuk menguji ide konten sejak tahap awal. Kreator dapat membuat visual dari konsep sederhana atau sketsa sebelum benar-benar melakukan proses shooting.

Penggunaan model ini juga cukup luas, mulai dari video resep masakan, tutorial kebugaran, hingga konten bisnis atau ulasan produk.

Termasuk juga video dengan banyak gerakan atau aksi, yang sebelumnya cukup susah untuk dihasilkan oleh model AI video.

Ke depannya, Seedance 2.0 akan diintegrasikan ke berbagai fitur CapCut, termasuk AI Video dan Video Studio, serta platform lain seperti Dreamina dan Pippit.

Baca juga: Edit Video IG Reels Pakai CapCut Bikin Reach Turun? Ini Kata Bos Instagram

Tetap dibatasi dengan pengaman AI

Karena makin canggih dan hasil videonya makin realistis, CapCut membekali Seedance 2.0 dengan sejumlah sistem keamanan.

Salah satunya adalah pembatasan penggunaan wajah asli pada tahap awal peluncuran, serta teknologi untuk mencegah pelanggaran hak cipta.

Selain itu, setiap konten yang dibuat dengan AI CapCut akan diberi watermark khusus, termasuk watermark “tak terlihat” yang bisa digunakan untuk melacak konten jika disalahgunakan.

CapCut juga menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan komunitas kreator dan pakar untuk memastikan teknologi ini digunakan secara aman dan bertanggung jawab, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laman CapCut Newsroom.

Tag:  #seedance #kini #hadir #capcut #pengguna #indonesia #bisa #bikin #video #lebih #realistis

KOMENTAR