Siasat Iran Kelabui Blokade AS, Permainan ''Kucing-Tikus'' di Selat Hormuz
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
17:12
14 April 2026

Siasat Iran Kelabui Blokade AS, Permainan ''Kucing-Tikus'' di Selat Hormuz

- Upaya Amerika Serikat (AS) untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz disebut menghadapi tantangan besar dari kemunculan armada bayangan (shadow fleet).

Para ahli perkapalan menilai, keberadaan armada bayangan itu bahkan berpotensi menciptakan permainan "kucing dan tikus" di Selat Hormuz.

Dikutip dari Wall Street Journal, armada bayangan ini terdiri dari kapal-kapal yang memiliki registrasi dan status kepemilikan tidak jelas.

Taktik ini sering digunakan oleh negara-negara seperti Iran dan Rusia untuk menembus sanksi Barat.

Mereka menggunakan berbagai metode canggih guna menghindari deteksi radar maupun patroli militer.

Baca juga: Gagal Capai Kesepakatan, AS Klaim Kantongi Cara Negosiasi Teheran

Siasat penyamaran dan pemalsuan data AIS

Metode utama yang digunakan oleh armada bayangan ini meliputi mematikan perangkat sistem identifikasi otomatis (AIS) atau memalsukan sinyal untuk menyiarkan informasi lokasi yang salah.

Analis risiko dari Lloyd’s List Intelligence, Bridget Diakun mengungkapkan, jejak data palsu dapat membuat seolah-olah kapal yang membawa minyak Iran berasal dari Irak atau Arab Saudi.

“Mereka adalah para ahli dalam menghindari deteksi. Bukan hanya satu atau dua orang yang melakukan ini, tetapi banyak dari mereka,” ujarnya.

Selain pemalsuan data, kapal-kapal ini kerap melakukan transfer muatan antarkapal di tengah laut untuk mengaburkan sumber asli kargo mereka.

Dengan begitu, sulit untuk menentukan apakah mereka melanggar blokade.

Baca juga: Mau Beli Minyak Rusia Lebih Banyak, Filipina Izin Dulu ke AS

Sukses lewati blokade AS

Menurut perusahaan asuransi Lloyd's of London, sebuah kapal tanker yang dikenai sanksi AS dan menggunakan bendera palsu meninggalkan Teluk pada Selasa (14/4/2026) pagi.

Data AIS menunjukkan, kapal tersebut berlayar dari Sharjah di Uni Emirat Arab menuju Oman. 

Kapal milik China tersebut dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS karena mengangkut produk Iran. 

Belum jelas apa muatan kapal tersebut pada kesempatan ini. AS belum menyatakan bahwa kapal-kapal yang dikenai sanksi adalah targetnya.

Baca juga: Militer AS Klaim Bakal Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Seberapa Bahaya Ancaman Ini?

Cara penyamaran yang semakin canggih ini, ditambah dengan banyaknya kapal di Teluk Persia, menghadirkan tantangan identifikasi bagi militer AS saat mereka mengejar kapal-kapal yang datang dari pelabuhan Iran dan keluar dari jalur perairan tersebut. 

AS telah menyatakan bahwa mereka tidak akan menargetkan kapal-kapal yang tidak terkait dengan Iran atau pelabuhannya.

Pada awal Maret, terdapat 3.230 kapal di Teluk, termasuk beberapa ratus kapal dagang internasional berukuran besar, menurut Clarksons Research.

Baca juga: Ada Blokade AS, Kapal Tanker China Berhasil Lewati Selat Hormuz

Blokade AS di Selat Hormuz

Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.NASA EARTH OBSERVATORY via AFP Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan akan mulai menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari Iran pada Senin (13/4/2026).

Pengumuman ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan blokade Selat Hormuz usai gagal capai kesepakatan damai dengan Iran.

"Pasukan Komando Pusat AS (Centcom) akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada tanggal 13 April pukul 10 pagi (22.00 WIB), sesuai dengan proklamasi Presiden," demikian pernyataan yang diunggah di platform perusahaan media sosial AS, X.

Centcom menegaskan, blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. 

Tag:  #siasat #iran #kelabui #blokade #permainan #kucing #tikus #selat #hormuz

KOMENTAR