Data Center AWS di Bahrain Rusak Akibat Serangan Iran
Logo Amazon Web Service (AWS).(Kompas.com/Wahyunanda Kusuma)
11:03
2 April 2026

Data Center AWS di Bahrain Rusak Akibat Serangan Iran

– Fasilitas server komputasi awan (cloud) milik perusahaan Amerika Serikat (AS) Amazon Web Services (AWS) di Bahrain, dilaporkan mengalami kerusakan, Rabu (1/4/2026).

Menurut laporan Financial Times, kerusakan ini disebabkan oleh serangan rudal yang disebut dilakukan oleh Iran, di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah. 

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan pihaknya sudah berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi akibat serangan tersebut.

Meski demikian, mereka belum mengungkap identitas perusahaan yang terdampak, jumlah korban, maupun tingkat kerusakan yang terjadi.

Baca juga: Iran-AS Panas, Infrastruktur AI Global Ikut Cemas

Hingga saat ini, pihak Amazon belum memberikan tanggapan resmi terkait adanya laporan serangan terhadap fasilitas server AWS mereka di Bahrain ini. 

Terjadi sehari setelah ancaman Iran

Serangan ini terjadi sekitar satu hari setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan menargetkan sejumlah perusahaan teknologi besar asal AS yang beroperasi di Timur Tengah.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis media militer Iran, Sepah News, IRGC menyebut sedikitnya 18 perusahaan diduga terlibat dalam perencanaan dan pelacakan target serangan militer AS di tengah konflik yang berlangsung.

Sejumlah raksasa teknologi yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Apple, Microsoft, Google, Meta, Nvidia, Oracle, Tesla, HP, Intel, Cisco, Boeing, hingga IBM. Amazon kabarnya tak masuk ke dalam daftar ini.

Selain itu, IRGC juga mencantumkan G42 sebagai satu-satunya entitas non-AS dalam daftar tersebut. G42 merupakan konsorsium perusahaan kecerdasan buatan asal Uni Emirat Arab.

Baca juga: Iran Ancam Serang Kantor Google, Microsoft, hingga Apple

IRGC menyatakan serangan akan dimulai pada Rabu (1/4/2026) pukul 20.00 waktu Teheran. Tak diketahui apakah kerusakan yang melibatkan serangan Iran di atas terjadi setelah atau sesudah waktu tersebut atau tidak. 

Dalam pernyataan sebelumnya, IRGC memperingatkan perusahaan-perusahaan tersebut akan menghadapi serangan sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai aksi terhadap Iran.

Pihak IRGC juga mengimbau karyawan perusahaan terkait untuk meninggalkan tempat kerja, serta meminta warga dalam radius satu kilometer dari fasilitas perusahaan-perusahaan tersebut di kawasan Timur Tengah untuk mengungsi ke lokasi aman.

Ancaman ini bukan yang pertama. Pada awal Maret lalu, serangan drone Iran dilaporkan merusak beberapa pusat data milik Amazon di Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Rangkaian insiden ini menandai meningkatnya risiko terhadap infrastruktur teknologi di Timur Tengah, terutama pusat data dan layanan komputasi awan.

Kondisi tersebut juga memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi teknologi, khususnya di sektor kecerdasan buatan (AI), di kawasan tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gizmodo.

Fakta di Balik Heningnya Pasukan Siber Iran Usai Serangan AS

Bukan pertama kali

Serangan ke kantor operasional AWS di Timur Tengah ini bukan kali pertama. Sekitar pekan lalu, Amazon juga mengungkap bahwa wilayah layanan Amazon Web Services (AWS) di Bahrain sempat mengalami gangguan akibat konflik yang sedang berlangsung.

Artinya, ini menjadi kali kedua dalam sebulan operasional AWS di Bahrain terdampak situasi geopolitik di Timur Tengah.

Kabarnya dalam beberapa pekan terakhir, fasilitas AWS di Timur Tengah memang dilaporkan tengah menjadi sasaran target Iran.

Setidaknya empat insiden terjadi dalam kurun sekitar tiga minggu, dengan tiga di antaranya berlangsung di Bahrain.

Rangkaian serangan ini disebut sebagai pertama kalinya pusat data milik perusahaan teknologi besar AS menjadi target dalam aksi militer.

Adapun AWS sendiri merupakan unit bisnis komputasi awan milik Amazon yang menjadi tulang punggung operasional berbagai situs web besar hingga layanan pemerintahan. Layanan ini juga dikenal sebagai penyumbang utama keuntungan perusahaan.

Tag:  #data #center #bahrain #rusak #akibat #serangan #iran

KOMENTAR